Pengertian, Jenis Jenis Koperasi Serta Struktur Organisasinya

Posted on
Pengertian, Jenis Jenis Koperasi Serta Struktur Organisasinya
4.5 (90%) 2 votes
lambang koperasi indonesia
Lambang koperasi indonesia (terbaru)

“Pengertian, Jenis Jenis Koperasi Lengkap Serta Struktur Organisasi Koperasi”

Akuntansilengkap.com –  Sebagian orang atau bahkan kita sendiri mungkin sudah sering melihat atau telah menjadi anggota pada salah satu jenis koperasi, dengan bergabung dengan koperasi, secara tidak langsung kita sudah membangun kemandirian dalam ekonomi dan membawa manfaat yang luar biasa bagi para anggota koperasi pada khususnya dan pada masyarakat luas umumnya.

Pada artikel ini akan dijelaskan tentang Jenis-jenis koperasi/ pengertian koperasi konsumen/ koperasi produsen/ koperasi jasa/ koperasi simpan pinjam / koperasi pemasaran dan koperasi usaha desa. (Baca juga: Landasan, asas dan tujuan koperasi )

Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

Koperasi berasal dari kata Co dan Operation yang memiliki makna bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Artinya, koperasi adalah sekumpulan orang atau organisasi (badan hukum) yang bersama-sama memberikan kebebasan sebagai anggota untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya. (Baca juga: 4 tingkatan koperasi di Indonesia )

Internasional Cooperative Alliance (ICA) buku The Cooperative Principles karangan P.E. Weraman

Pengertian Koperasi adalah kumpulan orang-orang atau badan hukum (organisasi, komunitas) yang tujuaannya untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi para anggotanya dengan cara saling membantu untuk memenuhi kebutuhan anggotanya, dan juga membatasi keuntungan usaha dengan dilandaskan atas prinsip-prinsip ekonomi.

Bapak Koperasi Dr. Mohammad Hatta

Koperasi adalah bangunan organisasi yang bergerak dalam bidang usaha bersama yang menganut asas kekeluargaan. Seluruh anggotanya bekerjasama dan bertanggungjawab untuk mencapai tujuan bersama.

Undang-undang Perkoperasian No.25 tahun 1994 pasal 1 ayat 1

Definisi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar asas kekeluargaan.

Koperasi menjadi milik para anggotanya sendiri, dana diatur sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para anggotanya. Sehingga tidak terdapat paksaan atau campur tangan dari pihak lain yang tidak ada sangkut paut dengan koperasi. Pembagian penghasilan dari usaha koperasiharus berdasarkan besar atau kecilnya karya/modal/jasa anggotanya.

Baca juga: 

  1. 3 Pengertian Sisa Hasil Usaha Koperasi Menurut Para Ahli
  2. 11 Sumber Modal Koperasi (UU 25 Tahun 1992)
  3.  12 Cara Mendirikan Koperasi (Simpan Pinjam, Yang Benar)

Jenis Jenis Koperasi

Jenis koperasi bila didasarkan atas kesamaan kepentingan dan kegiatan anggota dan sesuai dengan undang-undang koperasi yang berlaku dapat dikelompokkan atas:

  1. Koperasi konsumen,
  2. Koperasi produsen,
  3. Koperasi simpan pinjam,
  4. Koperasi pemasaran,

Koperasi pada umumnya akan mengutamakan kepentingan yang sama untuk memenuhi kebutuhan anggota. Barang dagang yang disediakan koperasi berasal dari grosir badan penyalur/pengusaha, sehingga bisa didapatkan dengan harga yang murah.

a. Koperasi Konsumen

contoh koperasi konsumen
Contoh koperasi konsumen

Pengertian koperasi konsumen adalah koperasi yang kegiatannya sebagai penyalur tunggal barang-barang kebutuhan anggota sehari-hari atau memperpendek jarak (baca: distribusi) antara produsen dengan konsumen dan anggotanya berasal dari orang-orang yang mempunyai kepentingan langsung dalam lapangan konsumsi.

Selain berfungsi sebagai penyalur tunggal barang-barang kebutuhan pokok anggota, fungsi koperasi konsumen yang lainnya adalah:

  1. dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan mudah
  2. kualitas barang lebih terjamin
  3. harga lebih murah atau sama dengan harga pasar
  4. sisa hasil usaha yang diperoleh dikembalikan kepada anggota
  5. ongkos-ongkos penjualan maupun ongkos pembelian dapat dihemat.

b. Koperasi Produsen

Contoh koperasi produsen
Contoh koperasi produsen

Pengertian Koperasi Produsen adalah koperasi yang didirikan oleh industri kecil yang bekerja untuk kepentingan bersama yaitu terdiri dari pengusaha, pemilik alat-alat produksi dan karyawan yang mempunyai kepentingan untuk menghidarkan diri dari kaum kapitalis dan usahanya berhubungan langsung dengan bidang industri atau kerajinan.

