Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya

Posted on
Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya
4.8 (96.74%) 86 vote[s]

Akuntansilengkap | Pada artikel ini akan dibahas tentang laporan laba rugi perusahaan jasa/ laporan perubahan modal perusahaan jasa/ laporan neraca perusahaan jasa/ laporan arus kas perusahaan jasa.

Perusahaan Jasa


Apasih perusahaan jasa (service company) itu ?

Perusahaan jasa bisa kita artikan sebagai perusahaan yang khusus bergerak menangani atau memberikan pelayanan di bidang penjualan jasa (keahlian).

Apa saja contohnya ?

Yang termasuk ke dalam bidang perusahaan jasa contohnya adalah bank, asuransi, bengkel motor/mobil, rental, usaha salon, jasa pengiriman surat/barang (POS, JNE, TIKI dsb) dan masih banyak contoh lainnya.

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK), menyatakan bahwa laporan keuangan dapat diidentifikasikan secara jelas informasi yang ada di suatu perusahaan. Laporan keuangan meliputi

1. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (statement of income and other comprehensive income).
2. Laporan perubahan ekuitas( statement of change equity).
3. Laporan posisi keuangan (statement of financial position) / Neraca (balance sheet).
4. Laporan arus kas (stetement of cash flow).
5. Catatan atas laporan keuangan.
6. Informasi komparatif.

Laporan keuangan perusahaan jasa memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Menyajikan informasi yang menyangkut posisi keuangan.
2. Untuk memenuhi kebutuhan informasi bersama.
3. Untuk menyatakan apa yang telah dilakukan manajemen.

Baca juga: 

  1. Tujuan Laporan Arus Kas, Definisi, Manfaat dan Contoh
  2. “6” Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan (Dagang dan Jasa)

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

contoh laopran laba rugi perusahaan jasa
contoh laopran laba rugi perusahaan jasa
contoh laporan perubahan modal perusahaan jasa
contoh laporan perubahan modal perusahaan jasa
contoh laporan neraca perusahaan jasa
contoh laporan neraca perusahaan jasa
contoh laporan arus kas perusahaan jasa lengkap
contoh laporan arus kas perusahaan jasa lengkap

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Laporan keuangan perusahaan jasa yang disajikan setiap akhir periode terdiri atas laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan posisi kas (neraca), dan laporan arus kas.

1. Contoh Laporan Laba-Rugi (Income Statement)

Laporan laba/rugi adalah laporan yang menyajikan seluruh pendapatan dan beban dari suau perusahaan dalam satu periode akuntansi. Laporan laba/rugi memiliki dua bentuk penyajian yaitu:

1. Bentuk Single Step

Bentuk laporan ini jenisnya adalah menjumlahkan seluruh pendapatan dan semua beban yang ada. Kemudian selisih dari pendapatan dan beban adalah diketahui besarnya sebagai laba/rugi perusahaan.

2. Bentuk Bertahap (Multiple Step)

Pada prinsipnya bentuk yang kedua ini sama dengan bentuk sebelumnya hanya perbedaannya karena adanya pengelompokkan atas jenis pendapatan dan jenis beban. Misalnya pendapatan, antara pendapatan usaha dan pendapatan diluar usaha dikelompokkan tersendiri. Begitupun pada beban, dibedakan pula beban usaha dan beban diluar usaha.

Selisih dari pendapatan dan beban kemudian diketahui sebagai laba/rugi perusahaan.

Baca juga: 

  1. [TERBARU] Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa
  2. Pengertian dan Contoh Laporan Laba Rugi +Bentuk dan Format Penyusunan

2. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

Laporan perubahan modal / laporan perubahan ekuitas adalah suatu bentuk laporan keuangan perusahaan jasa yang secara khusus menyajikan informasi tentang segala perubahan yang terjadi pada modal/ekuitas suatu perusahaan pada satu periode akuntansi.

Unsur-unsur laporan perubahan ekuitas:

  • Modal awal (pemilik)
  • Laba (rugi) bersih
  • Setoran (penarikan) pemilik
  • Ekuitas akhir

Informasi :

Terjadi penambahan modal apabila: laba lebih besar dari pada pengambilan pribadi (prive). Dan terjadi pengurangan modal apabila:

  1. Laba lebih kecil dari prive (pengambilan pribadi)
  2. Rugi ditambah dengan prive (pengambilan pribadi).

Baca juga: 

  1. Pengertian, Contoh dan Unsur Laporan Perubahan Modal
  2. Contoh Laporan Perubahan Ekuitas Perusahaan Jasa

3. Laporan Posisi Keuangan / Neraca

Laporan Posisi Keuangan atau sering disebut neraca pada perusahaan jasa  adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan posisi keuangan yang berupa aset, kewajiban, dan ekuitas (modal) untuk satu periode akuntansi tertentu pada suatu perusahaan.

