Fungsi dan Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol dan Para Ahli

Posted on

Fungsi manajemen bagi perusahaan adalah sebagai elemen dasar dalam menjalankan pengelolaan sebuah perusahaan agar mencapai tujuan yang ingin dicapai.

fungsi manajemen menurut hendry fayol dan para ahli

Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol

Siapakah Henry Fayol ?

Ia merupakan salah satu industrialis asal Negara Perancis, pada sekitar permulaan abad 20 beliau mengungkapkan 5 fungsi manajemen yang terdiri dari:

  1. Perencanaan (Planning)
  2. Pengorganisasian (Organizing)
  3. Penyusunan Personalia (Staffing)
  4. Pengarahan (Leading)
  5. Pengawasan (Controlling)

Penjelasan secara lengkapnya adalah sebagai berikut:

Perencanaan (Planning)

Pada tahap ini dilakukan pemilihan dan penetapan tujuan-tujuan organisasi /perusahaan serta penentuan berbagai strategi kebijakan prosedur program metode pengelolaan keuangan dengan sistem anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Pengorganisasian (Organizing)

Pada tahap ini ditentukan beberapa yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan organisasi hal diantaranya : sumber daya dan kegiatan utama perusahaan, pengembangan organisasi serta kelompok kerja, pembagian tanggungjawab kerja pada bagian divisi/bidang organisasi

Penyusunan Personalia (Staffing)

Adalah tahap pengembangan karyawan seperti penarikan (recruitment), penempatan dan pemberian orientasi kepada karyawan dalam lingkungan kerja supaya dapat bekerja secara produktif, profesional dan kreatif.

Pengarahan (Leading)

Adalah tahap bagaimana menentukan dan membuat para karyawan melakukan pekerjaan yang mereka inginkan dan apa yang harus mereka lakukan.

Pengawasan (Controlling)

Adalah tahap pengendalian dan penerapan cara atau strategi untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan dan sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Menurut George Terry

George Terry  menambahkan beberapa fungsi manajemen diantaranya:

Koordinasi (Coordinating)

Tahap koordinasi dapat dikatakan sebagai aktivitas manajer yang membawa pengaruh suasana kera sama yang harmonis bagi orang-orang yang terlibat dalam organisasi. Tahap ini berfungsi untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, kekosongan kegiatan, percekcokan, dengan cara menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Pengkoordinasian merupakan rangkaian aktivitas manajer membawa orang-orang yang terlibat organisasi ke dalam suasana kerja sama yang harmonis.

Dengan adanya pengoordinasian dapat dihindari kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan tindakan yang simpang siur antara orang-orang yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.

Koordinasi ini mengajak semua sumber daya manusia yang tersedia untuk bekerjasama menuju ke satu arah yang telah ditentukan. Bentuk kegiatan koordinasi diantaranya seperti:

  1. Melaksanakan penjelasan singkat
  2. Mengadakan rapat kerja
  3. Memberikan umpan balik tentang hasil suatu kegiatan.

Pelaporan (Reporting)

Segala kegiatan yang terjadi di perusahaan/organisasi mulai dari perencanaan hingga pengawasan, tidak memiliki arti jika tidak direkam secara baik melalui pencatatan-pencatatan yang benar dan tepat.

Fungsi tahap pelaporan dimaksudkan sebagai pemberian informasi kepada manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja dan dapat memutuskan kebijakan dengan baik dan tepat sasaran.

Pelaporan juga merupakan bentuk pertanggungjawaban sehingga harus didukung dengan data-data tentang apa yang telah dilakukan dalam organisasi, data-data tersebut dapat diperoleh bila dilakukan pencatatan dan pendokumentasian yang baik.

Pembuatan Anggaran (Budgeting )

Perencanaan anggaran merupakan bentuk pengendalian organisasi melalui perencanaan keuangan (fiskal) dan akuntansi.

Dalam penyusunan anggaran dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijakan umum perusahaan.
  2. Data masa lalu.
  3. Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi.
  4. Pengetahuan tentang taktik, strategi pesaing, dan gerak-gerik pesaing.
  5. Kemungkinan adanya perubahan kebijakan pemerintah.Penelitian untuk pengembangan perusahaan.