1. Koperasi Petani

Koperasi petani adalah koperasi yang usahanya bersangkutan dengan bidang pertanian. Sedangkan angotanya terdiri atas para petani pemilik lahan pertanian, buruh tani atau pemaro, dan orang-orang yang berkepentingan. Usaha dari koperasi pertanian diantaranya meliputi:

  1. Menyediakan alat-alat pertanian dan bahan-bahan untuk menambah produktivitas pertanian seperti pembelian bibit unggul, obat pemberantas hama dan penyakit, pupuk.
  2. Mengolah hasil pertanian dari tingkat bahan menjadi hasil siap pakai, misalnya pengolahan karet, penggilingan padi.
  3. Mengusahakan penjualan hasil pertanian/pemasaran.
  4. Menyalurkan kredit untuk para anggotanya supaya bisa memnuhi kebutuhan produksi pertaniannya dan terhindar dari sistem ijon.

Potensi koperasi petani diikutsertakan dalam kelompok tani, bimas. Bimas merupakan paduan dari kegiatan baik aparat pemerintah, swasta dan para petani. Usaha untuk meningkatkan swadaya masyarakat petani dengan saptakarya pertanian yang meliputi:

  1. pancausaha,
  2. pembinaan/penguasaan hasil,
  3. pengolahan hasil,
  4. pemasaran hasil,
  5. pembangunan masyarakat desa,
  6. peningkatan kualitas,
  7. peningkatan kuantitas pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi.

2. Koperasi Peternakan

Koperasi peternakan adalah koperasi yang kegiatannya berhubungan dengan usaha peternakan  sehingga anggotanya meliputi pengusaha-pengusaha peternakan, buruh peternakanan, pemilik ternak dll. Koperasi peternakan dapat didirikan sesuai dengan jenis ternak yang ingin di kembangkan, misalnya:

  1. koperasi peternak ayam buras,
  2. koerpasi peternak itik,
  3. koperasi peternak sapi, kambing dan kerbau.

Koperasi peternakan bisa di hubungkan dengan pertanian sehingga bisa untuk usaha sambilan. Di sisi lain akan saling menguntungkan dan menciptakan lapangan usaha bila diorganisir dengan baik. Bidang usaha dari koperasi peternakan diantaranya meliputi:

  1. Mengusahakan penyediaan bibit ungul, obat-obatan bagi ternak dan makanan ternak
  2. Penyediaan lahan/tempat untuk memelihara ternak
  3. Memberikan kredit kepada anggota koperasi
  4. Mengusahakan penjualan hasil peternakan.

3. Koperasi Perikanan

Koperasi perikanan adalah koperasi yang terdiri atas orang-orang yang berkepentingan dengan bidang perikanan baik usaha perikanan laut maupun perikanan darat, dan para pengusaha pemilik perikanan, para nelayan, dan sebagai anggotanya. Kegiatan usaha koperasi perikanan diantaranya meliputi:

  1. penyediaan bibit ikan, alat-alat penangkapan hasil ikan, perahu bermotor bagi anggota;
  2. pengadaan sarana pengangkutan hasil perikanan;
  3. pengolahan hasil ikan dengan sistem mekanik dan ban berjalan;
  4. mengusahakan pemasaran hasil perikanan untuk anggota maupun masyarakat;
  5. Pemberian kredit bagi anggota.

4. Koperasi Kerajinan dan Industri

Koperasi Kerajinan dan Industri adalah koperasi yang anggotanya terdiri atas orang yang bersangkut-paut dengan kerajinan dan industri, seperti usaha-usaha kerajinan dan pengusaha industri atau misalnya koperasi kerajinan tangan, koperasi ukiran kayu, koperasi batik, koperasi elektronika, koperasi industri tekstil. Kegiatan usaha koperasi kerajinan dan industri yang bisa dijalankan diantaranya adalah:

  1. menyediakan bahan dan alat-alat kerajinan dan industri yang diperlukan
  2. menciptakan model-model baru, teknologi mutakhir
  3. mengusahakan pemasaran hasil
  4. menyediakan sarana gudang dan pengangkutan
  5. menggunakan metode atau cara pembuatan hasil yang lebih modern.

c. Koperasi Simpan Pinjam

contoh koperasi simpan pinjam
Contoh koperasi simpan pinjam

Koperasi simpan pinjam (koperasi kredit) adalah koperasi yang kegiatan usahanya menyimpan dan atau menaungi jumlah tabungan yang terkumpul dipinjamkan kepada para anggota – yang mempunyai kepentingan langsung dalam lapangan perkreditan – dengan tingkat bunga yang diatur dalam anggaran rumah tangga koperasi.  Bidang kegiatan usaha koperasi simpan pinjam diantaranya meliputi:

  1. menerima uang simpanan dari anggota koperasi;
  2. melayani pinjaman anggota;

Tujuan koperasi simpan pinjam adalah:

  1. membantu anggotanya yang membutuhkan dana dengan memberikan bantuan kredit
  2. mendidik para anggota supaya giat menyimpan secara teratur sehingga dapat membentuk modal
  3. mendidik para anggota untuk menerapkan pola hidup teratur yaitu dengan menyisihkan sebagaian dari penghasilan mereka untuk ditabung
  4. menambah pengetahuan dan informasi tentang perkoperasian.

d.      Koperasi Pemasaran

contoh koperasi pemasaran
Contoh koperasi pemasaran

Koperasi pemasaran adalah koperasi yang anggotanya merupakan orang-orang tertentu yang mempunyai usaha untuk pemasaran barang dan jasa atau kepentingan langsung dalam bidang tersebut.

