Laporan Keuangan Syariah: Sejarah, Tujuan, Unsur dan Contoh

Laporan Keuangan Syariah: Sejarah, Tujuan, Unsur dan Contoh
5 (100%) 8 votes

laporan keuangan syariah

Akuntansilengkap.com – Kegiatan ekonomi syariah mulai berkembang pesat di dunia, khususnya pada bidang keuangan baik lembaga keuangan syariah bank maupun non-bank.

Adanya perbedaan karakteristik antara bisnis yang berlandaskan syariah dengan bisnis konvensional menyebabkan pada tahun 2002 Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) mengeluarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah (KDPPLKBS).

Sejarah Laporan Keuangan Syariah 

Kemudian pada tahun 2007 KDPPLKBS dilakukan penyempurnaan menjadi Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah (KDPPLKS). Tujuan penyempurnaan ini untuk memperluas cakupannya sehingga tidak hanya untuk transaksi syariah pada Bank Syariah melainkan juga pada jenis lembaga bisnis lain, baik berupa entitas syariah maupun entitas konvensional yang melakukan unit usaha dengan skema syariah.

Baca:

  1. 10 Prinsip Dasar Ekonomi Syariah
  2. “Pengertian, Karakteristik, Serta Tujuan” Ekonomi Syariah
  3. 5 Perbedaan Bank Syariah Dan Konvensional Dengan Tabel

Tujuan Laporan Keuangan Syariah

Berdasarkan paragraf 30 KDPPLKS, bahwa tujuan laporan keuangan syariah adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas syariah yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Selain itu, terdapat tujuan tambahan terkait laporan keuangan syariah, yaitu:

  1. Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua kegiatan transaksi dan bisnis.
  2. Informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta informasi aset, kewajiban, pendapatan, dan bagaimana perolehannya dan penggunaanya.
  3. Informasi dalam membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab entitas syariah terhadap amanah dalam mengamankan dana dan menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak.
  4. Informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penanam modal dan pemilik dana syirkah temporer serta informasi mengenai pemenuhan kewajiban fungsi sosial entitas syariah, termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Unsur-Unsur Laporan Keuangan Syariah

  1. Komponen laporan keuangan entitas syariah meliputi komponen laporan keuangan yang mencerminkan antara lain kegiatan komersil, kegiatan sosial, serta kegiatan dan tanggung jawab khusus entitas syariah.
  2. Unsur neraca entitas syariah terdiri dari aset, kewajiban, dana syirkah temporer, dan ekuitas.
  3. Unsur kinerja terdiri dari penghasilan, beban, dan hak pihak ketiga atas bagi hasil. Hak pihak ketiga atas bagi hasil bukan unsur beban walaupun secara perhitungan dikurangkan dalam penentuan laba entitas.

Contoh Format Laporan Keuangan Syariah

Berikut contoh laporan keuangan syariah yang sering digunakan oleh Bank Syariah di Indonesia :

  1. Laporan Posisi Keuangan/Neraca

Pos-Pos

20×2

20×1

ASET

 Kas

 Penempatan pada Bank Indonesia

 Giro pada bank lain

 Investasi pada efek/surat berharga

 Piutang :

      Piutang Murabahah

      Piutang Salam

      Piutang Istitishna

      Piutang Pendapatan Ijarah

 Pembiayaan :

      Pembiayaan Mudharabah

      Pembiayaan Musyarakah

 Pinjaman Qardh

 Persediaan (aset untuk dijual kembali)

 Aset yang diperoleh untuk Ijarah

 Aset Istishna dalam penyelesaian

 Penyertaan pada entitas lain

 Aset pajak tangguhan

 Aset tetap dan akumulasi penyusutan

 Aset lainnya

TOTAL ASET

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

KEWAJIBAN

 Kewajiban segera

 Bagi hasil yang belum dibagikan

 Simpanan Wadiah

 Simpanan dari bank lain

 Utang :

      Utang Salam

      Utang Istishna

 Kewajiban pada bank lain

 Pembiayaan yang diterima

 Estimasi kerugian komitmen dan kontijensi

 Pinjaman wadiah yang diterima

 Kewajiban lainnya

 Pinjaman subordinasi

JUMLAH KEWAJIBAN

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

DANA SYIRKAH TEMPORER

 Dana syirkah temporer dari bukan bank :

      Tabungan Mudharabah

      Deposito Mudharabah

 Musyarakah

JUMLAH DANA SYIRKAH TEMPORER

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

EKUITAS

 Modal disetor

 Tambahan modal disetor

 Saldo laba (rugi)

JUMLAH EKUITAS

TOTAL KEWAJIBAN, DANA SYIRKAH TEMPORER & EKUITAS

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

Pos-Pos

20×2

20×1

PENDAPATAN

Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib

 Pendapatan dari jual beli :

      Pendapatan Marjin Murabahah

      Pendapatan Bersih Salam

      Pendapatan Bersih Istishna

 Pendapatan sewa bersih :

      Pendapatan Bersih Ijarah

 Pendapatan dari bagi hasil

      Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah

      Pendapatan Bagi Hasil Musyarakah

 Pendapatan usaha utama lainnya

Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib

Hak pihak ketiga atas bagi hasil

Hak bagi hasil milik bank

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

(XXXX)

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

(XXXX)

XXXX

Pendapatan usaha lainnya

 Pendapatan imbalan jasa perbankan

 Pendapatan imbalan investasi terikat

Jumlah pendapatan usaha lainnya

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

Beban Usaha

 Beban kepegawaian

 Beban administrasi dan umum

 Beban penyusutan dan amortisasi

 Beban penyisihan kerugian aktiva produktif

 Beban estimasi kerugian komitmen dan kontijensi

 Beban bonus giro wadiah

Jumlah Beban Usaha

Laba (Rugi) Usaha

Pendapatan dan Beban Non-usaha

 Pendapatan Non-usaha

Jumlah Pendapatan (Beban) Non-usaha

Laba (Rugi) Sebelum Pajak

Beban Pajak

Zakat*

Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

(XXXX)

(XXXX)

XXXX

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

(XXXX)

XXXX

XXXX

XXXX

XXXX

(XXXX)

(XXXX)

XXXX

  1. Laporan Perubahan Modal

Pos-Pos

Jumlah

Saldo Per 1 Januari 20×1

Penerapan awal cadangan kerugian penurunan nilai

Laba Bersih Tahun 20×1

Saldo Per 31 Desember 20×1

Pembentukan cadangan umum

Modal disetor

Laba Bersih Tahun 20×2

Saldo per 31 Desember 20×2

XXXX

(XXXX)

XXXX

XXXX

(XXXX)

XXXX

XXXX

XXXX

Penulis: Zahrudin Sahri

Artikel menarik lainnya:

  1. 13 Produk Produk Bank Syariah (Penjelasan Lengkap)
  2. Pengertian Bank Syariah, Prinsip Dan Landasan Hukum Sesuai UU 10/98
  3. [Lengkap] Perbedaan Akuntansi Syariah dan Akuntansi Konvensional
  4. 6 (enam) Tujuan Akuntansi Syariah Lengkap
  5. 7 Pengertian Akuntansi Syariah “Lengkap”