Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI

Posted on
Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI
3.5 (70%) 10 vote[s]

Dari sekian banyak materi akuntansi dasar akuntansi, mungkin pembahasan mengenai laporan keuanganlah yang paling banyak menyita perhatian. Sebab pada tingkat (proses) ini lah data-data angka akan diolah sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan informasi keuangan yang berguna bagi pihak yang membutuhkan.

Laporan keuangan sendiri bermakna ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi keuangan yang terjadi selama periode/tahun buku bersangkutan.

Para pembaca laporan keuangan pasti mengharapkan gambaran yang jelas mengenai keuangan perusahaan. Maka penyusunan laporan keuangan itu berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim supaya dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan dengan akurat dan jelas.

Laporan keuangan biasanya terdiri dari 4 jenis (tahap) diantaranya:

1. Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan (kekayaan, hutang dan modal) suatu perusahaan.

2. Laporan laba rugi adalah laporan yang menggambarkan hasil usaha  dan biaya yang terpakai selama periode akuntansi.

3. Laporan perubahan modal adalah laporan yang menggambarkan sebab-sebab perubahan modal pada akhir periode akuntansi.

4. Laporan perubahan posisi keuangan adalah laporan yang menunjukkan perubahan-perubahan dan arus dana dalam posisi keuangan selama tahun buku bersangkutan.

Bentuk Laporan Keuangan


Bentuk laporan keuangan yang dimaksud disini adalah tentang tujuan dan format penyajian  laporan keuangan.

1. Neraca (balance sheet)


Laporan keuangan pertama adalah neraca. Neraca dan bentuk susunannya berbeda-beda setiap perusahaan, tergantung pada tujuan dari pembuatan neraca tersebut.

Baca:  Pengertian Neraca : Fungsi dan Contoh Transaksinya

Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) menyatakan bahwa Neraca harus disusun secara sistematis, sehingga dapat melaksanakan fungsinya yaitu memberikan gambaran posisi keuangan dari suatu perusahaan pada waktu tertentu.

Neraca memiliki bentuk atau susunan neraca yang banyak dipakai diantaranya:

1. Bentuk Skontro (account form) merupakan bentuk neraca yang mengelompokkan antar aktiva dan letaknya bersebelahan dengan kelompok hutang dan modal.

2. Bentuk Vertikal (report form) merupakan bentuk neraca yang meletakkan kelompok aktiva di posisi atas dan di bawahnya posisi kelompok hutang dan modal.

neraca

Tidak ada aturan khusus dalam memilih bentuk neraca. Keduanya bisa digunakan karena sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari akuntan/perusahaan. Laporan keuangan selanjutnya adalah Laporan laba rugi.

2. Laporan Rugi Laba (income statement)


Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan tentang penghasilan/pendapatan/kerugian dan biaya yang ditanggung perusahaan pada suatu periode tertentu yang disusun secara sistematis.

Prinsip Akuntansi Indonesia menyatakan bahwa perhitungan rugi/laba perusahaan yang disusun harus dapat menggambarkan kondisi tentang gambaran secara keseluruhan terkait besarnya kegiatan perusahaan serta hasil/pendapatan dari kegiatan tersebut.

Syarat penyajiannya meliputi:

  • Laporan L/R harus memuat secara terperinci unsur-unsur dari hasil yang diperoleh dan biaya yang ditanggung.
  • Laporan L/R dapat disusun dalam bentuk dengan posisi urutan kebawah (staffel).
  • Laporan L/R semestinya dipisahkan antara hasil utama dengan hasil usaha lain-lain serta usaha luar biasa (extra ordinary income)

Baca: Pengertian dan Contoh Laporan Laba Rugi +Bentuk dan Format Penyusunan

Bentuk laporan rugi/laba

Cara penyusunan laporan keuangan laba rugi umumnya dengan menggunakan 2 macam metode yaitu:

1. Single Step

Penyusunan menggunakan metode single step adalah dengan mengelompokkan seluruh akun pendapatan secara total dikurangi dengan seluruh kelompok biaya pula, sehingga hasil laba/rugi bersih dapat diperoleh dengan sekali tahap saja.

laporan-laba-rugi-single-step-perusahaan-jasa

2. Multiple Step

Metode kedua ini perlu menggunakan beberapa tahap untuk mendapatkan laba/rugi bersih yaitu dengan cara

Pendapatan – hpp (harga pokok penjualan) = Laba Kotor

Laba Kotor – Biaya-biaya operasi = laba/rugi bersih.

