Contoh Usaha Ekstraktif dan Usaha Agraris

Posted on

Pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan merupakan contoh usaha ekstraktif dan usaha agraris.

Usaha ekstraktif dan agraris merupakan badan usaha yang sama-sama melakukan pengelolaan terhadap sumber daya alam untuk mendapatkan keuntungan.

Setiap jenis usaha ini dinaungi oleh badan usaha atau perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta.

Pemerintah mengelola usaha ekstraktif dan usaha agraris melalui BUMN dan BUMS.

Sedangkan, pihak swasta mengelola usaha ini dengan membangun perusahaannya sendiri, yang berbentuk PT, Firma, Persero, CV dan lainnya.

Dengan adanya perusahaan swasta yang terlibat, maka pemanfaatan sumber daya alam, bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik di suatu negara.

Pengertian Usaha Ekstraktif

pengertian Badan Usaha Ekstraktif

Usaha ekstraktif adalah jenis usaha yang kegiatannya mengambil secara langsung dan mengelola bahan-bahan yang ada didalam bumi. 

Usaha ekstraktif memanfaatkan sumber daya yang dihasilkan oleh alam untuk diolah menjadi barang lain supaya mendapatkan keuntungan.

Contoh usaha ekstraktif diantaranya: pertambangan batu bara, tambang minyak, penangkapan ikan di laut, pertambangan logam, pertambangan emas, pertanian garam, perusahaan semen dan lainnya.

Baca Juga:

Ciri Badan Usaha Ekstraktif

  1. Mengambil sumber daya alam secara langsung. 
  2. Mengumpulkan dan mengolah sumberdaya untuk dijual guna mendapat keuntungan.

Contoh Usaha Ekstraktif

Pertambangan 

Usaha pertambangan adalah kegiatan pengelolaan, eksplorasi, pengangktan, penjualan sumber daya alam mineral.

Daerah industri pertambangan di Indonesia sangat banyak, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Indonesia memang kaya akan sumber daya alamnya.

Usaha pertambangan di Indonesia pun sangat beragam, seperti pertambangan emas di Papua, pertambangan pasir di Bangka, tambang minyak dan gas di Laut, tambang batu bara di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Jenis usaha ekstraktif pertambangan sangat berperan penting bagi kehidupan manusia.

Manfaat adanya usaha pertambangan diantaranya:

  1. Menyediakan lapangan pekerjaan. 

Usaha pertambangan membuka banyak sekali lapangan pekerjaan. Ada banyak tenaga kerja yang terlibat dalam proses usaha pertambangan, mulai dari pengemudi kendaraan pengangkut material tambang, tenaga ahli yang meneliti tentang sumber daya alam, staf administrasi manajer dan lainnya.

Contoh Badan Usaha pertambangan di Indonesia diantaranya: 

  • Adaro Indonesia
  • Abdi Sarana Nusa
  • Adiabara Bansatra
  • Adikarsa Surya Kencana
  • Adil Petratama Solusindo
  1. Menambah pendapatan negara

Industri pertambangan termasuk usaha yang paling banyak menyumbang devisa ke negara. 

Dilansir dari liputan6, Pendapatan Negara Bukan Pajak dari sektor energi dan pertambangan batubara mencapai hingga 172,9 triliun pada tahun 2019.

  1. Memajukan bidang transportasi dan komunikasi

Pembangunan lahan pertambangan biasanya turut memajukan daerah di sekitarnya. 

Seperti yang terjadi di daerah saya di Lampung. Disana ada pembangunan pertambangan emas. Sebelumnya jalan di kampung lokasi pertambangan tersebut masih jelek dan belum di aspal.

Namun seiring berjalannya waktu, mulai dibangun jalan lebar dan beraspal.

Hal ini membuat kampung tersebut menjadi ramai karena akses jalan yang sudah bagus.

  1. Mengurangi impor sumber daya alam

Hasil tambang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Seperti untuk listrik, bahan bakar, pembuatan kendaraan, bahan konstruksi dan perhiasan. 

Dengan memiliki industri pertambangan sendiri, maka hal ini akan mengurangi impor sumberdaya alam.

Pertambangan Garam

Tambang garam adalah contoh usaha ekstraktif yang melakukan ekstraks garam batu dari deposit. 

Selama ini kita tahu garam konsumsi yang ada di dapur adalah hasil dari evaporasi air laut dibawah sinar matahari. 

Namun ternyata garam juga bisa diperoleh dari hasil penambangan di daratan. Proses penambangan garam inilah yang disebut sebagai usaha ekstraktif.

Proses tambang garam di daratan mirip dengan pertambangan batu. 

Garam hasil tambang di daratan yang terkenal adalah himalayan salt atau garam himalaya.

Garam himalaya ini sebagian besar diolah di Tambang Garam Khewra di Pakistan Utara. Tambang Khewra termasuk tambang garam yang paling tertua di Dunia.

Garam ini terbentuk secara alami oeh evaporasi air laut selama ratusan tahun.

Ada fakta menarik tentang garam himalaya, garam himalaya ini lebih tinggi mineralnya dibandingkan garam pertanian di laut.

Perusahaan Semen

Semen adalah bahan yang digunakan untuk merekatkan batu, bata dan bahan bangunan lainnya. 

