Metode Penelitian Kualitatif: Jenis dan Contoh

Posted on

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan penemuan berupa data deskripsi tentang perilaku, ucapan dan tulisan dari orang atau kelompok orang yang diteliti.

Jenis metode penelitian kualitatif berbeda dengan jenis metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kualitatif memungkinkan untuk mendapatkan data yang tidak bisa diukur dengan menggunakan prosedur statistik atau metode kuantitatif.

Tujuan metode penelitian adalah memahami kenyataan sosial secara utuh, mengenai kehidupan individu, kelompok dan organisasi.

Postingan ini akan menjelaskan tentang 5 jenis metode penelitian kualitatif beserta contohnya.

Penelitian Kualitatif

pengertian Penelitian Kualitatif

Menurut Banister

Pengertian penelitian kualitatif adalah penelitian dengan cara yang sederhana untuk memahami suatu masalah, karena peneliti sebagai pusat dari pemaknaan pada suatu masalah.

Merriam

Penelitian kualitatif merupakan konsep penelitian yang membantu untuk memahami fenomena sosial di kehidupan nyata dengan sekecil mungkin gangguan terhadap setting alamiahnya.

Strauss dan Corbin

Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan temuan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang tidak bisa diukur oleh prosedur statistik.

Jenis-Jenis Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian Biografi

Biografi berasal dari kata bio yang artinya hidup, dan grafi yang artinya penulisan.

Penelitian biografi adalah jenis metode penelitian yang berusaha mengungkapkan pengalaman menarik, unik, dank has dari seseorang. Biasanya dari seorang tokoh, pejabat, pelaku peristiwa bersejarah seperti pahlawan, pendiri organisasi dan masih banyak lagi.

Singkatnya, penelitian metode biografi adalah penelitian tentang sejarah hidup seseorang.

Metode biografi boleh mengungkapan sejarah dan pengalaman seseorang yang masih hidup atau yang sudah mati.

Metode penelitian biografi mencari informasi dengan alat pendukung seperti arsip-arsip, dokumen foto, rekaman video, rekaman suara, dan pendapat seseorang atau kelompok.

Tujuan pendekatan biografi

Tujuan dari penelitian biografi adalah mengungkapkan pengalaman apa yang telah mempengaruhi hidup seseorang tersebut, sehingga bisa menjadi seperti pribadinya yang dikenal sekarang.

Cara menyusun penelitian metode biografi

Berikut adalah tahapan yang umumnya dipakai dalam menyusun penelitian metode biografi:

  1. Membuat rangkaian pengalaman hidup si tokoh yang bersifat objektif.
  2. Mencari data-data lengkap dari tokoh, seperti foto, rekaman video dan dokumentasi lain.
  3. Menyeleksi data yang akan digunakan dalam penulisan biografi.
  4. Tahap eksplorasi makna yaitu mencari makna dan menulisnya, dari data yang telah diseleksi.
  5. Menjelaskan arti data secara urut, berkesinambungan, menarik dan jelas.

Contoh penelitian biografi

  1. Arma Abdoellah: Dari Tentara Pelajar Menjadi Guru Besar Kesehatan Jasmani 1927 – 1992. MUHAMMAD CAESAR BAHARI, Nur Aini Setiawati, Ph.D.
  2. Pergerakan Perempuan dalam Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia : Studi Biografi SK Trimurti.  Putri Kusuma Devi, Prof. Dr. Cornelis Lay, M.A.
  3. Biografi Dakwah: Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al-Quthb 1970-2017
  4. DENI KUSUMA, Drs. Arief Akhyat, MA.
  5. Biografi Cornelia “Corry” Van Stenus 1947-2006. NURUL AZIZAH, Uji Nugroho Winardi, S.S., M.A.
  6. Adipati Paku Alam Viii: Kiprah Sang Negarawan Masa Revolusi. SAMANTHA ADITYA PUTRI, DR. MUTIAH AMINI, M.Hum

Baca juga: Cara menentukan variabel penelitian

Penelitian Fenomenologi

Fenomenologi bersal dari Bahasa Yunani, Phainoai yang artinya “menampak” dan phainomenon yang artinya “yang menampak”.

