Pengertian Neraca : Fungsi dan Contoh Transaksinya

Pengertian Neraca : Fungsi dan Contoh Transaksinya
4.7 (94.74%) 19 votes

AkuntansiLengkap.com – Neraca sering di sebut dengan istilah laporan posisi keuangan (Balance Sheet atau Statement Of Financial Position). Oleh sebab itu Neraca merupakan laporan yang wajib disusun oleh suatu entitas bisnis/perusahaan untuk menggambarkan kekayaan (aktiva), kewajiban (hutang) dan ekuitas (modal) di akhir periode akuntansi perusahaan yang sebenarnya.

Kegagalan perusahaan dalam menyusun neraca bahkan bisa dikatakan gagalnya seluruh manajemen perusahaan. Karena di dalam sebuah neraca terapat informasi material dan sangat berguna untuk berbagai pihak seperti stakeholder, pemerintah (government), akademisi dan berbagai pihak lainya guna menentukan kebijakan.

Baca Juga:  Pengertian Neraca Saldo Serta Bentuk dan Contohnya

Pengertian Neraca : Fungsi dan Contoh Transaksinya


pengertian neraca

Fungsi Neraca

Kegunaan neraca pada intinya untuk menaksir kesehatan keuangan,  meramalkan keadaan arus kas di masa depan dan berfungsi untuk menganalisis likuiditas serta fleksibilitas keuangan perusahaan.

Struktur Neraca

Struktur neraca terdiri dari dua pos yaitu Aktiva (asset) dan Pasiva. Aktiva terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap, pasiva terdiri dari kewajian (liabilitas) dan modal (equity). Ketiganya dapat dihubungkan dengan prinsip persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :

Aktiva = Kewajiban + modal

PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menyatakan bahwa di dalam neraca harus menyajikan aktiva lancar terpisah dengan aktiva tidak lancar dan kewajiban (liabilitas) jangka pendek terpisah dari hutang jangka panjang, terkecuali pada jenis usaha tertentu yang diatur dalam PSAK.

Bentuk Neraca

Bentuk neraca dalam laporan keuangan perusahaan umumnya menggunakan bentuk memanjang kebawah (bentuk stafel), namun tak jarang juga yang menggunakan bentuk neraca kesamping (bentuk skontro). Keduanya boleh saja diterapkan.

Perlu diperhatikan, penerapannya dalam bentuk suatu neraca keuangan agar disesuaikan dengan jumlah pos akun yang digunakan perusahaan, apabila akun dalam suatu perusahaan banyak, bentuk neraca kebawah (stafel) lebih efektif untuk digunakan.

Bentuk neraca yang menyamping (skontro) akan mudah diterapkan pada perusahaan yang memiliki akun dan jumlah nominal yang sedikit.

Baca Juga: Bentuk Neraca Staffel dan Skontro “Mudah”

Contoh Laporan Neraca

Bentuk Staffel Pengertian Neraca dalam akuntansi Fungsi dan Contoh Transaksinya

Bentuk Skontro
pengertian neraca bentuk skontroBaca Juga:
“4” Contoh Laporan Neraca Perusahaan (Dagang dan Jasa)

Masih banyak detail-detail yang ada di dalam neraca, semoga penjelasan serta laporan diatas sudah dapat memberikan gambaran umum tentang sebuah neraca.

Baca Juga :

  1. Pengertian Pasiva : Akun dan Penjelasan Lengkap
  2. Pengertian Aktiva : Aktiva Lancar & Aktiva Tidak Lancar
  3. 3 Pengertian Akuntansi Manajemen Menurut Ahli
  4. Inilah 6 (Enam) Kriteria Uang Menurut Para Ahli
  5. 5 (Lima) Pengertian Uang Secara Umum dan Menurut Para Ahli