Neraca: Pengertian, Fungsi dan Contoh Transaksi

Posted on
pengertian neraca

AkuntansiLengkap.com – Neraca sering di sebut dengan istilah laporan posisi keuangan (Balance Sheet atau Statement Of Financial Position). Berikut pengertian neraca, fungsi dan contohnya.

Pengertian Neraca

Neraca merupakan laporan yang isinya berupa keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Keadaan keuangan ini menampilkan data seperti: jumlah harta yang dimiliki (aktiva) dan jumlah kewajiban perusahaan (pasiva).

Dengan kata lain, yang dimaksud aktiva adalah kumpulan aset perusahaan atau investasi, dan pasiva adalah sumber-sumber yang digunakan perusahaan untuk memiliki aset atau investasi tersebut.

Neraca merupakan laporan yang wajib disusun oleh suatu entitas bisnis/perusahaan, untuk menggambarkan kekayaan (aktiva), kewajiban (hutang) dan ekuitas (modal) di akhir periode akuntansi perusahaan yang sebenarnya.

Definisi neraca

Hasil perhitungan dalam laporan neraca akan sama besar antara jumlah aktiva dan jumlah pasiva dimana jumlah Pasiva tersebut berasal dari 2 kewajiban.

Kewajiban kepada pihak luar dinamakan utang, dan kewajiban kepada pemilik perusahaan yang dinamakan modal.

Utang adalah sumberdaya milik kreditur yang diberikan kepada perusahaan untuk mengembangkan usahanya. Utang wajib dilunasi. Cara pelunasan utang bisa dengan mengembalikan uang dengan bentuk aset atau cash, atau dengan cara lainnya.

Modal adalah sumberdaya milik pemilik perusahaan yang diberikan kepada perusahaan. Modal ini dikumpulkan dari pemilik-pemilik perusahaan untuk memodali bisnis perusahaan.

Kegagalan perusahaan dalam menyusun neraca bahkan bisa dikatakan gagalnya seluruh manajemen perusahaan.

Karena di dalam sebuah neraca terapat informasi material dan sangat berguna untuk berbagai pihak pemakai informasi akuntansi seperti stakeholder, pemerintah (government), akademisi dan berbagai pihak lainya guna menentukan kebijakan.

Baca juga: Buku Besar

Akun-Akun dalam Neraca

Elemen dan akun-akun dalam neraca disusun sesuai dengan kelompoknya, hal ini untuk memudahkan analisa.
Contohnya, aktiva dan utang dalam golongan lancar dan tidak lancar, jangka panjang atau jangka pendek.

Dengan demikian, kita akan mudah menghitung modal kerja perusahaan yaitu dari selisih aktiva lancar dan utang lancar. Berikut ini adadalah susunan aktiva dan pasiva di dalam neraca:

  1. Golongan Harta-harta/Aktiva
    • Aktiva lancar
    • Investasi jangka panjang
    • Aktiva tetap berwujud
    • Aktiva tidak berwujud
    • Aktiva/harta lainnya
  2. Golongan Utang-utang dan Modal Sendiri
    • Utang-utang:
    • Utang-utang lancar
    • Pendapatan yang diterima di muka
    • Utang-utang jangka panjang
    • Utang-utang lain
  3. Modal sendiri:
    • Modal saham yang disetor
    • Agio/disagio saham
    • Cadangan-cadangan
    • Laba tidak dibagi

Baca Juga:  Neraca Saldo

Fungsi Neraca

Kegunaan neraca pada intinya untuk menaksir kesehatan keuangan,  meramalkan keadaan arus kas di masa depan dan berfungsi untuk menganalisis likuiditas serta fleksibilitas keuangan perusahaan.

Baca juga: Contoh Persamaan Dasar Akuntansi

Struktur Neraca

Struktur neraca terdiri dari dua pos yaitu Aktiva (asset) dan Pasiva. Aktiva terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap, pasiva terdiri dari kewajian (liabilitas) dan modal (equity). Ketiganya dapat dihubungkan dengan prinsip persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :

Aktiva = Kewajiban + modal

PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menyatakan bahwa di dalam neraca harus menyajikan aktiva lancar terpisah dengan aktiva tidak lancar dan kewajiban (liabilitas) jangka pendek terpisah dari hutang jangka panjang, terkecuali pada jenis usaha tertentu yang diatur dalam PSAK.

Baca juga: Laporan Perubahan Modal

Bentuk Neraca

Bentuk neraca dalam laporan keuangan perusahaan umumnya menggunakan bentuk memanjang kebawah (bentuk stafel), namun tak jarang juga yang menggunakan bentuk neraca kesamping (bentuk skontro). Keduanya boleh saja diterapkan.

Perlu diperhatikan, penerapannya dalam bentuk suatu neraca keuangan agar disesuaikan dengan jumlah pos akun yang digunakan perusahaan, apabila akun dalam suatu perusahaan banyak, bentuk neraca kebawah (stafel) lebih efektif untuk digunakan.

Bentuk neraca yang menyamping (skontro) akan mudah diterapkan pada perusahaan yang memiliki akun dan jumlah nominal yang sedikit.

Baca Juga: Bentuk Neraca Staffel dan Skontro

Contoh Laporan Neraca

Berikut ini adalah contoh laporan neraca perusahaan bentuk staffel dan skontro.

Contoh Neraca Bentuk Staffel

contoh neraca bentuk staffel

Contoh Neraca Bentuk Skontro

pengertian neraca bentuk skontro

Masih banyak detail-detail yang ada di dalam neraca, semoga penjelasan serta laporan diatas sudah dapat memberikan gambaran umum tentang sebuah neraca.

Gravatar Image
Accounting Blogger, Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.