Pasar Bebas : Pengertian, Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya

Posted on
Pasar Bebas : Pengertian, Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya
5 (100%) 6 vote[s]
pengertian dan contoh pasar bebas

Semakin berkembangnya sistem perekonomian, kini kita mengenal adanya Pasar Bebas yang diusulkan oleh sistem ekonomi liberalisme. Apa itu pasar bebas ? apa saja kelebihan dan kekurangannya ? simak selengkapnya berikut ini.

Pengertian Pasar Bebas

Pasar Bebas adalah pasar dimana segala bentuk kebijakannya tidak ada paksaan dan patokan dari pihak lain termasuk pemerintah.

Dapat dilihat dari namanya saja “Bebas” yang berarti penjual dan pembeli mendapatkan kebebasan penuh dalam memutuskan segala hal yang berhubungan dengan bisnis mereka tanpa ada halangan dari pihak lain.

Walaupun disebut pasar bebas, tetapi tidaklah sepenuhnya bebas karena masih terdapat aturan-aturan tertentu yang harus ditaati oleh dua belah pihak.

Ada juga definisi lain dari Pasar Bebas yaitu proses kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan dengan tidak adanya hambatan dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah dalam perdagangan individu dengan individu maupun perusahaan dengan perusahaan di negara yang berbeda.

Jadi dapat kita simpulkan, pasar bebas tidaklah sepenuhnya bebas karena masih ada beberapa aturan yang harus dipatuhi kedua belah pihak.

Dan juga meski adanya peraturan didalamnya namun peraturan tersebut tidaklah mengikat yang mana dapat menyebabkan kedua belah pihak merasa terhambat dalam proses kegiatan ekonomi mereka.

Baca : Pengertian pasar dan contoh input

Pengertian Pasar Bebas menurut David Ricardo

Pasar bebas atau disebut juga perdagangan bebas merupakan sistem perdagangan yang berada di luar negeri, dengan konsep masing-masing negara yang berbeda namun negara tidaklah menjadi penghalang dalam kegiatannya.

Pengertian Pasar Bebas menurut Adam Smith

Pasar bebas merupakan suatu wadah untuk penampungan yang dihasilkan oleh setiap individu dengan landasan kebebasan untuk menjalankan atmosfer dan roda perekonomian yang diinginkan oleh mereka.

Jadi tidak adanya sedikitpun campur tangan dari pemerintah atau pihak lainnya.

Dapat kita simpulkan dari pengertian dua ahli diatas, pasar bebas adalah proses kegiatan perokonomian berbentuk pasar dan didalamnya terdapat perdagangan yang dimana semua kegiatannya dilakukan atas keinginan dan kehendak individu tanpa adanya campur tangan dari segala pihak.

Baca : Contoh Pasar Monopolistik

Contoh Pasar Bebas

1. NAFTA (North America Free Trade Area)

Dapat dilihat dari namanya, organisasi ini adalah contoh perdagangan bebas negara-negara yang berada di Amerika Utara, mencakup Amerika Serikat, Kanada, Meksiko.

Organisasi yang didirikan pada tahun 1994 ini memiliki tugas antara lain mengkoordinasikan kegiatan ekonomi termasuk hubungan niaga, komunikasi kegiatan kebudayaan sampai pengurusan visa dan paspor.

Markas NAFTA terletak di ibukota Amerika Serikat, Washington DC, Ottawa dan juga Meksiko City.

Baca: Contoh Pasar Monopoli

2. AFTA (Asean Free Trade Area)

AFTA merupakan Organisasi regional yang memiliki tujuan meningkatkan daya saing negara di ASEAN dalam basis produksi pasar dunia melalui penghapusan bea dan halangan non-bea dalam ASEAN.

Organisasi yang didirikan pada tahun 1995 ini kini sudah memiliki 10 negara anggota.

3. APEC (Asia Pasific Economic)

APEC merupakan bentuk kerjasama dalam bidang ekonomi antara 21 negara yang berada di lingkup pasifik.