Memerintah (Commanding)

Tahap ini berfungsi sebagai manajemen yang berhubungan dengan usaha membina dan membimbing, memberikan saran, perintah-perintah dan instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas, agar setiap pekerjaan dilaksanakan dengan baik dan mengikuti tujuan yang telah ditetapkan.

Memotivasi (Motivating)

Pada tahap ini peran seorang manajer sangat dibutuhkan untuk memberikan motivasi dan penyemangat bagi para kepala bagian dan karyawan. Misalnya memberikan bonus bagi karyawan yang bekerja dengan baik.

Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol

Seorang ahli teori manajemen dan administrasi yang mengenalkan 14 prinsip manajemen adalah Henry Fayol (1841 – 1952) dalam bukunya yang berjudul “Administration Industrielle et Generale”. prinsip manajemen dapat dikatakan sebagai nilai pokok sebagai kaidah yang dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas menjalin kerjasama untuk sebuah keberhasilan tujuan manajemen.

14 prinsip manajemen menurut hendry fayol dan para ahli

Prinsip-prinsip tersebut diantaranya adalah:

Pembagian Kerja (Division of Work)

Pembagian kerja kepada individu (karyawan) bertujuan untuk membangun sebuah pengalaman dan mengasah keahlian pada suatu bidang agar individu tersebut bisa menjadi lebih produktif dan menguntungkan. Individu tersebut nantinya akan memiliki pengetahuan lebih dibidangnya dan dapat dimaksimalkan pengetahuannya untuk kelancaran manajemen perusahaan.

Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority and Responsibility)

Kedua prinsip manajemen ini merupakan kunci dalam melaksanakan kerjasama usaha. Dengan fungsi ini manajer akan dapat mengadakan hubungan keatas maupun kebawah. Artinya harus ada kekuasaan yang memberikan perintah dan membuat seorang manajer ditaati. Tugas dan tanggungjawab manajer perusahaan sangat berat maka diperlukan manajer yang professional dalam memimpin perusahaan sehingga perusahaan dapat berhasil.

Disiplin (Discipline)

Perilaku disiplin sangat erat kaitannya dengan wewenang seorang manajer (pemegang wewenang). Para pemegang wewenang diharapkan dapat menanamkan sifat disiplin sehingga bisa memiliki tanggungjawab terhadap pekerjaannya.

Disiplin yang dimaksud disini meliputi:

  • kerajinan,
  • kesungguhan hati,
  • ketaatan,
  • kebiasaan,
  • kesiapan,
  • persetujuan,
  • tata krama antara organisasi tersebut dengan warganya

Kesatuan Perintah (Unity of Command) 

Kesatuan perintah merupakan suatu instruksi yang hanya boleh disampaikan oleh satu atasan/manajer saja. Setiap karyawan harus mengetahui kepada siapa dia harus bertanggungjawab sesuai dengan kewenangan yang didapatnya. Perintah ganda dari atasan lain akan menyebabkan rusaknya wewenang dan tanggungjawab serta pembagian kerja.

Baca: Inilah 6 Unsur Unsur Manajemen Menurut Para Ahli

Kesatuan Pengarahan (Unity of Direction)

Prinsip ini menyatakan bahwa setiap golongan pekerjaan yang memiliki misi dan tujuan yang sama, harus memiliki satu rencana yang dipimpin oleh satu manajer saja.

Perbedaan dengan prinsip sebelumnya adalah untity of command berhubungan dengan jalannya fungsi personalia sedangkan unity of direction berhubungan dengan struktur.

Subordinasi Kepentingan Perseorangan terhadap Kepentingan Umum  (Subordination of Individual Interest to General Interest) 

Pada intinya prinsip ini mengajarkan bahwa kepentingan kelompok harus bisa mengatasi kepentingan individu. Artinya prinsip ini menyatakan bahwa setiap karyawan harus mengabdikan kepentingan diri kepada kepentingan organisasi perusahaan. hal ini penting dilakukan supaya aktivitas perusahaan berjalan dengan baik dan lancar.

Prinsip ini bisa terwujud apabila karyawan yang bekerja di perusahaan merasa senang dan nyaman dalam bekerja. Jika pada suborinasi ini mengalami gangguan maka disini dibutuhkan manajemen untuk mendamaikan.

Penggajian Pegawai (Remunerasi)

Menurut Henry Fayol prinsip penggajian karyawan atau pembayaran upah dengan cara pembayaran yang adil dan bisa memberikan kepuasan yang maksimal untuk pegawai. Ketika karyawan merasa puas nantinya akan dapat memberikan rangsangan untuk dapat bekerja lebih rajin lagi.

