10 Tugas Humas dalam Organisasi

Posted on
Tugas humas dalam Organisasi

Dalam suatu organisasi maupun perkumpulan tertentu, peran humas tentu sangat dibutuhkan.

Karena tugas humas dalam organisasi begitu penting sebagai jembatan komunikasi dengan masyarakat luas maupun targetnya. 

Tanpa humas atau public relation, maka organisasi atau perkumpulan tersebut kurang bisa berjalan dengan baik.

Humas senantiasa bergerak secara dinamis seiring terjadinya perubahan di tengah masyarakat. Keberadaan humas penting untuk membangun pengertian yang terjalin antara organisasi dengan target maupun masyarakat umum.

Dengan adanya humas maka reputasi, citra dan komunikasi organisasi akan tercipta dengan sebaik-baiknya.

Berikut tugas humas dalam organisasi yang perlu kita ketahui yaitu :

1. Tugas Humas Sebagai ujung tombak komunikasi publik 

Humas berperan penting sebagai ujung tombak komunikasi publik. Hal ini dikarenakan bahwa humas merupakan wajah bagi organisasi. Dalam perannya sebagai ujung tombak komunikasi publik, humas bertugas untuk menyampaikan informasi perihal organisasi yang menaunginya kepada publik. Maka dari itu humas juga dikenal sebagai public relation. 

Biasanya bagian humas memiliki andil untuk menjaga hubungan baik dengan berbagai macam media yang berkaitan seperti televisi, iklan maupun media cetak. Tidak heran jika bagian humas mempunyai daftar lengkap kontak pihak-pihak mana saja yang berkaitan dengan pekerjaannya. 

lihat juga peran sekretaris dalam organisasi.

2. Sebagai sarana marketing yang jitu 

Tugas humas dalam organisasi berikutnya ialah sebagai sarana marketing yang jitu. Humas adalah bagian penting yang berfungsi sebagai motor penggerak guna meningkatkan penjualan maupun promosi organisasi.

Humas berwenang untuk menciptakan dan mempertahankan citra organisasi  yang baik di mata publik. 

Dengan adanya citra yang baik, tentu akan lebih banyak orang yang menaruh minat dengan organisasi tersebut. Terlebih lagi jika organisasi yang dibentuk ini sangat bermanfaat bagi masyarakat luas dan sama sekali tidak memandang adanya perbedaan ras, suku maupun agama tiap individu. 

3. Untuk mengelola keadaan yang bersifat genting 

Humas memiliki peran penting dalam upaya pengelolaan keadaan yang bersifat darurat dan genting. Khususnya jika keadaan tersebut sudah menjurus pada kebangkrutan maupun kerusakan organisasi tersebut.

Pada situasi ini, tentu humas akan memiliki tugas penting dalam pengembalian citra organisasi menjadi lebih baik lagi. 

Adanya humas sebagai pengelola keadaan darurat dirasa ampuh untuk kembali membangun citra organisasi yang hampir terpuruk. Tidak jarang juga melalui humas maka citra suatu bentuk organisasi akan kembali kepada masa kejayaannya. Fungsi penting dari humas ini tentu akan sangat menguntungkan bagi organisasi tersebut. 

Baca juga : Struktur organisasi koperasi

4. Berperan untuk menjaga hubungan baik dengan berbagai media 

Bukan humas namanya jika pekerjaannya tidak berkaitan dengan media. Tugas humas dalam organisasi berikutnya adalah untuk menjaga hubungan baik dengan berbagai macam media. Terlebih lagi jika terdapat perkembangan terbaru dari organisasi yang berkaitan. Maka hal tersebut perlu dipublikasikan melalui berbagai macam media agar segera dikonsumsi publik secara luas.

Media yang biasa bekerjasama dengan humas bisa berupa media televisi, media elektronik hingga media cetak. Kesemua media tersebut dapat dijadikan partner yang tepat bagi suatu bentuk organisasi melalui humas. 

5. Sebagai penjangkau kegiatan secara luas 

Humas juga memiliki tugas sebagai penjangkau kegiatan secara luas. Dalam peran tersebut humas senantiasa terjun dalam sebuah acara akbar untuk membawa citra maupun brand organisasi yang menaunginya.

Dengan demikian, nama organisasi maupun brand organisasi tersebut akan semakin dikenal masyarakat secara luas. 

Misalnya, dalam suatu acara olimpiade. Humas yang professional tentu tidak akan ragu untuk terjun ke dalam kegiatan tersebut sebagai pembawa citra sponsor dari organisasi yang menaunginya. Semakin besar citra organisasi yang dibangun oleh humas, maka semakin besar pula efek positif yang akan didapatkan oleh organisasi tersebut. 

6. Sebagai pengelola sosial media yang aktif 

Tugas humas dalam organisasi selanjutnya ialah sebagai pengelola sosial media yang aktif. Terlebih lagi sekarang ini begitu banyak orang yang menggandrungi sosial media dalam berkehidupan sehari-hari. 

Sosial media dalam perspektif humas penting sebagai penarik massa dalam skala luas dan kompleks. Terlebih lagi dengan adanya dukungan internet, maka humas tidak akan mengalami kesulitan untuk mengelola sosial media tersebut. 

Sosial media akan memudahkan humas untuk berinteraksi dengan publik secara online. Oleh karena itu, humas perlu menciptakan citra organisasi yang positif di sosial media agar publik senantiasa memandang baik kepada organisasi tersebut. 

7. Berperan untuk mengevaluasi opini publik

Humas berperan penting guna mengevaluasi opini maupun pendapat publik. Terlebih lagi jika organisasi yang menaungi humas tersebut sedang diterpa isu negatif. Maka dalam hal ini, humas berperan penting untuk menangkis isu atau opini negatif tersebut dengan fakta sehat yang lebih masuk akal. Tentunya tanpa menjatuhkan organisasi lain. 

Kandidat humas biasanya harus berasal dari sumber daya manusia yang unggul dan senantiasa mampu berpikir luas. Humas harus mahir dalam mengevaluasi opini khususnya opini yang bersifat negatif dan menjatuhkan. Selanjutnya, humas mesti menggiring opini publik ke arah yang semestinya dengan tidak merugikan pihak manapun. 

8. Sebagai fasilitator pemecah masalah 

Dalam suatu wadah organisasi, humas ikut andil sebagai fasilitator pemecah masalah yang terjadi dalam internal organisasi. Humas bertugas untuk membantu tim manejemen perusahaan sebagai konsultan maupun penasehat pimpinan dalam pemgambilan segala keputusan yang berkaitan dengan organisasi. Terutama dalam keadaan kritis maupun darurat. 

Yang perlu diingat bahwa humas harus senantiasa mengutamakan kepentingan bersama tanpa adanya pikiran dan tujuan untuk menjatuhkan pihak manapun. Humas harus netral dan selalu bertujuan untuk memajukan organisasi yang menaunginya. 

9. Sebagai pembina hubungan baik dalam internal organisasi 

Humas senantiasa berperan penting dalam membina hubungan baik di dalam internal organisasi. Sudah sewajarnya jika humas melakukan identifikasi terkait kewajiban maupun hak antar anggota organisasi demi meminimalisir risiko penyalahgunaan hak maupun kewajiban di dalam internal organisasi tersebut. 

Di samping itu, humas mesti cermat dalam menyaring informasi dan mengolahnya sebelum disampaikan ke publik secara luas. Humas harus pintar dalam memilih informasi mana yang perlu disampaikan ke publik dan mana yang tidak perlu. 

10. Berperan penting dalam menarik simpati publik

Tugas humas dalam organisasi yang terakhir adalah sebagai penarik simpati publik. Humas harus senantiasa mampu menyampaikan informasi yang baik dan tentunya mampu membangun citra organisasi di mata publik dengan tujuan untuk menarik simpati. 

Simpati publik yang diciptakan oleh humas adalah simpati yang bersifat positif dan menguntungkan bagi organisasi tanpa merugikan pihak lain.

Humas dilarang keras untuk menciptakan seni berbohong demi menarik simpati publik. Untuk menjadi humas, maka Anda perlu pintar dalam mengelola pemikiran dan perkataan agar tersampaikan dengan baik. 

Humas senantiasa memiliki peran positif dalam suatu wadah organisasi. Tanpa humas, tentu organisasi tidak akan dapat berjalan dengan baik. Sepuluh tugas humas dalam organisasi tersebut kiranya dapat bermanfaat bagi Anda khususnya yang ingin berpartisipasi sebagai humas. Jadilah humas yang mampu membangun citra bagus bagi organisasi yang menaungi Anda, ya!

Gravatar Image
Accounting Blogger, Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.