Fungsi Lembaga Pendidikan

Posted on

Lembaga pendidikan hadir untuk memfasilitasi seseorang mendapatkan pendidikan. Pendidikan sendiri merupakan upaya untuk menciptakan kegiatan belajar dan proses pembelajaran.

Fungsi lembaga pendidikan adalah sebagai wadah untuk membantu seseorang dalam memperbaiki kualitas pengetahuannya.

Pendidikan sendiri berfungsi untuk membuat seseorang bisa terbebas dari kebodohan akibat tidak memiliki ilmu pengetahuan.

Adanya lembaga pendidikan membuat seseorang mudah mendapatkan pengetahuan baru yang akan bermanfaat bagi kehidupannya. 

Fungsi Lembaga Pendidikan Secara Umum

Fungsi Lembaga Pendidikan

Fungsi Manifes

Fungsi manifes lembaga pendidikan adalah fungsi lembaga pendidikan yang terlihat. Fungsi manifes juga disebut sebagai konsekuensi dari sistem lembaga pendidikan yang disadari oleh anak didik (partisipan).

Fungsi manifes tercantum dalam pendidikan sekolah. Fungsi manifes lembaga pendidikan adalah:

  1. Mengenalkan ilmu pengetahuan yang bisa digunakan peserta didik untuk bekal di pekerjaannya kelak.
  2. Memberikan pemahaman tentang budaya masyarakat yang beragam, sehingga harus dijaga dan dilestarikan.
  3. Menanamkan nilai-nilai moral dan sosial untuk ikut berpartisipasi dan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  4. Mengenalkan berbagai potensi dan bakat kepada anak didik yang harus dikembangkan.

Fungsi Laten

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah konsekuensi dari sistem lembaga pendidikan yang tidak disadari oleh peserta didik.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah:

  1. Mengurangi pendidikan dan pengasuhan dari orang tua. Peran pendidikan akan digantiikan oleh guru di sekolah.
  2. Menunda masa dewasa. Seseorang yang tidak mengenyam pendidikan di sekolah, biasanya akan menggunakan masa muda nya untuk melakukan kegiatan yang dikerjakan oleh orang dewasa. 
  3. Menghilangkan kelas sosial. Pendidikan diharapkan bisa menyadarkan peserta didik bahwa semua masyarakat adalah sama, tidak ada masyarakat yang lebih unggul atau lebih rendah.

Baca Juga: Fungsi Lembaga Pembiayaan

Fungsi Lembaga Pendidikan Keluarga (Informal)

fungsi Lembaga Pendidikan Informal

Keluarga terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak. Lembaga pendidikan keluarga adalah lembaga pendidikan yang paling utama dalam kehidupan seseorang. Karena keluarga merupakan tempat yang sehari-hari melakukan interaksi dan bertanggungjawab dalam melindungi setiap anggota keluarga.

Dalam lembaga pendidikan keluarga, orang tua akan mendidik anaknya, supaya bisa berkembang dengan baik. Orang tua lah yang akan mengajari anaknya pertama kali. memberikan dasar-dasar pendidikan moral, agama dan pengetahuan dasar lainnya.

Fungsi lembaga pendidikan keluarga diantaranya:

  1. Membentuk pribadi Anak. 
  2. Menjamin kehidupan emosional Anak. 
  3. Menerapkan dasar pendidikan sosial.
  4. Menerapkan dasar pendidikan moral.
  5. Menerapkan dasar pendidikan kegamaan.

Baca Juga: Fungsi Lembaga Sosial

Fungsi Lembaga Pendidikan Formal

fungsi Lembaga Pendidikan Formal

Lembaga pendidikan sekolah adalah tempat untuk anak-anak mendapatkan ilmu akademik secara formal.

Lembaga pendidikan formal memberikan pendidikan sesuai tingkat pendidikan dan umur peserta didik.

Lembaga pendidikan formal dikelola oleh tenaga pendidik atau guru yang ahli dalam ilmu pengetahuan tertentu. Sehingga anak didik akan mendapat ilmu yang mumpuni. 

Fungsi lembaga pendidikan formal adalah untuk memberikan pengajaran kepada anak didik untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat akademis dan umum.