Berikut adalah unsur-unsur Laporan Posisi Keuangan:

1. Aset
2. Kewajiban (liabilitas)
3. Ekuitas (equity)

Bentuk Laporan Posisi Keuangan yang lazim digunakan adalah dengan 2 bentuk , yaitu:

1. Bentuk skontro
2. Bentuk staffel

Langkah-langkah Penyusunan Laporan Posisi Keuangan:

1. Judul Laporan

Menuliskan keterangan yang terdiri dari:

  • nama perusahaan,
  • nama laporan, dan
  • periode laporan di tengah atas halaman.

2. Isi Laporan

  • Aset disusun sedemikian rupa hingga menurut urutan likuiditasnya
  • Kewajiban harus disusun menurut urutan jatuh temponya
  • Ekuitas harus disusun menurut urutan sifat kekekalannya

Baca juga:

  1. Bentuk Neraca Staffel dan Skontro “Mudah”
  2. “4” Contoh Laporan Neraca Perusahaan (Dagang dan Jasa)

Contoh Laporan Posisi Keuangan / Neraca

1. Bentuk skontro (sebelah-menyebelah) Bentuk T

Neraca dengan bentuk skontro atau bentuk T adalah dengan cara kelompok harta (aktiva) di kolom sebelah kiri , sedangkan kelompok kewajiban dan modal letaknya dikolom sebelah kanan.

2. Bentuk laporan (Stafel)

Bentuk neraca ini disajikan dengan cara, kelompok harta (aktiva) diletakkan dibagian atas dan kelompok kewajiban dan modal diletakkan dibawahnya.. bentuk ini sering dikenal dengan bentuk laporan/vertical.

4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

Laporan arus kas perusahaan jasa adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi arus masuk dan arus keluar kas dan setara dengan kas.

Kas : meliputi uang tunai atau saldo kas dan rekening giro

Sedangkan setara kas : adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka waktu pendek yang dengan mudah dapat dapat dijadikan/dicairkan menjadi kas.

Jadi, laporan arus kas harus dapat melaporkan arus kas selama periode akuntansi tertentu dan dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Yang disesuaikan dengan bisnis perusahaan tersebut. Tujuan dari klasifikasi sendiri adalah untuk memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadap jumlah kas dan setara kas.

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi diperoleh dari transaksi dan peristiwa yang mempengaruhi laba/rugi bersih perusahaan karena berhubungan dengan pendapatan perusahaan. Arus kas dari aktivitas operasi meliputi:

  • penerimaan kas hasil dari penjualan barang atau
  • penerimaan kas dari royalty, fee, komisi, dan pendapatan lain,
  • pembayaran sejumlah kas kepada pemasok barang atau jasa,
  • pembayaran sejumlah kas kepada karyawan,
  • penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya,
  • pembayaran sejumlah kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan,
  • penerimaan dan pembayaran sejumlah kas dari kontrak yang diadakan dan dilaksanakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.

2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan berupa informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan sumberdaya yang bertujuan menghasilkan pendapatan dan arus kas di masa depan.

Arus kas dari aktivitas investasi meliputi:

  1. sejumlah uang muka yang diterima akibat pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya (terkecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan).
  2. penerimaan kas atas penjualan aktiva tetap (tanah, bangunan, peralatan) aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang lain.
  3. pengeluaran kas yang digunakan untuk pembelian seperti aktiva tetap, aktiva jangka panjang, termasuk didalamnya adalah biaya pengembangan aktiva yang dibangun sendiri oleh perusahaan.
  4. perolehan saham dari perusahaan lain atau instrumen keuangan.
  5. pembayaran sejumlah kas yang berhubungan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts, terkecuali pelaksanaan kontrak tersebut untuk tujuan perdagangan (dealing or trading), atau apabila pembayaran tersebut digolongkan sebagai aktivitas pendanaan.

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Perlunya dilakukan pengungkapan yang terpisah dari arus kas akibat dari aktivitas pendanaan adalah untuk memprediksi klaim (aduan) terhadap arus kas masa depan oleh para penyetor (pemasok) modal perusahaan.
Yang termasuk dalam Arus kas dari aktivitas pendanaan diantaranya:

  1. pembayaran kas untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha.
  2. penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan pinjaman lainnya.
  3. penerimaan kas yang berasal dari saham atau instrumen modal lainnya.
  4. pengeluaran kas untuk penarikan atau menebus saham perusahaan kepada para pemegang saham.
  5. pelunasan pinjaman.
  6. pembiayaan (finance lease) oleh penyewa guna usaha (lessee) Berikut contoh laporan keuangan perusahaan jasa.

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa, semoga bermanfaat bagi pembaca akuntansilengkap.com. Sekian dan terimakasih banyak atas kunjungannya. 🙂

Kunjungi artikel terkait : 

  1. Pengertian Manajer Menurut Para Ahli Serta Tugas, 3 Tingkatan dan Contohnya
  2. Pengertian Dan Tahapan Proses Manajemen Strategi Serta Tujuan Lengkap
  3. Pengertian Nerca Saldo Serta Bentuk dan Contohnya
  4. Info Pasar Modal : Pengertian, Fungsi,Tujuan dan Manfaat Pasar Modal serta Macam-macamnya
  5. Info Lengkap Tugas dan Wewenang Manajer Keuangan
Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.