Neraca: Pengertian, Fungsi dan Contoh Transaksi

Posted on
pengertian neraca

AkuntansiLengkap.com – Neraca sering di sebut dengan istilah laporan posisi keuangan (Balance Sheet atau Statement Of Financial Position). Berikut pengertian neraca, fungsi dan cara membuatnya.

Pengertian Neraca

Neraca adalah laporan yang berupa keadaan keuangan baik aktiva, kewajiban dan modal perusahaan pada periode tertentu.

Hasil perhitungan akhir dalam laporan neraca akan sama besar, antara jumlah aktiva dan jumlah kewajiban dan modal.

Unsur-Unsur Neraca

  1. Aktiva adalah kumpulan harta, aset perusahaan atau investasi.
  2. Kewajiban adalah hutang atau klaim kreditur terhadap harta perusahaan. htang wajib dilunasi dengan cara, mengembalikan dalam bentuk aset atau cash dan lainnya.
  3. Modal adalah sumberdaya milik pemilik perusahaan yang diberikan kepada perusahaan. Modal ini dikumpulkan dari pemilik-pemilik perusahaan untuk menjalankan bisnis perusahaan.

Kegagalan perusahaan dalam menyusun neraca bahkan bisa dikatakan gagalnya seluruh manajemen perusahaan.

Karena di dalam sebuah neraca terapat informasi material dan sangat berguna untuk berbagai pihak pemakai informasi akuntansi seperti stakeholder, pemerintah (government), akademisi dan berbagai pihak lainya guna menentukan kebijakan.

Baca juga: Buku Besar

Akun-Akun dalam Neraca

Akun-akun dalam neraca disusun sesuai dengan kelompoknya, hal ini untuk memudahkan analisa.

Dengan demikian, kita akan mudah menghitung modal kerja perusahaan yaitu dari selisih aktiva lancar dan utang lancar.

Berikut ini adalah susunan aktiva dan kewajiban dan modal di dalam neraca:

  1. Aktiva
  • Aktiva lancar
  • Investasi jangka panjang
  • Aktiva tetap berwujud
  • Aktiva tidak berwujud
  • Aktiva/harta lainnya
  1. Kewajiban
  • Hutang lancar
  • Pendapatan yang diterima di muka
  • Hutang jangka panjang
  • Hutang lain
  1. Modal
  • Modal saham yang disetor
  • Agio/disagio saham
  • Cadangan-cadangan
  • Laba tidak dibagi

Baca Juga:  Neraca Saldo

Fungsi Neraca

Kegunaan neraca pada intinya untuk menaksir kesehatan keuangan,  meramalkan keadaan arus kas di masa depan dan berfungsi untuk menganalisis likuiditas serta fleksibilitas keuangan perusahaan.

Baca juga: Contoh Persamaan Dasar Akuntansi

Struktur Neraca

Struktur neraca terdiri dari dua pos yaitu Aktiva (asset) dan Pasiva.

Aktiva terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap, pasiva terdiri dari kewajian (liabilitas) dan modal (equity).

Ketiganya dapat dihubungkan dengan prinsip persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :

Aktiva = Kewajiban + modal

PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menyatakan bahwa di dalam neraca harus menyajikan aktiva lancar terpisah dengan aktiva tidak lancar dan kewajiban (liabilitas) jangka pendek terpisah dari hutang jangka panjang, terkecuali pada jenis usaha tertentu yang diatur dalam PSAK.

Baca juga: Laporan Perubahan Modal

Bentuk Neraca

Bentuk neraca dalam laporan keuangan perusahaan umumnya menggunakan bentuk memanjang kebawah (bentuk stafel), namun tak jarang juga yang menggunakan bentuk neraca kesamping (bentuk skontro). Keduanya boleh saja diterapkan.

Perlu diperhatikan, penerapannya dalam bentuk suatu neraca keuangan agar disesuaikan dengan jumlah pos akun yang digunakan perusahaan, apabila akun dalam suatu perusahaan banyak, bentuk neraca kebawah (stafel) lebih efektif untuk digunakan.

Bentuk neraca yang menyamping (skontro) akan mudah diterapkan pada perusahaan yang memiliki akun dan jumlah nominal yang sedikit.

Baca Juga: Bentuk Neraca Staffel dan Skontro

Contoh Laporan Neraca

Berikut ini adalah contoh laporan neraca perusahaan bentuk staffel dan skontro.

Contoh Neraca Bentuk Staffel

Truno Komputer
Neraca
Desember 2020

AKTIVA
Aktiva lancar:
Kas52,950
Wesel tagih40,000
Piutang usaha60,880
Piutang bunga200
Persediaan barang dagang62,150
Perlengkapan kantor480
Asuransi dibayar dimuka2,650
Total aktiva lancar219,310
Properti bangunan dan peralatan
Tanah10,000
Peralatan toko27,100
Dikurangi akumulasi penyusutan(5,700)21,240
Perlatan kantor15,570
Dikurangi akumulasi penyusutan(4,720)10,850
Total properti bangunan dan peralatan42,250
Total aktiva261,560
KEWAJIBAN
Kewajiban lancar
Utang usaha22,420
Wesel bayar5,000
Utang gaji1,140
Sewa diterima dimuka1,800
Total kewajiban lancar30,360
Kewajiban jangka panjang
Wesel bayar20,000
Total kewajiban50,360
EKUITAS
Modal Pemilik211,200
Total kewajiban dan ekuitas261,560

Contoh Neraca Bentuk Skontro

Truno Mobilindo
Neraca
Desember 2020

AKTIVAKEWAJIBAN 
Aktiva lancarUtang usaha 700,000
Kas      500,000Utang gaji 140,000
Piutang usaha1,400,000Jumlah kewajiban 840,000
Perlengkapan servis160,000
Persekot asuransi250,000MODAL 
Jumlah aktiva lancar2,310,000Modal Truno 2,840,000
Aktiva tetap
Peralatan servis1,500,000
Akm peny. Peralatan(130,000)
Jumlah aktiva tetap1,370,000
Jumlah aktiva3,680,000Jumlah kewajiban dan modal 3,680,000

Masih banyak detail-detail yang ada di dalam neraca, semoga penjelasan serta laporan diatas sudah dapat memberikan gambaran umum tentang sebuah neraca.

Gravatar Image
Accounting Blogger, Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.