Baca: 10 Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol dan Para Ahli

Pemusatan (Centralization)

Prinsip pemusatan menyatakan bahwa seluruh organisasi harus memilki pusat. Artinya sebuah perusahaan harus memiliki pusat yang jelas untuk menunjukkan hingga batas mana kewenangan itu di prioritaskan ataupun dibagi pada suatu organisasi perusahaan. Tanggungjawab terbesar di sebuah organisasi berada pada orang yang memegang kewenangan tertinggi atau pucuk pimpinan (manajer).

Pemusatan ini berguna juga sebagai upaya untuk memberikan kejelasan perintah dan untuk menghindari adanya simpang siur kewenangan dan tanggungjawab.

Rangkaian Perintah – Hierarki (Chain of Command)

Prinsip rangkaian Perintah adalah prinsip manajemen yang mewajibkan pemberian perintah dari atas kebawah harus mengambil jarak yang peling terdekat. Hirarki ini diterapkan untuk kesatuan arah perintah yang jelas dan efektif. Rantai perintah ini mengacu kepada jumlah tingkatan bagian yang ada pada organisasi dari otoritas tertinggi dan yang paling rendah pada sebuah organisasi perusahaan. garis otoritas jaraknya tidak boleh terlalu jauh.

Ketertiban (Order)

Prinsip manajemen ini bisa dikatakan sebagai syarat utama karena pada umumnya tidak akan ada orang yang dapat bekerja pada keadaan kacau. Ketertiban pada suatu pekerjaan dapat terwujud apabila semua karyawan memiliki ketertiban dan disiplin yang tinggi.

Keadilan (Equity) 

Siapa yang suka diberlakukan adil? Pasti semua orang mengharapkan yang demikian.

Keadilan Menurut Atmosudirdjo, adalah bentuk realisasi dari sesuatu yang telah tetap. Keadilan atau kewajaran membutuhkan banyak pikiran sehat, pengalaman dan kebaikan hati. Prinsip ini mutlak harus dilakukan manajemen untuk memperlakukan karyawan dengan wajar atau dengan memberikan apa yang telah menjadi haknya artinya manajemen harus melakukan pegawai dengan baik.

Menurut Henry Fayol, Prinsip keadilan dikatakan sebagai sesuatu yang dapat memunculkan kesetiaan dan kepatuhan karyawan dengan cara mengkoordinasikan keadilan dan kebaikan para pimpinan dalam memimpin bawahan dan merangsang tumbuhnya rasa tunduk kepada kekuasaan dari atasan.

Stabilitas Masa jabatan dalam Kepegawaian (Stability of Tenur of Personel)

Kestabilan jabatan dan kepegawaian yang tetap harus dilakukan mengingat pergantian karyawan pada perusahaan yang tinggi akan dapat menyebabkan ongkos yang tinggi dalam produksi.

Butuh waktu untuk pekerja agar dapat menyesuaikan diri dengan jabatan atau fungsinya yang baru untuk menjalankan tugas dengan baik. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mendapatkan stimulus keamanan dan pekerjaan serta jenjang karir yang pasti.

Prakarsa (Inisiative) 

Prinsip ini menyatakan bahwa seorang pimpinan (manajer) harus cerdas dalam memberikan inisiatif.  Inisiatif atau prakarsa ini terhimpun dari perasaan, pikiran, keahlian, kehendak serta pengalaman seseorang yang nantinya akan direalisasikan.

Setiap prakarsa atau inisiatif harus dihargai dengan setinggi-tingginya apabila berguna untuk penyelesaian pekerjaan dengan cara yang sebaik-baiknya dan memberikan manfaat yang luar biasa bagi organisasi.

Semangat Kesatuan (Esprit de Corps)

Prinsip ini merupakan prinsip manajemen yang menyatakan bahwa setiap pegawai harus memiliki rasa kesatuan senasib sepenanggungan yang dapat menciptakan semangat kerja sama jadi lebih baik.

Pemimpin yang baik akan dapat memunculkan semangat kesatuan ini.

Demikianlah penjelasan tentang Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol dan Para Ahli semoga bermanfaat. Sekian dan terimakasih.

Kunjungi Juga: