Kerjasama Multilateral : Pengertian dan Contoh

Posted on
contoh Kerjasama Multilateral

Kerjasama Multilateral – Setiap negara tentu akan memerlukan negara lain demi menjamin kehidupan masyaraat yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, tidak heran bila kemudian masing-masing negara saling mengadakan kerjasama termasuk salah satunya kerjasama multilateral.  Ada cukup banyak contoh kerjasama multilateral yang bisa Anda coba cari. 

Kerjasama multilateral ini adalah kerjasama yang dilihat berdasarkan pada jumlah anggotanya. Selain kerjasama tersebut, dalam kategori ini juga ada yang disebut dengan kerjasama bilateral.

Kerjasama bilateral adalah kerjasama antar 2 negara, Sementara kerjasama multilateral jumlah anggotanya lebih banyak lagi. Berikut ada informasi singkat khusus mengenai kerjasama multilateral. Mari disimak. 

Pengertian Kerjasama Multilateral

Mulai dari pengertian terlebih dahulu, kerjasama multilateral ini ialah kerjasama yang yang terdiri atas beberapa negara sebagai anggotanya. Dengan kata lain, akan disebut sebagai kerjasama multilateral apabila negara-negara yang tercakup dalam kerjasama tersebut jumlahnya lebih dari dua. 

Negara manapun yang ingin ikut menjadi anggota kerjasama multilateral tidak dibatasi pada wilayah tertentu. Artinya, kerjasama ini tidak memperhatikan asal negara sama sekali sehingga berbagai negara yang ada di dunia dapat menjadi anggotanya. 

Meskipun demikian, dalam kerjasama ini terdapat anggota yang paling utama, yakni negara-negara yang mempunyai kekuatan menengah. Sementara untuk negara-negara dengan kekuatan kecil, peranannya dalam urusan internasional lebih terbatas. 

Di dunia ini, ada banyak kerjasama multilateral, di mana masing-masing kerjasama tersebut mempunyai maksud serta tujuan yang berbeda-beda. Tentunya, kerjasama tersebut mempunyai aturan khusus yang wajib diikuti setiap negara anggota. 

Baca : Kerjasama Ekonomi Internasional

Contoh Kerjasama Multilateral

Adapun contoh kerjasama multilateral ini ialah sebagai berikut.

1. World Trade Organization (WTO)

Contoh yang pertama ialah World Trade Organization atau yang biasa disebut juga dengan WTO. Seperti namanya, WTO ini merupakan organisasi yang bergerak dalam hal perdagangan dunia.

Setiap perdagangan negara yang terdapat di dalam naungan WTO akan diatur dengan berdasarkan pada kesepakatan antar anggota. Baca: 9 Teori Perdagangan Internasional

Tugas utama dari organisasi ini ialah menangani sengketa-sengketa perdagangan yang terjadi antar anggota. Di samping itu, WTO juga akan menyusun peraturan dan sekaligus dilengkapi dengan pengadilan tinggi guna memfasilitasi negara-negara yang hendak mengajukan banding atas sanksi yang telah dijatuhkan oleh organisasi. 

2. ECOSOC (Economic and Social Council)

Contoh kerjasama multilateral yang kedua ialah ECOSOC yang merupakan singkatan dari Economic and Social Council. Secara singkat, ECOSOC ini adalah lembaga dunia yang akan bergerak dalam masalah sosial serta ekonomi. Berdasarkan pada sejarah, konon ECOSOC ini pertama kali dibentuk pada 23 Januari 1947 di London. 

Kala itu, ECOSOC mempunyai tugas utama untuk mengkoordinasi berbagai pekerjaan sosial dan juga ekonomi PBB, menampung isu-isu terkait hak asasi manusia serta menyediakan fasilitas dalam hal pertukaran budaya dan pendidikan internasional.

Untuk selanjutnya, diketahui bahwa lembaga dunia satu ini menaungi sejumlah lembaga khusus PBB, antara lain.

  1. UNESCO atau Unites Nations Education Scientific Cultural Organization

Seperti yang telah diketahui, UNESCO ini adalah lembaga PBB yang secara khusus menangani berbagai hal terkait ilmu pengetahuan, kebudayaan dan juga pendidikan. Lembaga ini pulalah yang memberikan fasilitas terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di berbagai negara anggota dan pertukaran pelajar antar negara. 

  1. WHO atau World Health Organization

Adapun WHO ini adalah lembaga yang secara khusus menangani masalah-masalah yang ada dalam bidang kesehatan di berbagai negara yang ada di dunia. WHO ini pulalah yang nantinya akan membantu mengatasi wabah penyakit yang ada di suatu negara. 

  1. FAO atau Food and Agriculture Organization

Sementara FAO, ini adalah lembaga PBB yang akan mengambil peran dalam masalah pangan dan juga pertanian. Lembaga ini diketahui mempunyai tujuan utama berupa mendorong pembangunan pedesaan, meningkatkan kualitas pangan serta mengurangi bahaya kelaparan.

  1. ILO atau International Labour Organization

Secara singkat, ILO ini adalah organisasi buruh dunia. Ini adalah lembaga khusus PBB juga yang akan mengatasi berbagai masalah terkait perburuhan. Organisasi satu ini didirikan dengan tujuan untuk menciptakan kestabilan ekonomi dan sosial, mewujudkan keadilan sosial sekaligus mendorong kesejahteraan para buruh.  

3. IMF atau International Monetary Fund

Contoh kerjasama multilateral selanjutnya ialah IMF. Seperti namanya, IMF ini adalah lembaga keuangan dunia. Lembaga ini mempunyai kewenangan dalam hal menangani berbagai masalah keuangan. Adapun masalah keuangan yang terdapat dalam wewenang IMF ialah neraca pembayaran internasional yang defisit serta sistem perbankan dan keuangan negara yang runtuh.

Selain itu, IMF juga mempunyai wewenang atas masalah depresiasi mata uang yang diakibatkan oleh persaingan yang terjadi dalam perdagangan antar negara, inflasi keuangan serta angka pengangguran yang tinggi. IMF ini sendiri berdiri pada 22 Juni 1944 yang lalu dengan tujuan untuk memperbaiki ekonomi dunia setelah terjadinya perang dunia kedua. 

4. World Bank atau Bank Dunia

Contoh kerjasama multilateral keempat ialah Bank Dunia. Bank Dunia ini dibentuk pada 27 Desember 1945 akan tetapi baru beroperasi secara resmi pada 25 Juni 1946.

Bank Dunia ini mempunyai tugas utama yakni pendanaan dan kebijakan kaitannya dengan upaya untuk membantu pembangunan berbagai negara yang rusak dikarenakan perang. 

Dalam perkembangannya kemudian, Bank Dunia juga dibentuk dengan tujuan untuk menyortir berbagai program yang berkenaan dengan investasi asing, memperkenalkan pinjaman yang jangka waktunya panjang, serta membantu pendanaan dan sekaligus pembangunan negara-negara yang menjadi anggotanya. 

Dalam pelaksanaan tugasnya tersebut, lembaga keuangan dunia satu ini mempunyai beberapa lembaga sekaligus yang berada di bawah naungannya, antara lain:

  • MIGA (Multilateral Investment Guarantee Agency)
  • IDA (International Development Association)
  • ICSID (International Centre for Settlement of Investment Disputes)
  • IBRD (International Bank for Reconstruction and Development)
  • IFC (International Financial Corporation)

Selain berbagai contoh di atas, tentu masih banyak contoh kerjasama multilateral lainnya. Tentunya kerjasama ini akan memberikan keuntungan pada setiap anggotanya, dimana salah satunya ialah setiap negara jadi mempunyai kesempatan yang besar untuk memperkenalkan produk dalam negeri terutama kaitannya dengan upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi. Semoga bermanfaat. 

Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.