Anjak Piutang [Pengertian, Pihak yang Terlibat, Manfaat, serta Mekanismenya]

Posted on

Anjak Piutang [Pengertian, Pihak yang Terlibat, Manfaat, serta Mekanismenya] | Perusahaan yang berkecimpung dalam bidang perdagangan atau penjualan, terdapat kendala utama dalam menjalankan usahanya yang akan menjadikan suatu ancaman ialah penjualan kredit yang banyak sehingga semuanya tidak dapat tertagih atau mengalami hambatan atau macet.

Dengan kredit yang mengalami hambatan atau kemacetan ini, akan mengakibatkan terganggunya proses perputaran barang dan keuangan, dan jika masalah ini tidak segera diselesaikan, maka kerugian yang lebih besar mungkin akan tidak dapat dihindari lagi. (Baca juga: pengertian dan pengakuan piutang )

Untuk menanggulangi masalah ini perusahaan menyerahkan kepada perusahaan yang mampu membantu untuk menyelesaikan, yaitu perusahaan anjak piutang dimana kegiatan utama perusahaan ini bergerak dibidang penagihan piutang.

Pengertian Anjak Piutang

Anjak Piutang [Pengertian, Pihak yang Terlibat, Manfaat, serta Mekanismenya 2

Istilah anjak piutang berasal dari gabungan kata ”anjak” yang berarti pindah atau alih, sedangkan ”piutang” berarti tagihan sejumlah uang. Jadi, Anjak Piutang adalah pengalihan atau perpindahan piutang dari pemiliknya kepada pihak lain.

Dalam bahasa inggris anjak piutang disebut dengan factoring. Factoring ialah piutang dagang dari suatu perusahaan (Clien) yang dijual kepada perusahaan factoring dengan harga yang telah didiskon, dengan syarat bahwa piutang dagang tersebut berasal dari transaksi bisnis pemilik perusahaan (Clien).

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.448/KMK.017/2000 Anjak Piutang adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. (Baca juga: 10 alat pembayaran internasional )

Dalam kamus Bank Indonesia, Anjak Piutang merupakan hukum kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek atau perusahaan atas transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.

Sedangkan perusahaan yang melakukan Anjak Piutang disebut penganjak-piutang (Factoring) dan pengertian penganjak-piutang yaitu adalah pihak yang kegiatannya membeli piutang pihak lain dengan menanggung resiko tak terbayar utang (Factor). (Baca juga: pengertian dan jenis-jenis persero dan perum)

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa anjak piutang adalah suatu cara pendanaan yang berjangka pendek yang memanfaatkaan piutang suatu perusahaan tertentu.

Baca juga:

  1. [Pengertian dan Contoh] Devaluasi, Revaluasi, Apresiasi, dan Resesi
  2. [Lengkap] Pengertian, Jenis-Jenis serta Manfaat Reksa Dana
  3. “Pengertian dan Manfaat” Reasuransi dan Koasuransi

Pihak yang Terlibat

Kegiatan transaksi anjak piutang melibatkan tiga pihak yang terlibat, yaitu:

  1. Kreditor atau klien merupakan perusahaan pemilik piutang atau perusahaan yang menjual piutang. Kreditor menjual tagihannya kepada perusahaan factoring untuk dapat dikelola atau diambil alih dengan cara dikelola atau dibeli sesuai perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat.
  2. Perusahaan anjak piutang atau factoring merupakan perusahaan yang akan membeli atau mengambil alih piutang atau menjual kredit debiturnya.
  3. Debitur merupakan perusahaan atau nasabah yang memiliki masalah dalam pembayaran tagihan utang kreditor (klien).

Manfaat Anjak Piutang

Berikut ini merupakan manfaat anjak piutang :

  1. Membantu administrasi penjualan dan penagihan (sales ledgering and collection services)

Perusahaan anjak piutang akan mendapatkan komisi sebesar persentase tertentu dari jumlah piutang yang dianjakpiutangkan atas pemberian jasa-jasa administrasi yang merupakan bagian dari perjanjian anjak piutang. (Baca juga: perbedaan perusahaan dagang, jasa dan manufaktur )

  1. Membantu beban risiko (credit inscrrance)

Sering kali klien membatasi penjualannya, ia akan menjual hanya kepada nasabah lama saja dengan alasan akan terjadi risiko dalam kredit. Sehingga perusahaan tersebut niasanya akan menolak menjual kredit kepada nasabah yang baru. Hal ini akan menjadi sebuah kerugian.