Fungsis lembaga pendidikan formal lainnya adalah:

  1. Sebagai lembaga pendidikan kedua yang menjamin pendidikan anak didik setelah lembaga pendidikan keluarga.
  2. Memfasilitasi anak didik belajar dan berinteraksi dengan teman, guru dan orang-orang yang ada di lingkungan sekolah.
  3. Mengajarkan untuk mencintai, dan merawat budaya bangsa.
  4. Mendidik siswa supaya memahami tentang aturan di sekolah, 
  5. Mendididik siswa mengetahui tentang materi umum seperti mempelajari sejarah, pendidikan kewarganegaraan, sains, dan pendidikan keagamaan.
  6. Mendidik siswa supaya bisa memberikan manfaat bagi lingkungan, bangsa dan agama.
  7. Mendidik siswa agar punya semangat berkarya dengan baik melalui organisasi internal, serta belajar berkompetisi seperti melalui kejuaran antar siswa atau antar lembaga pendidikan formal lain.

Contoh lembaga pendidikan formal adalah:

  1. Taman Kanak-kanak (TK)
  2. Raudatul Athfal (RA)
  3. Sekolah Dasar (SD)
  4. Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  5. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  6. Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  7. Sekolah Menengah Atas (SMA)
  8. Madrasah Aliyah (MA)
  9. Sekolah Menengah Kejuruan SMK)
  10. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
  11. Perguruan Tinggi

Baca Juga: Fungsi Lembaga Ekonomi

Fungsi Lembaga Pendidikan Nonformal

fungsi Lembaga Pendidikan nonformal

Lembaga pendidikan nonformal adalah lembaga pendidikan untuk mendapatkan pendidikan secara khusus, dari orang-orang profesional. 

Lembaga pendidikan nonformal dilakukan diluar lembaga pendidikan formal seperti sekolah dan universitas.

Menurut Hamojoyo, lembaga pendidikan nonformal adalah sebuah usaha yang sistematis guna membentuk masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. 

Kemudian Coobs berpendapat bahwa lembaga pendidikan nonformal adalah pendidikan yang berdiri sendiri, bukan merupakan bagian dari sekolah yang menjadi wadah masyarakat dalam mendapatkan pendidikan yang diinginkannya. 

Fungsi lembaga pendidikan nonformal adalah sebagai pendidikan alternatif bagi yang ingin mendalami tentang keilmuan khusus, seperti kecakapan dalam bahasa asing, ilmu agama, keahlian dalam dunia informatika dan keahlian dalam bidang teknik industri.

Beberapa contoh lembaga pendidikan nonformal adalah:

  1. Lembaga kursus.

Lembaga kursus adalah tempat untuk mendapatkan pengetahuan secara spesifik dari ahlinya. Contoh, lembaga kursus seni, lembaga kursus komputer, lembaga kursus media informasi dan teknologi, kursus mengemudi, kursus, bahasa asing, kursus memasak, kursus menjahit dan lainnya.

  1. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

PKBM adalah lembaga pendidikan nonformal yang berfungsi untuk menambah keterampilan masyarakat melalui pengembangan minat bakat, pelatihan UMKM, pengembangan tempat wisata, dan pengembangan potensi desa lainnya.

  1. Kelompok belajar

Kelompok belajar adalah pendidikan nonformal yang dibentuk oleh masyarakat untuk bertukar ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman masing-masing anggotanya.

  1. Pondok pesantren atau Lembaga keagamaan

Lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu-ilmu agama. Tujuan pondok pesantren adalah membentuk anak didik supaya hidup berdasarkan ajaran, dan faham agama yang dianutnya misalnya agama islam. 

Ketika sudah lulus dari pondok pesantren, diharapakan peserta didik bisa bermanfaat bagi agama, dan berdakwah untuk menyebarkan ajaran agama nya ke masyarakat luas.

  1. Sanggar 

Sanggar adalah sarana yang dibentuk oleh komunitas untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan komunitas tersebut.

Contoh sanggar adalah sanggar ibadah, sanggar seni, sanggar anak, sanggar kerja.

Tujuan lembaga pendidikan nonformal adalah:

  1. Melengkapi atau menyempurnakan bidang keilmuan pendidikan formal.
  2. Pengembangan potensi minat dan bakat seseorang.
  3. Media sosialisasi untuk menambah pertemanan bahkan jaringan bisnis.