APEC memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempererat hubungan antar negara dan mendorong perdagangan bebas diseluruh kawasan Asia Pasifik.

APEC didirikan pada tahun 1989 dan Indonesia bergabung menjadi anggota sejak tahun 1998 dan tercatat telah menjadi tuan rumah penyelenggara KTT APEC selama dua kali.

4. CAFTA (China – ASEAN Free Trade Area)

CAFTA merupakan perjanjian perdagangan antara China dan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dengan saling mengadakan perdagangan bebas tarif bea masuk baik untuk produk – produk dari China maupun ASEAN.

Karena China merupakan negara dengan perokonomian yang kuat, Perdana Menterinya mendeklarasikan kerjasama perdagangan dengan ASEAN, tepatnya pada tahun 2001 dalam KTT-ASEAN yang ke-7 di Bandar Sri Begawan Brunei Darussalam dan disahkan di Vietnam pada November 2008.

Baca: Contoh Pasar Oligopoli

5. MEA (Masyarakat Ekonomi Asia)

Sesuai dengan namanya, MEA merupakan pasar bebas yang berada di Asia Tenggara dan tentu saja anggotanya berasal dari negara-negara ASEAN.

Dalam pasar bebas ini seluruh negara anggota dibebaskan menjual barang dan jasa pada anggota lainnya tanpa tarif.

Selain barang, jasa pun diperjualbelikan, oleh karena itu akan muncul tenaga kerja dari luar negeri yang professional.

MEA sendiri dibentuk pada tahun 2015. Bagi Indonesia sendiri, MEA adalah peluang juga tantangan. Dikatakan peluang karena kesempatan memperluas jangkauan pasar bagi produsen terbuka sangat besar.

Dikatakan tantangan karena banyaknya barang yang dihasilkan oleh produsen masih dapat dikatakan belum dapat bersaing dengan produk luar negeri.

6. DR CAFTA (The Domonician Republic – Central America FreeTrade Agreement)

DR-CAFTA sendiri merupakan sebuah perjanjian antara Amerika Serikat dengan negara-negara yang berada di kawasan Amerika Tengah antara lain, Costa Rica, Honduras, Nikaragua, Guatemala dan negara lainnya.

Perjanjian ini ditandatangani pada tahun 2003 dan 2004.

Dengan adanya DR-CAFTA ini tariff ekspor produk-produk Amerika Serikat ke negara-negara anggota berkurang sebesar 80%.

Sebelumnya organisasi ini bernama CAFTA namun saat Republik Dominika bergabung namanya pun berubah menjadi DR-CAFTA.

7. EU (European Union)

Atau disebut Uni Eropa merupakan perjanjian pasar bebas bagi negara-negara yang berada di kawasan Eropa yang terdiri dari 28 negara anggota.

Manfaat dari tergabungnya negara dalam Uni Eropa adalah hilangnya hambatan masuk dan keluarnya barang dari tiap negara anggota, juga tentu saja dapat meningkatkan perekonomian bagi negara anggota.

8. Perjanjian Perdagangan Bebas Uni Eropa – Amerika Serikat

Meski dunia sedang mengalami krisis global namun hubugan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat tetap menguat dan menjadi hubungan yang terkuat di tengah ketidakstabilan ekonomi.

Hubungan antara keduanya dapat menghasilkan hingga 1 Milyar Dollar per hari dan juga keduanya dapat menyerap 20% dari ekspor penjualan barang – barang dan 30% dari ekspor pelayanan.

9. Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat – Korea Selatan

Menyandang status negara dengan perekonomian terkuat, Amerika Serikat membuka peluang sebesar-besarnya dalam melakukan perdagangan bebas, termasuk dengan Korea Selatan.

Kedua negara ini saling memiliki keuntungan yaitu KorSel dapat dengan bebas menerima impor barang dari AS dan juga dapat dengan bebas mengekspor barang ke AS.

10. Perjanjian perdagangan Bebas ASEAN – Amerika Serikat

Ternyata selain dengan Korea Sealatan AS juga membuka peluang perdagangan bebas dengan ASEAN.

Dengan didirikannya perjanjian perdagangan juga merupakan cara untuk membentuk relasi dan meminimalisir terjadinya konflik. Seperti hubungan AS-ASEAN yang fluktuatif.

Hubungan perdagangan ini memiliki keuntungan baik bagi AS maupun pada negara ASEAN sendiri.

Keberadaan AS di ASEAN dipercaya dapat menguatkan kerjasama regional tersebut, dan ikut menguatkan perekonomian bagi negara-negara kedua belah pihak.

Dampak Positif Pasar Bebas Bagi Indonesia

  1. Dengan adanya pasar bebas membuat dunia mengetahui potensi yang dimiliki oleh Indonesia yang kaya akan sumber daya alam seperti mineral, minyak bumi, serta produk hasil pertanian.
  2. Juga dengan diketahui oleh dunia dapat  meningkatkan kegiatan ekspor bagi Indonesia.
  3. emperluas kesempatan lapangan kerja, pasar produksi, peluang untuk mendapatkan peningkatan investasi dan sumber aliran modal, maupun peningkatan kapasitas dan disiplin kerja.
  4. Mendorong kemajuan IPTEK bagi Indonesia.
  5. Menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan basis produksi di Indonesia.
  6. Meningkatkan sektor pariwisata sehingga minat wisatawan juga bertambah untuk berlibur di Indonesia.
  7. Menambah devisa negara melalui kegiatan ekspor dan impor.
  8. Dengan adanya impor, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dalam negerinya.
  9. Hambatan untuk melakukan perdagangan cenderung berkurang atau bahkan tidak ada.
  10. Dengan jumlah penduduk yang banyak sebagai tenaga kerja dan pasar potensial, sehingga dapat menjadi pasar Industri.
  11. Meningkatnya kualitas dan kuantitas produk dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan produk luar.

Dampak Negatif Pasar Bebas Bagi Indonesia

  1. Dengan banyaknya produk yang berasal dari luar, dapat meningkatkan jumlah konsumsi masyarakat, sehingga timbul sifat Konsumerisme.
  2. Akan hilangnya kedaulatan negara secara ekonomi, kewenangan negara menggunakan kebijakan fiscal, keuangan dan moneter untuk mengambil keputusan dalam negeri.
  3. Juga dengan mudahnya suatu barang keluar masuk negara akan mengakibatkan ketergantungan terhadap barang impor murah dan menyebabkan pengangguran di dalam negeri.
  4. Jika Indonesia tidak mampu bersaing, maka akan berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya jumlah pengangguran.
  5. Semakin bertambahnya eksploitasi terhadap sumber daya alam oleh perusahaan baik lokal maupun asing.
  6. Kualitas produk dalam negeri cenderung akan kalah dengan masuknya barang dari luar negeri yang lebih berkualitas juga murah.
  7. Munculnya ketergantungan terhadap negara maju dalam bidang ekonomi.

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar Bebas

  1. Setiap individu mempunyai kebebasan dalam kekayaan serta sumber daya produksi.
  2. Adanya persaingan antar produsen untuk menghasilkan berbagai macam produk yang berkualitas.
  3. Dapat mengembangkan inisiatif juga kreatifitas masyarakat.
  4. Efisiensi juga efektifitas yang tinggi Karena setiap tindakannya selalu berlandaskan pada prinsip ekonomi.
  5. Meningkatkan devisa negara.
  6. Mendorong kemajuan negara dalam bidang IPTEK.
  7. Menambahnya peluang kesempatan kerja.

Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar Bebas:

  1. Terjadinya eksploitasi masyarakat yang berekonomi kuat pada masyarakat berekonomi lemah.
  2. Dapat menimbulkan terjadinya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
  3. Dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.
  4. Dapat menimbulkan adanya ketidakstabilan perekonomian.
  5. Membanjirnya tenaga ahli yang berasal dari luar negeri.
Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.