Tujuan koperasi pemasaran adalah:

  1. membantu dalam memasarkan barang-barang yang dihasilkan anggota;
  2. memberikan pelayanan terhadap anggota dalam cara meningkatkan jumlah dan mutu barang yang layak untuk dipasarkan kepada konsumen;
  3. memperlancar arus barang dari produsen kepada konsumen;

e.      Koperasi Jasa

Contoh koperasi jasa
Contoh koperasi jasa

Koperasi jasa adalah koperasi yang khusus bergerak di bidang pelayanan. Kopersi ini tumbuh akibat meningkatnya kegiatan usaha dan keanekaragaman kebutuhan, jadi selain kegiatan di bidang usaha produktif, koperasi juga perlu didirikan untuk kegiatan bidang usaha jasa.  Jenis koperasi ini contohnya koperasi Angkutan Kota, Koperasi Bina Usaha Transportasi RI (Kobutri), Angkutan pedesaan, Koperasi Bandung Tertib (Kobanter), Koperasi Asuransi Indonesia (KAI), Koperasi Angkutan Jakarta (KOPA), Bank Umum Koperasi, Koperasi Listrik, Koperasi Usaha Kredit (KUK), Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

f. Koperasi Unit Desa

Contoh Koperasi Usaha Desa
Contoh Koperasi Usaha Desa

Koperasi Unit Desa (KUD) adalah organisasi ekonomi yang banyak berkembang di pedesaan karena berwatak sosial kemasyarakatan dan kegiatan usahanya adalah menjadi wadah pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat desa.

Fungsi KUD

KUD (Koperasi Usaha Desa) sebagai pusat pelayanan dalam kegiatan perekonomiaan pedesaan memiliki peran dan fungsi diantaranya melaksanakan:

  1. Perkreditan, yaitu menyediakan kebutuhan modal investasi dan modal kerja/usaha untuk keperluan produksi bagi anggota KUD dan warga desa umumnya.
  2. Penyediaan dan penyaluran sarana-sarana produksi seperti sarana sebelum dan sesudah panen, sarana produksi untuk keperluan industri/kerajinan dan sebagainya, penyediaan dan penyaluran barang-barang keperluan sehari-hari khususnya sembilan bahan pokok dan jasa.
  3. Pengolahan dan pemasaran hasil produksi/industri dari para anggota KUD dan warga desa umumnya.
  4. Kegiatan perekonomian lainnya seperti perdagangan, pengangktan, dan sebagainya.

Tugas Koperasi Unit Desa adalah:

  1. Mewajibkan dan menggiatkan anggota untuk menyimpan secara teratur.
  2. Memberikan pinjaman kepada anggota untuk memajukan usaha.
  3. Memberikan penyuluhan teknik pertanian, peternakan, perikanan, dan lain-lain yang berhubungan dengan usaha anggota.
  4. Mengadakan penyuluhan, pengolahan pergudangan, dan menyelenggarakan pemasaran hasil-hasil anggota.
  5. Mengadakan atau menyalurkan barang-barang konsumsi keperluan anggota.
  6. Menambah pengetahuan perkoperasian anggota.

Struktur Organisasi Koperasi

Struktur organisasi koperasi terdiri dari induk koperasi gabungan atau koperasi induk (koperasi sekunder). Koperasi induk terdiri dari sekurang-kurangnya tiga koperasi. Disebut sebagai koperasi sekunder karena diatas koperasi primer. Agar lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini.

struktur organisasi koperasi

  1. Induk koperasi terdiri dari sekurang-kurangnya tiga gabungan koperasi yang berbadan hukum
  2. Gabungan koperasi terdiri atas sekurang-kurangnya tiga pusat koperasi yang berbadan hukum
  3. Pusat koperasi terdiri atas sekurang-kurangnya tiga koperasi primer yang berbadan hukum.
  4. Koperasi primer terdiri atassekurang-kurangnya beranggotan dua puluh orang.

Itulah tadi 8 [Delapan] Jenis Jenis Koperasi Lengkap Serta Struktur Organisasi Koperasi. Semoga bermanfaat menambah wawasan pembaca semua yaa. Terimakasih atas kunjungannya. 🙂

Kunjungi juga artikel lainnya:

  1. 5 [Lima] Perbedaan Bank Syariah Dan Konvensional Dengan Tabel
  2. Sejarah Bank Pemerintah Indonesia Beserta Tahun Pendirian
  3. Sejarah Perbankan Di Indonesia [9 Bank Zaman Kemerdekaan ]
  4. Pengertian Kebijakan Moneter [Instrumen, Tujuan, Jenis-Jenis Dan Contoh]
  5. 13 Produk Produk Bank Syariah (Penjelasan Lengkap)
Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.