Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli : Unsur dan Tujuan

Posted on

Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli 

AkuntansiLengkap.com – Sistem akuntansi menurut beberapa ahli diartikan sebagai metode dan prosedur yang dilakukan dalam mencatat dan melaporkan informasi keuangan entitas bisnis / perusahaan.

Menurut Warren, Reeve, Fees yang diterjemahkan oleh Aria Farahwati dalam Accounting (2005: 234) sistem akuntansi merupakan metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengklarifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan informasi kegiatan usaha (operasional) dan keuangan sebuah perusahaan.

Sedangkan menurut Mulyadi sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan hasil lporan yang di koordinasi sedemiikian rupa guna menyediakan informasi keuangan yang memudahkan manajemen dalam pengelolaan perusahaan.

Menurut Thesaurus sistem akuntansi adalah daftar kronologis pemegang buku untuk debit dan mengkredit dari bisnis yang merupakan bagian dari buku rekening.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi digunakan guna menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh para pemakai informasi seperti manajemen perusahaan untuk memudahkan pengelolaan perusahaan.

Baca juga: 

  1. Pengertian pendapatan “Revenue” dan Definisi Dalam Akuntansi Menurut Para Ahli
  2. Cari Tahu Pengertian Siklus Akuntansi dan Tahapan Lengkap Disini
  3.  6 Komponen Sistem Informasi Akuntansi Lengkap

Unsur-Unsur Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi yang teratur sangat dibutuhkan agar dapat mendorong seoptimal mungkin agar dapat menghasilkan berbagai informasi akuntansi yang tepat, akurat, dan dapat dipercaya.

Terdapat beberapa unsur-unsur pokok di dalam sistem akuntansi, Mulyadi menyatakan unsur-unsur sistem akuntansi sebagai berikut:

1. Formulir

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat/merekam kejadian transaksi. Di dalam formulir terdapat data transaksi dan ini dijadikan dasar dalam pencatatan. Selengkapnya tentang 12 macam dokumen transaksi perusahaan.

2. Jurnal

Jurnal merupakan catatan akuntansi yang dilakukan untuk mencatat, mengkelompokkan transaksi sejenis dan meringkas data keuangan lainya. Hasil dari peringkasan data kemudian di lakukan posting ke rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.

Bentuk Jurnal khusus sendiri yang biasa digunakan sebagai berikut:

  • Jurnal Pembelian adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit. Pembelian secara tunai masuk kedalam jurnal pengeluaran kas.
  • Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit. Penjualan secara tunai dimasukkan dalam jurnal penerimaan kas.
  • Jurnal Umum disediakan khusus untuk mencatat penyesuaian pembukuan, koreksi transaksi dan hal lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.

3. Buku Besar (General Ledger)

Buku besar terdiri dari kumpulan rekening-rekening yang berfungsi untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekening buku besar diaanggap juga sebagai wadah penggolongan data keuangan untuk penyajian laporan keuangan. Selengkapnya tentang Pengertian, Fungsi, Bentuk dan Contoh Buku Besar Akuntansi.

4. Buku Pembantu (Subsidiary Ledger)

Buku pembantu berisi rekening-rekening pembantu dalam merinci data keuangan, contohnya seperti  mengelompokkan jenis transaksi yang terjadi di suatu perusahaan satu dengan yang lainya. Selengkapnya tentang Pengertian Buku Besar Pembantu Beserta Jenis dan Manfaatnya.

5. Laporan

Laporan adalah hasil akhir dari proses akuntansi, berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok produksi, laporan harga pokok penjualan, daftar hutang, daftar saldo persediaan,

Tujuan Sistem Akuntansi

Dalam mewujudkan sistem akuntansi yang baik dan tepat guna semestinya mengetahui tentang pembangunan sistem akuntansi itu sendiri, bagaimana hubungan kerjasama dengan sumberdaya manusia dan yang lainya dalam suatu perusahaan untuk mewujudkan tujuan perusahaan.

Tujuan sistem akuntansi dikemukakan oleh Mulyadi adalah

1. Menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha/bisnis yang baru.

2. Meningkatkan informasi yang dihasikan oleh sitem terdahulu, baik mengenai mutu, keakuratan penyajian maupun struktur informasi yang terkandung.

3. Memperbaiki pengendalian akuntansi internal perusahaan untuk memperbaiki tingkat keandalan (reibility) informasi akuntansi untuk menyediakan catatan lengkap tentang pertanggungjawaban dan perlindungan terhadap kekayaan (asset) perusahaan.

4. Mengurangi biaya klerikal dalam penyusunan catatan akuntansi.

Demikian artikel mengenai sistem akuntansi semoga bisa bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terimakasih 🙂

Jangan Lupa Mampir:

 

Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.