Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang (Periodik Dan Perpetual)

Posted on
Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang (Periodik Dan Perpetual)
4.5 (90%) 8 vote[s]

metode pencatatan persediaan barang dagang periodik dan perpetual

Metode Pencatatan Persediaaan Barang Dagang | Akuntansilengkap.com – Ada dua metode pencatatan persediaan yang dapat digunakan yaitu metode fisik dan metode perpetual.

Metode Fisik Dan Contoh Jurnal


Penggunaan metode fisik mengharuskan perusahaan mengadakan perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan.

Perhitungan persediaan (stock opname) dibutuhkan untuk mengetahui jumlah barang yang masih ada di gudang dan untuk dapat dihitung harga pokoknya.

Dalam metode ini setiap pembelian barang dagang dicatat dalam rekening pembeian karena setiap mutasi persediaan barang dagang tidak diikuti dalam buku-buku.

Dikarenakan tidak ada catatan mutasi persediaan barang maka harga pokok penjualan (hpp) juga tidak bisa diketahui sewaktu-waktu. Harga pokok penjualan bisa dihitung setelah persediaan akhir sudah dihitung.

Perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) bisa dilakukan dengan cara berikut ini:

Persediaan barang awalRp xxx
Pembelian (neto)xxx (+)
Barang tersedia untuk dijualRp xxx
Persediaan barang akhirxxx (-)
Harga pokok penjualanRp xxx

Catatan:

  1. Data diperoleh dari saldo buku besar rekening yang bersangkutan
  2. Dara diperoleh dari hasil stock opname.

Ilustrasi Metode Fisik
  1. Perusahaan membeli barang dagang secara kredit seharga Rp 600.000.
  2. Transaksi retur pembelian sebesar Rp 75.000.
  3. Perusahaan melakukan penjualan kredit dengan harga pokok sebesar Rp 400.000.
  4. Perusahaan melakukan retur penjualan sebesar Rp 36.000 dengan harga pokok Rp 32.000.

No.KeteranganDebetKredit
1.Pembelian600.000 
      Hutang Dagang 600.000
2.Hutang75.000 
      Retur pembelian 75.000
3.Piutang450.000 
     Penjualan 450.000
4.Retur Penjualan36.000 
    Piutang 36.000

Baca Juga: 

  1. Contoh Soal Metode FIFO, LIFO dan Average Bonus Jawaban Penyelesaiannya
  2. Metode Sistem Pencatatan Persediaan Periodik Dan Perpetual Beserta Contoh Transaksinya
  3. [4 Bahasan] Pengertian Persediaan Barang Dagang dan Metode Pencatatan

Masalah yang akan timbul dari metode fisik adalah jika ingin menyusun laporan keuangan jangka pendek (bulanan) maka setiap bulan harus dilakukan perhitungan fisik persediaan barang. Bayangkan waktu yang dihabiskan jika persediaan yang jumlahnya banyak dan penyusunan laporan keuangan juga akan terlambat.

Tidak dilibatkan mutasi persediaan dalam buku, menjadikan metode ini sangat sederhana pada saat pembeian atau pada saat mencatat penjualan.

Metode Buku / Perpetual Dan Contoh Jurnal


Metode perpetual  disusun dengan membuat rekening sendiri dari setiap jenis persediaan yang disebut dengan buku pembantu persediaan. Penggunaan persediaan dalam buku pembantu dapat diawasi dari rekening kontrol persediaan barang dalam buku besar. Rekening yang digunakan untuk mencatat persediaan ini dalam bentuk beberapa kolom yaitu untuk mencatat pembelian, penjualan, dan saldo persediaan.

Setiap terjadi perubahan dalam persediaan akan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan, jadi jumlah persediaan dapat sewaktu-waktu diketahui dengan cara melihat kolom saldo dalam rekening persediaan.

Penggunaan metode perpetual ini akan memudahkan perusahaan menyusun neraca dan laporan laba rugi jangka pendek, alasannya karena tidak perlu lagi menghitung jumlah fisik untuk mengetahui jumlah persediaan akhir.

Meskipun tidak perlu dihitung secara manual atas barang, disarankan perusahaan untuk mengecek apakah jumlah barang digudang sesuai dengan pencatatan.

Apabila terjadi selisih antara pencatatan dengan perhitungan fisik, maka dapat dilakukan penelitian penyebab terjadinya selisih tersebut.

Iustrasi Metode Buku/Perpetual
  1. Pembelian barang dagangan secara kredit sebesar Rp 600.000.
  2. Retur Pembelian sebesar Rp 75.000.
  3. Penjualan Kredit Rp 450.000 dengan harga pokok Rp 400.000.
  4. Retur penjualan Rp 36.000 dengan harga pokok Rp 32.000.

[/su_table]

No.KeteranganDebetKredit
1.Persediaan Barang Dagangan600.000 
     Hutang Dagang 600.000
2.Hutang75.000 
     Persediaan Barang Dagangan 75.000
3.Piutang450.000 
     Penjualan 450.000
 (penjualan kredit)  
 Harga Pokok Penjualan400.000 
      Persediaan Barang dagangan 400.000
 (mencatat harga pokok penjualan)  
4.Retur Penjualan36.000 
       Piutang 36.000
 (Mencatat retur penjualan)  
 Persediaan Barang dagangan32.000 
     Harga Pokok Penjualan 32.000
 (mencatat masuknya kembali persediaan barang dagang) 

[/su_table]

Dari hal tersebut diatas dapat kita sebutkan bahwa pada metode perpetual :

  1. Pada Jurnal pembelian rekening yang didebet adalah rekening “persediaan barang dagangan”.
  2. Pada jurnal penjualan, ada satu jurnal tambahan untuk mencatat pembebanan harga pokok barang yang dijual, yaitu didebet rekening “harga pokok penjualan dan kredit “Persediaan barang dagangan”.

Dengan demikian harga pokok penjualan akan menampilkan harga pokok barang-barang yang dijual. Selisih persediaan tidak termasuk dalam hpp (harga pokok penjualan) tetapi dicatat sendiri.

Sedangkan dalam metode fisik, karena harga pokok dihitung menggunakan  metode selisih persediaan maka kekurangan atau kelebihan persediaan akan termasuk dalam harga pokok penjualan.

Kunjungi Artikel Lainnya:

  1. Potongan Pembelian Beserta Contoh “Jurnal dan Rumusnya
  2. Pengertian Depresiasi (Penyusutan) Beserta Metodenya
  3. “Metode Unit Produksi Dan Metode Jam Jasa” Beserta Contoh Soal
  4. Pengertian Deplesi Beserta Metode, Contoh Soal Dan Jawaban
  5. Model Dan Contoh Sistem Informasi Manufaktur
Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.