Penelitian Fenomenologi adalah penelitian yang berusaha menjelaskan tentang fenomena pengalaman yang terjadi oleh seseorang. Fenomenologi mencoba mengungkapkan tentang kesamaan makna pada suatu fenomena atau konsep yang dialami oleh individu atau kelompok.

Menurut Polkinghorne

Fenomenologi adalah usaha untuk menggambarkan tentang apa yang dialami beberapa orang yang terlibat pada fenomena yang terjadi.

Menurut Husserl

Fenomenologi adalah proses penelitian yang berusaha mencari hal yang esensial atau perlu, dari pengalaman manusia dengan melihat pada sesuatu yang tampak dari luar dan hal-hal yang ada pada ingatan.

Fenomenologi merupakan metode penelitian yang erat kaitannya dengan ilmu psikologi dan filsafat.

Tujuan fenomenologi

Tujuan Fenomenologi adalah “memahami esensi dari suatu fenomena”, mencari tahu hal apa yang dirasakan atau dialami oleh individu-individu dan bisa menuliskan ragam informasi tersebut secara lengkap, supaya bisa menjadi informasi utuh yang bisa dipahami oleh masyarakat banyak.

Fenomenologi juga bertujuan untuk memperlajari fenomena manusia yang terjadi sebenarnya.

Cara menyusun penelitian metode fenomenologi

Berikut adalah tahapan yang umumnya dipakai dalam menyusun penelitian metode fenomenologi:

  1. Menentukan rumusan masalah yang bisa mengungkapkan secara mendalam suatu fenomena.
  2. Proses penelitian harus objektif, tidak terpengaruh oleh fikiran atau pengalaman peneliti.
  3. Pengumpulan data dari narasumber, minimlah 10-25 orang.
  4. Filter dan analisa data-data yang bisa digunakan untuk penelitian.
  5. Memaknai hasil dari informasi data narasumber secara mendalam.

Contoh penelitian Fenomenologi

  1. Studi tentang orang-orang yang menjadi korban kekerasan seksual
  2. Studi tentang fenomena islamiphobia
  3. Studi tentang penderita penyakit tertentu, seperti HIV/Aids.
  4. Studi tentang warga yang diserang oleh teroris atau pemberontak.

Judul Penelitian Fenomenologi

  1. Pelayanan Pastoral Care Terhadap Pasien Penyakit Terminal Dan Keluarganya Menurut Keluarga Pasien. IMANUEL E ANGGUN S, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA; Dr. Carolus Borromeus Kusmaryanto SCJ
  2. Fenomena Homoseksual dalam Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl.  EXISTENSA PRATIWI, Dr. Septiana Dwiputri Maharani        
  3. “Yang Muda, Yang Berkarya” (Studi Fenomenologi: Makna Kerja Social Entrepreneur Pada Generasi Milenial).  CINTHYA MEGAPERTIWI, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog
  4. Fenomenologi Merleau-Ponty sebagai Landasan Prinsip Ekologi dalam Ekokritisisme Sastra. Hening Sekar Utami, Dr. Sindung Tjahyadi.

Baca juga: Contoh Dumping dalam perdagangan internasional

Penelitian Grounded Theory

Pengertian grounded theory adalah pendekatan metode penelitian kualitatif yang berusaha untuk menemukan teori yang berhubungan dengan kondisi tertentu.

Pendekatan grounded theory merupakan pendekatan penelitian dengan prosedur yang sistematis untuk mengembangkat teori tentang suatu fenomena.

Dikatakan sistematis karena grounded theory menyesuaikan antara teori dan observasi sehingga bisa diteliti dan bisa dibuktikan.

Tujuan metode penelitian grounded theory

Tujuan grounded theory adalah teoritisasi data. Teoritisasi adalah metode penyusunan teori berdasarkan tindakan. Pendekatan ini berasal dari data yang ada sehingga menjadi teori. Jadi pada praktiknya, data yang telah disusun secara teratur bisa memunculkan teori baru.

Grounded theory juga bertujuan untuk membuktikan, merevisi dan memperbaiki teori yang ada terhadap suatu fenomena dengan menggunakan data yang ada di lapangan.

Teori tersebut kemudian dikembangkan dengan dibuktikan dengan data dan analisa terhadap fenomena tersebut.

Cara menyususun metode penelitian grounded theory

  1. Proses pendekatan. Dilakukan dengan cara mengidenftifikasi interaksi manusia, dan membaginya dalam kategori yang bisa digunakan sebagai informasi dasar teori.
  2. Sampel teori. Sumber teori berasal dari data wawancara, dokumen, jurnal, percakapan dan catatan peneliti.
  3. Analisa data. Peneliti mengumpulkan dan mengelompokkan data menjadi beberapa kategori. Analisa data dapat dilakukan dengan pengodean terbuka, pengodean berporos dan pengodean selektif.
  4. Rumusan masalah penelitian. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu: identifikasi fenomena yang akan diteliti, objek formal dan material, berorientasi pada proses dan tindakan.
  5. Deteksi fenomena. Deskripsikan fenomena seperti objek, keadaan, proses dan peristiwa tersebut terjadi.
  6. Penurunan teori. Teori berasal dari data informasi partisipan atau data-data lain yang mendukung suatu topik.
  7. Pengembangan teori. Peneliti bisa mengembangkan teori berdasarkan data yang diperoleh atau pendapat orang lain yang bisa membantu mengembangkan teori dasar peneliti.

Contoh penelitan grounded theory

  1. Recovery Pada Pasien Skizofrenia Di Komunitas: Grounded Theory Study. MAMNUAH, Prof. Dra. RA. Yayi Suryo Prabandari, M. Si., Ph.D.; Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., Ph.D.; Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, Sp.KJ(K)
  2. Social Capital Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Di Kota Yogyakarta. SUPRIYATI, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D.; Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.; DR. M. Najib Azca, M.A
  3. Relasi Pertemanan Antar Etnis (Jawa, Tionghoa, Arab) Remaja Surakarta. FADJRI KIRANA A, Avin Fadilla Helmi, Dr., M.Si

Penelitian Etnografi

Menurut John Van Maanen, etnografi adalah metode penelitian yang mengacu pada kerja lapangan, peneliti biasanya akan hidup berdampingan langsung dengan kelompok atau orang yang diteliti dalam kurun waktu 1 tahun atau lebih.

Penelitian etnografi adalah penelitian yang mengungkapkan penafsiran suatu budaya atau kelompok sosial.

Penafsiran ini dilakukan dengan cara mengamati dan meneliti suatu kelompok dengan mempelajari perilaku, interaksi, kegiatan sehari-hari, kebiasaan dan cara hidupnya.

Proses penelitian etnografi cukup memakan waktu dikarenakan peneliti mempelajari semua aspek pada suatu kelompok sosial seperti budaya dan bahasanya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai setiap anggota kelompok.

Orang yang melakukan penelitian etnografi disebut etnografer.

Jenis-jenis penelitian etnografi

  1. Etnografi realis, adalah penelitian yang menggunakan narasumber dari pihak ke tiga. Etnografer atau peneliti mencegah adanya pengaruh dari sendiri, sehingga menghasilkan penelitian yang tidak objektif.
  2. Etnografi kritis, adalah penelitian yang melibatkan peneliti dalam hal advokasi pada kelompok budaya yang diteliti.

Cara menyusun penelitian etnografi

  1. Memastikan bahwa masalah penelitian sudah tepat jika menggunakan pendekatan etnografi. Ruang lingkup etnografi meliputi budaya, Bahasa, kepercayaan, dan perilaku kelompok.
  2. Menentukan kelompok budaya yang akan diteliti.
  3. Pahami perilaku kelompok untuk mencari tema yang sesuai dengan kelompok budaya terpilih.
  4. Pemilihan data di lapangan. Data yang dimaksud meliputi hasil pengamatan, wawancara, dan survey lokasi.
  5. Menulis secara keseluruhan informasi yang ada dari kelompok budaya yang dipilih. Informasi berasal dari narasumber atau dari penulis sendiri.

Contoh penelitian etnografi

  1. Spiral Of Silence Pada Kaum Minoritas Lgbt Di Media Sosial (Studi Etnografi Sexual Self Disclosure Pria Gay Pada Media Sosial Instagram).  N RAHMAWATI KHAIRIAH, Kuskridho Ambardi, M.A., Ph.D
  2. Permainan Simulasi Kencan sebagai Medium Romantic Loneliness (Studi Etnografi Mengenai Proses Pemain Bermain Permainan Mystic Messenger dan If My Heart Had Wings).  SARAH NOVERIANTI, Dr. Ardian Indro Yuwono, S.IP., M.A.
  3. Pilihan Informasi Dan Identitas Muslim Cyber Army (Studi Netnografi Dinamika Pilihan Informasi Grup Facebook United Muslim Cyber Army(R), Periode 24 Maret 2019 – April 2019, sehingga Merepresentasikan Identitas Komunal).  YOGA PRAMUDYA WADANA, Lisa Lindawati, S.I.P., M.A.

Baca juga: Jenis-jenis akuisisi

Penelitian Studi Kasus

Pengertian studi kasus adalah laporan informasi dari hasil penelitian suatu fenomena pada kehidupan nyata.

Metode penelitian studi kasus adalah penelitian secara mendalam tentang suatu masalah. Penelitian studi kasus menjelaskan segala hal tentang objek yang diteliti, seperti bagaimana dan mengapa kasus tersebut bisa terjadi.

Kasus yang diteliti meliputi program, organisasi, individu, peristiwa, aktivitas yang ada pada waktu dan tempat tertentu.

Jenis studi kasus

  1. Studi kasus eksploratori, adalah studi kasus yang bertujuan untuk enemukan jawaban dari pertanyaan “apa” atau “siapa”.
  2. Studi kasus eksplanatori, adalah penelitian studi kasus yang tujuannya mencari jawaban atas pertanyaan ‘bagaimana’ atau ‘mengapa’.
  3. Studi kasus deskriptif adalah studi kasus yang menganalisa peristiwa yang terjadi di masa lalu, sebagai perbandingan dengan teori yang baru.
  4. Studi kasus instrumental tunggal, adalah metode penelitian studi kasus yang menggunakan kasus sebagai sarana untuk menggambarkan isu.
  5. Studi kasus jamak, adalah penelitian studi kasus yang cukup kompleks karena menggunakan lebih dari satu isu dalam suatu penelitian.
  6. Studi kasus mendalam adalah studi kasus yang mempunyai prosedur penelitian yang rinci, karena meneliti tentang suatu kasus yang unik.

Tujuan penelitian studi kasus

  1. Tujuan studi kasus psikologi adalah untuk meneliti pemikiran dan perilaku manusia.
  2. Tujuan studi kasus sosiolog adalah untuk mendapatkan informasi tentang interaksi manusia.
  3. Tujuan studi kasus ilmuwan adalah untuk menguji teori yang ada dan menciptakan teori baru yang lebih efektif, atau mendukung teori yang sudah ada sebelumnya.

Contoh penelitian studi kasus

  1. Perancangan Rencana Pemasaran Berdasarkan Konsep Marketing 4.0 Studi Kasus: Pt Telekomunikasi Seluler.  INDRA KUSUMA PUTRA, Ike Janita Dewi, Dr., MBA
  2. Pelaksanaan Pengawasan Pemanfaatan Kawasan Pesisir (Studi Kasus Pemanfaatan Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis untuk Tambak Udang).  DENYSYA FARID Y, Dr. Jur. Any Andjarwati, S.H., M.Jur.
  3. Analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Lokasi Homestay Wisata (Studi Kasus: Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri). NAFISA ANDIKA PUTRI, Ir. Waljiyanto, M.Sc.

Gravatar Image
Accounting Blogger, Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Materi artikel, penulis rangkum dari berbagai sumber. Kritik dan saran, silahkan dikirimkan melalui halaman kontak website.