10 Prinsip Dasar Ekonomi Syariah

Posted on
10 Prinsip Dasar Ekonomi Syariah
5 (100%) 1 vote[s]

10 Prinsip Dasar Ekonomi Syariah | Ekonomi syariah merupakan salah satu jenis ekonomi yang menggunakan nilai-nilai islam dalam semua kegiatan perekonomian. Munculnya ekonomi syariah karena kemajuan zaman yang begitu cepat sehingga nilai-nilai islam mulai luntur termasuk dalam kegiatan perekonomian dimasyarakat.

Saat ini pertumbuhan ekonomi syariah mulai muncul kembali, mayoritas lembaga ekonomi menerapkan sistem syariah dan menambahkan lebel syariah di dalamnya.

Setiap sistem ekonomi memiliki prinsip sebagai landasan dalam melaksanakan sistem untuk menggerakkan roda ekonomi yang dianut oleh anggotanya, termasuk sistem ekonomi syariah. Ekonomi syariah memiliki beberapa prinsip dasar yang harus kita ketahui.

10 Prinsip Dasar Ekonomi Syariah

Prinsip-Prinsip Dasar Ekonomi Syariah

Prinsip dasar ekonomi syariah berisi mengenai apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan dalam sistem ekonomi syariah. Terdapat 10 prinsip yang menjadi pedoman bagi umat islam yang menganut sistem ekonomi syariah. Berikut ini 10 prinsip-prinsip dasar ekonomi syariah, yaitu:

1. Prinsip Tauhid

Tauhid atau keimanan adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia yang merupakan sebuah bentuk atau wujud penghambaannya terhadap Allah SWT. Begitu pula dalam kegiatan perekonomian, setiap orang harus memegang erat atau menjadikan prinsip ini sebagai pedoman agar kegiatan ekonomi berlangsung sesuai dengan yang ajaran islam. Jadi kesimpulannya adalah segala kegiatan perekonomian terutama dalam sistem ekonomi syariah harus mengacu pada ketauhidan terhadap Allah.

2. Maslahah dan Falah

Dengan adanya kegiatan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan manusia lebih baik, hal ini disebut dengan falah. Arti kata falah dapat dilihat dari dua perspektif yakni dalam dimensi dunia dan dimensi akhirat.

Arti Falah dari dua dimensi

Dari dimensi dunia,

Falah diartikan sebagai kelangsungan hidup, kebebasan dari kemiskinan, kebebasan dari kebodohan, serta memiliki kekuatan dan sebuah kehormatan.

Dari dimensi akhirat

Falah diartikan sebagai sesuatu yang abadi dan mulia contohnya seperti hidup yang akan sejahtera serta kekal abadi di akhirat.

Sedangkan maslahah ialah segala sesuatu yang dapat membawa atau mendatangkan sebuah manfaat untuk semua orang. Jadi pada dasarnya segala kegiatan perekonomian tidak boleh terdapat sebuah hal yang dapat merugikan seseorang dalam melakukakn kegiatan ekonomi, karena hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran islam.

Baca juga:

  1. “Pengertian, Karakteristik, Serta Tujuan” Ekonomi Syariah
  2. 5 [Lima] Perbedaan Bank Syariah Dan Konvensional Dengan Tabel
  3. 5 [Bahasan] Landasan Koperasi Beserta Asas, Tujuan, Fungsi, Prinsip

3. Prinsip Khalifah

Mengapa khalifah termasuk salah satu prinsip dalam ekonomi syariah? Karena pada dasarnya bahwa yang menjalankan roda perekonomian ialah sumber daya manusia yang tersedia. Hal ini menjadi hal yang utama, dimana manusia harus menjalankan tugas dan amanahnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Hal ini dapat diartikan bahwa manusia harus menjaga dan memakmurkan bumi ini.

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam menjalankan roda perekonomian, manusia harus memperhatikan segala aspek agar tidak menyimpang dari nilai-nilai islam. Segala bentuk kecurangan, penipuan, dan perbuatan negatif lainnya sangat dilarang dalam seluruh kegiatan ekonomi dalam sistem ini.

Prinsip dari khalifah ini yakni, manusia harus menerapkan nilai-nilai keislaman dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan perekonomian dengan tujuan untuk memakmurkan kehidupan di dunia ini.