Bahan pembuatan semen terdiri dari kapur dan campuran material lain seperti pasir silika, tanah liat, pasir besi, gypsum dan lainnya.

Pada zaman dahulu, semen dibuat menggunakan batu kapur yang dibakar. Cara ini banyak dipakai untuk membangun piramida zaman Mesir pada abad ke 5.

Perusahaan semen adalah contoh badan usaha ekstraktif karena mengambil bahan usahanya langsung dari alam.

Di Negara Indonesia sendiri, banyak perusahaan semen yang prosesnya sudah mendunia. Contoh perusahaan semen di Indonesia diantarnya:

  1. Semen Indonesia,
  2. Semen Baturaja,
  3. Semen Tonasa,
  4. Lafarge Cement, 
  5. dll.

Baca Juga: 15 Peluang Usaha di Kampus

Pengeritan Badan Usaha Agraris

contoh Badan Usaha Agraris

Istilah agraris atau agraria adalah sektor di bidang pertanian.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia disebut sebagai negara agraris karena sebagian besar masyarakatnya bekerja di bidang pertanian.

Pengertian bidang usaha agraris adalah bidang usaha yang menghasilkan sesuatu dengan memanfaatkan sumber daya alam.

Badan usaha agraris mendapatkan keuntungan dengan cara mengambil hasil dari aktivitas penanaman, pembuatan, pembudidayaan dan perawatan.

Contoh usaha agraris adalah di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan.

Ciri Badan Usaha Agraris

Produk Bahan Konsumsi

Badan usaha agraris memproduksi bahan yang harus diolah sebelum mendapat manfaatnya (baca: bahan mentah). Contohnya beras, gandum, tebu dan barang pertanian lainnya.

Barang Diproduksi Dalam Jumlah Besar

Jenis usaha agraris menghasilkan barang dalam jumlah besar. Contohnya pertanian dan perkebunan biasanya diproduksi dalam jumlah yang banyak.

Barang Punya Batas Waktu Penyimpanan Dan Mudah Rusak 

Hasil usaha agraris umumnya mudah rusak jika tidak disimpan dengan baik dan benar.

Contohnya, ikan lele.

Ikan lele yang paling banyak disukai konsumen adalah ikan lelel yang berukuran sedang. Ikan lele yang berukuran besar akan sulit dijual, karena rasanya yang kurang gurih saat di goreng. 

Disamping itu, ikan lele yang sudah di panen tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama karena mudah busuk.

Contoh Usaha Agraris

Pertanian

Pertanian (usaha tani) adalah pengelolaan sumber daya alam yang menghasilkan bahan pangan. 

Pertanian termasuk badan usaha agraris karena aktivitasnya tidak langsung mengambil dari alam, namun mengelolanya terlebih dahulu dengan menanam padi dan tanaman lain.

Pertanian merupakan bidang usaha yang memnyediakan lapangan pekerjaan paling besar di Indonesia. Menurut BPS tahun 2002 ada sekitar 44,3% penduduk yang bekerja di bidang pertanian.

Daerah paling besar pertaniannya diantarnya:

  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Lampung
  • Sumatera Utara
  • Aceh
  • Sumatera Barat
  • Banten

Pertanian termasuk dalam kegiatan ekonomi karena membutuhkan pengelolaan dari mulai pembibitan, pemasaran dan pendistribusian produk. 

Jenis usaha pertanian digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:

  1. Pertanian intensif. Adalah jenis pertanian yang mengelola semua aktivitas mulai dari pembibitan, pengemasan, metode budidaya, hingga pemasaran sendiri.
  2. Pertanian berkelanjutan. Adalah pertanian yang memasukkan dukungan lahan, lingkungan dan pengetahuan lokal dalam menghitung efisiensi.
  3. Pertanian ekstensif, adalah pertanian yang dilakukan tanpa motif bisnis, atau hanya demi mencukupi kebutuhan sendiri.

Peternakan

Peternakan termasuk bagian dari usaha pertanian dalam arti luasnya.

Peternakan adalah jenis usaha bidang agraris yang aktivitasnya merawat hewan darat (sapi, ayam, kerbau, kambing dsb) untuk mendapatkan keuntungan dari menjual hewan atau menjual hasil telur dari ayam atau susu dari sapi.

Baca Juga:

Perkebunan

Perkebunan adalah kegiatan untuk memanfaatkan alam guna menanam tanaman (bukan tanaman makanan pokok atau jenis sayuran) yang bisa menghasilkan barang yang bisa dijual. 

Perkebunan merupakan jenis usaha agraris yang biasanya mengelola jenis tanaman keras untuk industri atau tanaman hortikultura. 

Contoh tanaman industri di bidang perkebunan adalah kepala, teh, kopi, kelapa sawit, kakao. 

Contoh tanaman hortikultura di bidang perkebunan adalah pisang, anggur dan anggrek.

Pemanfaatan lahan untuk perkebunan bisa membuka lapangan pekerjaan dan mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan.

Demikianlah artikel contoh usaha ekstraktif dan usaha agraris. Semoga bisa melengkapi pengetahuan Anda tentang dunia usaha.