Dengan perusahaan anjak piutang, perusahaan tersebut dapat membagi risiko yang dimilikinya sehingga akan mampu meningkatkan keuntungan kepada perusahaan tersebut karena pesanan barang dari nasabah baru tidak perlu lagi ditolak. (Baca juga: 10 strategi pemasaran produk )

  1. Memperbaiki sistem penagihan

Jika suatu perusahaan anjak piutang membeli suatu tagihan di suatu perusahaan tertentu, maka perusahaan tersebut akan mengharapkan untuk dibayar pada saat jatuh temponya.

Hal ini berarti tugas perusahaan anjak piutang adalah memantau pembayaran yang dilakukan dan menginformasikan kepada klien atas tagihan-tagihan yang telah jatuh tempo. 

Revisi posisi tagihan yang dianjak-piutangkan akan dilakukan oleh klien. Perusahaan anjak piutang dalam melakukan penagihan sebisa mungkin tidak memperburuk hubungan antara kliennya dengan nasabah atau customer. (Baca juga: 3 sistem pemungutan pajak )

  1. Membantu memperlancar modal kerja

Dengan adanya anjak piutang ini suatu perusahaan akan terlepas dari masalah kredit.Selain itu, klien dapat menjual kredit untuk jangka waktu yang sedikit lebih panjang guna untuk menarik lebih banyak nasabah. Karena hal tersebut klien akan mampu meningkatkan pangsa pasarnya. (Baca juga: pengertian dan manfaat pasar modal )

  1. Meningkatkan kepercayaan

Karena arus dana tidak lagi menjadi masalah, sehingga setiap tagihan akan membayar tepat waktu yang akan meningkatkan kepercayaan pihak klien.

Dengan memiliki reputasi yang baik akan memudahkan melakukan pembelian. Sedangkan dalam penjualan tunai, pemberian diskon yang lebih menarik biasanya akan dilakukan klien. (Baca juga: contoh transaksi pembelian dan penjualan “tunai, retur,kredit )

  1. Kesempatan untuk mengembangkan usaha

Perusahaan kecil akan memiliki kesempatan juga untuk mengembangkan usahanya. Setidaknya akan ada permintaan atas produk atau jasa-jasa yang dihasilkan dan perusahaan tersebut akan memiliki peluang untuk dapat menjual kepada nasabah besar dengan reputasi baik.

Baca juga:

  1. [7 Point] Masalah Ekonomi Makro dan Mikro
  2. [3 Bahasan] Macam Macam Pajak di Indonesia dan Penjelasannya
  3. Pengertian Dumping Adalah [Contoh dan Jenisnya] Dalam Perdagangan Internasional

Mekanisme Transaksi dalam Anjak Piutang

Anjak Piutang [Pengertian, Pihak yang Terlibat, Manfaat, serta Mekanismenya]

Mekanisme transaksi perusahaan anjak piutang yaitu sebagai berikut:

  1. Kreditor menjual atau memberikan piutang yang dimilikinya kepada perusahaan anjak piutang baik dengan cara memberitahukan kepada debitur ataupun tidak
  2. Perusahaan anjak piutang melakukan penagihan kepada debitur sebagai pihak yang memliliki utang sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat dengan kreditor
  3. Debitur membayar kewajiban utangnya kepada perusahaan anjak piutang sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang disepakati
  4. Perusahaan anjak piutang memberikan atau membayar uang penjualan piutang dengan diskonto kepada kreditor sesuai tanggung jawabnya sesudah semua permasalahan utang piutang diselesaikan

Demikianlah penjelesan mengenai Anjak Piutang [Pengertian, Pihak yang Terlibat, Manfaat, serta Mekanismenya]. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Terima kasih atas kunjungannya.

Kunjungi artikel lainnya:

  1.  “Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis” Asuransi [Lengkap]
  2.  7 Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal
  3.  “Pengertian, Contoh, Jenis-Jenis, dan Tujuan” Bank Garansi
  4.  Dampak dan Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran
  5.  Pasar Uang [Pengertian, Fungsi, Tujuan Serta Instrumen dan Jenisnya]

Comments are closed.