4. Al- amwal (Harta)

Dalam ekonomi syariah, harta itu dianggap hanya sebagai titipan dari Allah SWT bukanlah menjadi kepemilikan yang sebenarnya, karena dalam agama islam harta yang kekal hanyalah miliki Allah SWT. Dalam hal ini manusia berperan sebagai mengolah dan menikmatinya saja namun semua itu akan dipertanggungjawabkan oleh manusia di akhirat nanti.

Hal ini muncul karena ingin menanggapi sistem konvensional yang mengatakan bahwa harta adalah kepemilikan absolut dan mutlak untuk setiap individu itu sendiri, pernyataan tersebut sangat bertolak belakang dengan ajaran agama islam. Karena itulah dalam ekonomi syariah memiliki konsep yaitu harta dalam bentuk apapun dan berapapun jumlahnya berarti semua itu hanya milik Allah semata karena manusia hanya menjalankan amanah dari Allah.

5. Prinsip Adl (Keadilan)

Dalam ekonomi syariah, keadilan merupakan hal yang sangat penting, dan ditekankan serta menjadi suatu kewajiban disegala aktivitasnya. Keadilan ialah perilaku yang menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.

Prinsip ekonomi harus melayani semua masyarakat tanpa adanya diskriminatif, semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang baik. Keadilan yang diterapkan dalam ekonomi syariah bertujuan agar semua masyarakat merasakan kenyamanan dan keadilan yang sama antara satu sama lain.

6. Prinsip Ukhuwah (Persaudaraan)

Segala kegiatan ekonomi dilakukan dengan tujuan agar umat islam bersatu dalam baris yang sama untuk memperoleh kesejahteraan dan kemakmuran yang sama. Dalam ekonomi syariah dianjurkan untuk bekerja sama atau berjamaah dalam melakukan kegiatan apapun.

Artinya kita harus menjalaninya bersama, ketika ada seseorang yang membutuhkan harus ada yang membantu dan begitu pula sebaliknya.

Dalam hal ini ekonomi syariah menekankan pada kehidupan sosial bukan individual, karena manusia pada dasarnya hidup di dunia ini memiliki amanah yaitu bermanfaat bagi manusia lain dan saling menjaga tali silaturrahmi.

Baca juga:

  1. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pengertian Fungsi, Tujuan Dan Kegiatannya
  2. Sejarah Perbankan Di Indonesia [9 Bank Zaman Kemerdekaan ]

7. Prinsip Akhlaq (Etika)

Setiap kegiatan ekonomi syariah harus berlandaskan oleh akhlah dan norma yang baik yang sesuai dengan ajaran agama islam.

8. Ulil Amri (Pemimpin)

Dalam melaksanakan kegiatan perekonomian dalam sistem ekonomi syariah harus melibatkan pemerintah di dalamnya, selain itu ekonomi syariah harus mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah selama itu tidak menyimpang dengan ajaran dan nilai-nilai dalam islam.

Karena yang memiliki kuasa atau hak yang lebih dalam mengatur jalannya perekonomian di suatu negara adalah pemerintah.

9. Al-hurriyah dan al-Mas’uliyah

Al hurriyah berarti kebebasan dan al mas’uliyah berarti tanggung jawab. Dua hal ini tidak dapat dipisahkan karena setiap adanya kebebasan harus ada pertanggungjawaban yang baik

10. Berjamaah (Kerjasama)

Dalam ekonomi syariah kerjasama termasuk salah satu hal yang wajib dilakukan, dalam perekonomian ketika hal apapun dilakukan secara kerjasama atau berjamaah maka nilai ibadah ataupun harta akan semakin bertambah.

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam ekonomi syariah semua kegiatan dilakukan secara berjamaah dengan memiliki niat yang baik agar bisa menghasilkan output yang baik pula.

Demikianlah penjelasan mengenai 10 Prinsip Dasar Ekonomi Syariah. Terima kasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat.

Kunjungi juga artikel lainnya:

  1. Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitung Break Even Point
  2. 3 Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro
  3. [7 Point] Masalah Ekonomi Makro dan Mikro
  4. Pengertian, Contoh + Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral
  5. ‘Pengertian dan Jenis-Jenis” Pengangguran Serta Contohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *