Pengangguran Struktural: Pengertian, Contoh dan Cara Mengatasinya

Posted on

Pengangguran merupakan masalah sosial yang selalu ada disetiap daerah. Ada beberapa jenis pengangguran diantaranya pengangguran friksional, pengangguran siklikal, pengangguran struktural dan teknologi.

Untuk bahasan kali ini adalah tentang pengangguran struktural.

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh berubahnya struktur perekonomian suatu negara.

Pengangguran struktural ini sering dialami oleh negara berkembang yang mulai beralih menjadi negara maju. Peralihan ini yang mengakibatkan munculnya jenis usaha baru, persaingan semakin ketat, dampaknya banyak jenis usaha yang ditinggalkan karena mengalami kebangkrutan.

Sebagai ilustrasi, dahulu perusahaan taksi masih bersifat konvensional. Saat ini ada perusahaan taksi digial. Karena taksi digital sangat membantu dan memudahkan konsumen, perlahan konsumen perusahaan taksi konvensional berpindah ke taksi digial.

Perubahan jenis usaha ini tidak bisa dihindari. Sehingga tenaga kerja harus selalu memperbaharui keterampilan dan keahliannya, supaya tidak menjadi pengangguran struktural.

Pengertian Pengangguran Struktural

Pengangguran struktural adalah pengangguran akibat dari perbedaan antara kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh mayoritas pencari kerja, dengan permintaan tenaga kerja yang dibutuhkan.

Perekonomian negara selalu berkembang mengikuti tren dunia usaha baru. Semua usaha selalu dicarikan metode untuk menghasilkan produksi yang baik dengan modal yang sedikit. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi.

Pengangguran struktural ini disebabkan oleh tenaga kerja yang tidak mampu beradaptasi dengan struktur perekonomian yang baru.

Misalnya buruh kebun yang kehilangan pekerjaan, akibat lahan perkebunannya dialihfungsikan oleh pemiliknya menjadi pabrik sepatu, tidak bisa serta merta langsung mendaftarkan diri menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

Karena perbedaan keahlian yang dimiliki buruh kebun dengan karyawan pabrik sepatu.

Baca Juga: Contoh Pengangguran Konjungtural

Penyebab Pengangguran Struktural

Penyebab Pengangguran Struktural

Tidak Punya Keahlian Khusus

Banyak orang yang mengeluhkan betapa sulitnya mencari pekerjaan. Namun, sebaiknya keluhan tersebut bisa dilengkapi dengan sulit mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian seseorang.

Artinya penyebab pengangguran struktural ini permasalahannya terletak pada keahlian, keterampilan yang dimiliki oleh orang yang menganggur.

Pembangunan Industri Perusaahaan Yang Tidak Merata

Banyak perusahaan besar yang didirikan di beberapa daerah saja seperti di Cilegon Banten, Bekasi dan Tangerang.

Lokasi perusahaan yang tidak merata membuat kurangnya penyerapan tenaga kerja, sehingga menimbulkan pengangguran.

Perusahaan yang berada di kota besar memang lebih menguntungkan, sebab distribusi ke kota besar lebih dekat dan biaya pengiriman akan lebih murah.

Perkembangan Teknologi

Kehadiran teknologi di dunia usaha memang bisa membantu meringankan pekerjaan. Namun dampak buruknya adalah tenaga manusia juga tergantikan oleh alat-alat mesin untuk meproduksi sebuah produk.

Jadi kebutuhan tenaga kerja saat ini bergeser ke tenaga kerja yang bisa mengoperasikan teknologi terbaru itu. Sedangkan kebanyakan penganggur tidak memiliki keahlian khusus terkait teknologi-teknologi terkini.

Tingkat Pendidikan Rendah

Pendidikan sangat berpengaruh terhadap keahlian seseorang. Melalui pendidikan dan pengalaman seseorang bisa menjadi ahli di bidang tertentu.

Kenyataannya, masyarakat yang menganggur kebanyakan riwayat pendidikannya rendah. Banyak dari mereka yang tidak menyelesaikan sekolahnya atau tidak sampai di jenjang perkuliahan.

Kita bisa lihat pada situs penyedia informasi lowongan pekerjaan. Hampir semua perusahaan yang membuka lowongan, memberikan persyaratan tingkat pendidikan minimal S1 / D3. Ini fakta bahwa pendidikan sangat penting untuk mengatasi masalah pengangguran structural.

Perubahan Cuaca Ekstrim

Musim menjadi penyebab pengangguran struktural ini bisa menimpa para pekerja yang bergantung pada cuaca seperti petani, nelayan dan peternak.

Banyak petani yang tidak bisa menanam padi pada musim hujan ekstrim, akibat sawahnya sering terendam banjir.

Nelayan tidak bisa melaut jika sedang musim hujan dan badai.

Peternak mengalami kerugian akibat banyak yang sakit saat terjadi perubahan cuaca ekstrim.

Baca Juga: Contoh Pengangguran Terselubung

Contoh Pengangguran Struktural

  1. Mesin pertanian menggantikan tenaga manusia

Perkembangan alat-alat pertanian sudah semakin beragam dan canggih sehingga bisa menggantikan tenaga manusia dan hasilnya lebih efektif dan efisien.

Seseorang bisa menggunakan alat drone untuk menebarkan pupuk ke seluruh sawah.

Bajak mesin digunakan untuk membajak tanah.

Mesin potong batang padi digunakan untuk memotong padi dan langsung diangkut dan dimasukkan ke dalam karung.

  1. Kehilangan salah satu jenis transportasi

Contoh lainnya, sepeda, becak, andong dan kendaraan transportasi tradisional lainnya telah digantikan dengan sepeda motor, dan mobil.

Sehingga tukang servis kendaraan/bengkel menjadi beralih ke ahli servis kendaraan baru tersebut. Orang-orang yang hanya memiliki keahlian memperbaiki sepeda akan tertinggal, dan kehilangan pekerjaan.

Perakitan pembuatan sepeda motor dan mobil pun sudah digantikan oleh mesin. Sebab jika menggunakan mesin, hasil produksi bisa meningkat, dan kerusakan-kerusakan bisa diminimalisir.

  1. Perpindahan koran kertas ke digital

Belum lama ini media berita Tempo, memberhentikan percetakan koran kertas dan menggantinya dengan koran digital.

Saat ini setiap orang sudah mempunyai smartphone yang bisa digunakan untuk membaca berita secara online. Hal ini membuat koran kertas mulai ditinggalkan.

Dampak positifnya adalah penggunaan bahan kayu sebagai bahan baku kertas menurun.

Dampak negatifnya adalah petugas loper koran kehilangan pekerjaan.

Contoh-contoh di atas adalah realita yang terjadi saat ini. Kesenjangan keahlian dan keterampilan ini seharusnya bisa diatasi dengan menambah kurikulum baru di sekolah atau membentuk lembaga pelatihan dan pendidikan khusus tentang bidang-bidang yang dibutuhkan industri saat ini.

Baca Juga: Dampak Pengangguran

Cara Mengatasi Pengangguran Struktural

Cara Mengatasi Pengangguran Struktural

Pelatihan Keterampilan Usaha

Cara pertama untuk mengatasi pengangguran struktral adalah mengadakan pelatihan usaha. Jenis pelatihan usaha ini seperti:

  1. Pelatihan menjahit
  2. Pelatihan membuat batik
  3. Pelatihan membuat roti dan kue
  4. Pelatihan ternak, ternak sapi, ternak ayam, ternak ikan hias, ternak ikan lele, ternak ikan gurame, ternak ikan mas.
  5. Pelatihan membuat hidroponik
  6. Pelatihan pembuatan furniture dan mebel
  7. Pelatihan las
  8. Pelatihan budidaya udang dan masih banyak lagi.

Mengapa memilih pelatihan? Jenis pelatihan di atas bisa langsung diterapkan dengan mudah dan bisa langsung dirasakan hasil dan manfaatnya.

Pinjaman Modal Usaha

Pinjaman modal usaha bisa diberikan kepada UMKM yang sudah memulai usahanya. Pinjaman ini sifatnya untuk membantu mengembangkan usaha. Jadi usaha yang sudah berjalan didukung dengan modal tambahan, supaya bisa meningkatkan hasil produksi sehingga menambah keuntungan.

Pemerataan Industri Usaha

Membuka perusahaan-perusaahaan baru di daerah yang belum ada industri, akan membuka kesempatan bagi warga sekitar yang menganggur untuk mendapatkan pekerjaan.

Pembuatan perusahaan baru ini sebaiknya didukung oleh pemerintah setempat untuk memudahkan izin operasi dan pembuatannya.

Mendorong Perusahaan Rintisan (Start Up)

Perusahaan rintisan adalah perusahaan baru biasanya di bidang inovasi dan teknologi yang sedang berkembang. Saat ini perusahaan startup sedang ramai-ramainya diminati oleh generasi milenial. Mengingat teknologi amat lekat dengan generasi muda. Banyak perusahaan teknologi dunia yang dinahkodai oleh orang-orang berusia dibawah 45 tahun.

Di Indonesia sudah banyak startup sukses. Contoh startup di Indonesia adalah:

  1. Bukalapak dengan jumlah karyawan 2.699 orang.
  2. Tokopedia dengan jumlah karyawan 4.700 orang.
  3. Traveloka dengan jumlah karyawan 1.200 orang.
  4. Ruangguru dengan jumlah karyawan 1.200 orang.
  5. Mojok.co
  6. Alodokter
  7. Blanja
  8. Jurnal.id

Dan masih banyak lagi.

Mendukung dan memfasilitasi pendirian startup bisa membantu membuka lapangan pekerjaan dan mengatasi pengangguran,

Perpindahan Tenaga Kerja

Cara mengatasi pengangguran struktural lainnya adalah dengan mendaftar kerja ke daerah yang mempunyai banyak industri.

Berdasarkan data yang saya baca, ada 5 kota di Indonesia dengan jumlah industri terbanyak yaitu:

  1. Karawang, Jawa Barat
  2. Bekasi, Jawa Barat
  3. Pulogadung, Jakarta
  4. Surabaya, Jawa Timur
  5. Pasuruan, Jawa Timur