Terkadang harus dipotong juga dengan pajak sehingga rumusnya akan begini:

Pendapatan – hpp (harga pokok penjualan) = Laba Kotor

Laba Kotor – Pajak = laba/rugi setelah pajak

Laba/rugi setelah pajak – Biaya-biaya operasi = laba/rugi bersih.

Jika terdapat beberapa tambahan transaksi lagi tinggal dikaitkan saja, apakah transaksi tersebut termasuk kategori pendapatan atau beban.

laporan-laba-rugi-multiple-step-peruahaan-jasa

3. Laporan Perubahan Modal (statement of retained earning)


Dalam perhitungan Rugi/Laba, terkadang suatu perusahaan dapat mengikuti beberapa konsep, antara lain :

1. Clean Surplus Principle (all inclusive concept)

 Laporan keuangan perubahan modal hanya menunjukkan :

 1. Saldo laba tidak dibagi awal periode.

2. Ditambah laba bersih dan elemen luar biasa.

3. Ditambah atau dikurangi koreksi kesalahan.

4. Dikurangi deviden yang diumumkan.

Contoh Laporan laba tidak dibagi untuk melengkapi laporan perhitungan rugi/laba all inclusive:

Bentuk Laporan Keuangan 2. Non Clean Surplus Principle (current operating performance)

 Laporan perubahan modal menunjukkan:

 1. Saldo laba tidak dibagi awal periode.

2. Ditambah laba bersih setelah pajak.

3. Ditambah Pos luar biasa.

4. Dikurangi deviden yang diumumkan.

Contoh Laporan laba tidak dibagi untuk melengkapi laporan perhitungan rugi/laba current operating performance:

Bentuk Laporan Keuangan 2

4. Laporan Perubahan Posisi Keuangan


Laporan perubahan posisi keuangan akan membantu perusahaan dalam beberapa hal berikut diantaranya:

1. Meringkas kegiatan-kegiatan investasi dan pembelanjaan yang dilakukan oleh perusahaan dan termasuk juga dana yang dihasilkan.

2. Membantu perusahaan dalam melengkapi penjelasan tentang beberapa perubahan-perubahan data posisi keuangan selama satu periode tahun buku.

Penyusunan laporan perubahan posisi keuangan dapat disusun berdasarkan pada:

1. Perubahan kas atau ekuivalennya.

2. Perubahan dalam modal kerja netto (net working capital) yaitu aktiva lancar yang dikurangi hutang lancar.

Didalam laporan keuangan ini pada umumnya dipisahkan isinya menjadi 2 bagian yakni:

1. Yang menunjukkan sumber-sumber dana.

2. Yang menunjukkan penggunaan data.

5. Laporan Arus Kas (statement of cash flow)


Laporan arus kas bertujuan utama untuk menyajikan dan menyediakan informasi yang akurat tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode.

Baca:  Tujuan Laporan Arus Kas, Definisi, Manfaat dan Contoh

Karena banyaknya kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan informasi tersebut maka demi memudahkan tercapainya tujuan tersebut, aliran kas di klasifikasikan berdasarkan 3 kelompok yang berbeda yaitu:

1. Kelompok pertama adalah kelompok penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan investasi.

2. Kelompok kedua berdasarkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan pembelanjaan.

3. Kelompok ketiga berdasarkan Penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan usaha.

contoh laporan arus kas

Nah itulah tadi penjelasan secara lengkap tentang bentuk laporan keuangan semoga bisa bermanfaat bagi pembaca dan  terimakasih telah berkunjung.

“ Jika artikel ini bagus beritahukan ke rekan-rekan anda, jika masih banyak kurang beritahukan kepada kami”.

Kunjungi Juga:

 

Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.