Bukti Kas Masuk : Pengertian, Jenis, Fungsi, Manfaat dan Contoh

Posted on

Setelah kemarin artikel bukti kas keluar terbit, banyak yang menanyakan tentang bukti kas masuk. Kedua bukti ini memang penting untuk membuktikan transaksi dalam bisnis.

Bagi pemilik bisnis, mulai dari usaha kecil/pemula, usaha menengah hingga bisnis besar membutuhkan bukti ini, untuk mendukung transaksi penerimaan kas.

Bukti atau dokumen pendukung kas masuk menjelaskan adanya penambahan harta (kas) perusahaan/organisasi. 

Jadi semua jenis pemasukan seperti pendapatan jasa, penjualan barang dagang, pendapatan sewa, pendapatan investasi dan pendapatan bisa dibuktikan dengan dokumen ini.

Pengertian Bukti Kas Masuk

Bukti kas masuk adalah bukti tentang penerimaan kas, uang, harta perusahaan. Bukti ini dibuat sendiri oleh pihak perusahaan.

Penyebab penerbitan bukti pemasukan kas adalah saat perusahaan menjual produk kepada pelanggan, penerimaan bunga dari bank atau deviden dari saham.

Bukti kas dibuat, saat bisnis benar-benar telah diterima dalam bentuk uang tunai atau digital. Sedangkan jika bersifat kredit, maka belum dicatat.

Baca juga : 15 Contoh Transaksi Internal dan Eksternal, Apa Bedanya?

Jenis Bukti Kas Masuk

10 tahun lalu, mungkin perusahaan kebanyakan masih menggunakan bukti kas masuk fisik. Namun saat ini sudah banyak platform untuk membuat pembayaran atau penerimaan otomatis.

Sehingga jenis dokumen pendukung kas masuk diantaranya :

  1. Bukti kas masuk fisik adalah bukti dalam bentuk kertas yang dicetak dan ditandatangani secara manual.
  2. Bukti kas masuk digital adalah bukti dalam bentuk digital, yang biasanya dikeluarkan oleh aplikasi secara sistem / otomatis. Hal ini bisa ditemukan, jika pihak pelanggan atau eksternal membayar metode digital.

Cara Membuat Bukti Kas Masuk

format bukti kas masuk

Cara pembuatan dokumen atau bukti pemasukan kas bisa menggunakan format seperti berikut :

  1. Nama dan alamat perusahaan
  2. Nomor surat
  3. Tanggal transaksi
  4. Judul surat
  5. Pihak yang memberikan
  6. Nama akun
  7. Nominal jumlah transaksi
  8. Transaksi terbilang 
  9. Keterangan transaksi
  10. Kolom persetujuan, pembayar dan penerima/kasir

Baca juga :

Fungsi Bukti Kas Masuk

Fungsi bukti kas masuk adalah mencatat penerimaan dari pelanggan, mitra, bank dan investor. Berikut fungsi bukti kas masuk lainnya :

  1. Bukti pembayaran utang dari kreditur atau pelunasan piutang
  2. Bukti pendapatan dari penjualan produk
  3. Bukti pendapatan dari aset yang disewakan
  4. Bukti penerimaan kas dari dividen saham
  5. Bukti penerimaan uang dari komisi penjualan
  6. Bukti pendapatan bunga dari bank

Tujuan Bukti Kas Masuk

Tujuan pembuatan bukti kas masuk adalah untuk menunjukkan bahwa benar telah terjadi penerimaan uang dari pihak lain. Selain itu, tujuan lainnya adalah :

  1. Memudahkan melihat detail transaksi, seperti tanggal, keterangan dan nominalnya 
  2. Sebagai bukti pencatatan laporan keuangan akuntansi
  3. Sebagai arsip yang dibutuhkan jika akan dilakukan verifikasi transaksi
  4. Bisa digunakan sebagai  perbandingan keuntungan dari periode sebelumnya
  5. Sebagai acuan untuk strategi meningkatkan pendapatan perusahaan di masa depan

Contoh Bukti Kas Masuk

1. Bukti kas masuk

Dibawah ini adalah contoh bukti kas masuk yang berbentuk fisik.

contoh bukti kas masuk

Dokumen bukti kas masuk di atas bisa ditemukan dengan mudah di tempat penjualan alat tulis. Namun masing-masing perusahaan/bisnis juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing.

2. Kwitansi

Kwitansi adalah bukti penerimaan kas yang biasa digunakan pada bisnis atau usaha kecil menengah. Pasalnya, pembuatan kwitansi sangat mudah dan sederhana.

Namun kwitansi kurang efektif untuk jenis usaha besar yang memiliki banyak transaksi. Dikarenakan tidak adanya kolom dan ukurannya kecil.

Informasi yang terkandung dalam kuitansi adalah :

  1. Pihak pembeli / pemberi uang
  2. Nominal terbilang uang
  3. Nominal angka
  4. Tujuan pembayaran
  5. Tanggal transaksi
  6. Pihak yang menerima

Kwitansi dalam 1 lembar terdiri dari 2 bagian, bagian kanan diberikan kepada pembeli dan bagian kiri disimpan penjual.

3. Nota kontan

Nota kontan adalah dokumen yang diterbitkan oleh pihak penjual. Dokumen ini berisi detail informasi barang beserta syarat pengirimannya.

Isi nota kontan meliputi :

  1. Nama perusahaan (pihak penjual) dan alamat
  2. Nama perusahaan (pembeli) dan alamat
  3. Tanggal transaksi
  4. Nomor nota
  5. Syarat pengiriman
  6. Kolom transaksi berisi nama barang, unit, harga satuan dan jumlah
  7. Nominal terbilang dengan huruf
  8. Nama akun
  9. Kolom tertanda pihak yang mengetahui
  10. Kolom tertanda bagian penjualan

4. Rekening koran

Rekening koran adalah daftar riwayat transaksi pemasukan dan pengeluaran di rekening bank perusahaan. Melalui rekening koran, Anda bisa melihat jumlah transaksi pada periode tertentu secara lengkap, baik nominal, berita dan tanggal transaksi.

Gravatar Image
Semoga materi yang saya bagikan bisa membantu teman-teman yang sedang belajar akuntansi online.

Leave a Reply