Indeks Harga Konsumen [Pengertian, Rumus serta Cara Menghitung]

Posted on
Indeks Harga Konsumen [Pengertian, Rumus serta Cara Menghitung]
5 (100%) 1 vote

Indeks harga konsumen pengertian, rumus serta cara menghitung | Harga-harga yang berubah berlaku dari waktu ke waktu tanpa menunjukan adanya konsekuensi. Dalam tingkat perubahannya cenderung berbeda. Suatu perubahan terjadi terhadap harga barang sangat dibutuhkan.

Suatu perubahan tersebut jika dipresentase maka tidaklah sama dari satu barang dengan barang lainnya, karena sebagian barang tidak menunjukkan perubahan. Perbedaan tingkat perubahan ini merupakan suatu hal yang menghambat dalam proses perhitungan dan evaluasi situasi perubahan perekonomian suatu negara.

Dalam menggambarkan tingkat perubahan harga-harga barang secara umum, maka besaran harga dinyatakan dalam bentuk indeks harga. Umumnya indeks harga yang digunakan dalam menyatakan tingkat harga dari barang yang mayoritas dibutuhkan oleh konsumen disebut dengan Indeks harga konsumen.

Pengertian Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah nomor indeks yang dapat menghitung harga rata-rata barang dan jasa yang telah dikonsumsi oleh konsumen. Biasanya suatu negara menggunakan IHK untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi, selain itu dapat menjadi pertimbangan dalam menyesuaikan gaji, upah, dana pensiun, dan kontrak lainnya.

Ekonom akan menggunakan indeks harga produsen untuk dapat memprediksi nilai IHK di masa depan. Indeks harga produsen adalah harga rata-rata bahan mentah yang diperlukan oleh pihak produsen dalam pembuatan produknya. (Baca : Strategi pemasaran produk )

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan biaya atas barang-barang konsumsi yang dinyatakan dalam indeks harga yang telah diberi nilai dan telah diklasifikasi menurut proporsi belanja masyarakat dalam suatu komoditi. 

Maka dari itu IHK berperan dalam mengukur harga barang tertentu misalnya bahan makanan pokok, sandang, perumahan, dan lain-lain yang berkaitan dengan barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen.

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan alat ukur atas biaya barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen secara keseluruhan. Selain itu,  IHK juga berperan dalam mengamati perubahan dalam biaya hidup konsumen sepanjang waktu.

Jadi, Indeks harga konsumen dapat mengukur tingkat harga akan barang dan jasa yang dianggap mencerminkan konsumsi masyarakat secara rata-rata. Biasanya IHK dihitung berdasarkan survey biaya hidup di suatu daerah perkotaan yang dilakukan secara bertahap.

Indeksa harga konsumen disusun oleh Badan Pusat Statistik berdasarkan data yang berasal dairi konsumen, produsen, dan lain-lain. Penetapan IHK dilakukan menggunakan metode tertentu. Waktu dasar yang digunakan adalah tahun dimana kondisi ekonomi dianggap stabil.

Baca juga:

  1. Pengertian, Jenis-Jenis dan Contoh Pasar Input Serta Teorinya [Lengkap]
  2. [Macam-Macam] Alat Pemuas Kebutuhan Manusia + Contohnya
  3. Pengertian dan Ciri Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal) Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Rumus dan Contoh Perhitungan Indeks Harga Konsumen

Dibawah ini merupakan rumus dari Indeks Harga Konsumen:

Indeks Harga Konsumen [Pengertian, Rumus Serta Cara Menghitung

Keterangan:

Pn = Harga sekarang

Po = Harga pada tahun dasar

Contoh perhitungan IHK

Pada tahun 2010 suatu jenis barang memeliki harga Rp10.000,00 per unit, Sedangkan pada tahun dasar harga barang tersebut adalah Rp8.000,00 per unit. Maka IHK pada tahun 2005 adalah:

IHK pada tahun 2005

= (10.000/8.000)×100

= 125

Selanjutnya terdapat rumus lain dalam menghitung IHK, yaitu sebagai berikut:

Indeks Harga Konsumen [Pengertian, Rumus Serta Cara Menghitung

Dimana :

Pit = harga barang i pada periode t

Qit = jumlah barang i pada periode t

Pio = harga barang i pada periode dasar o

Qio = jumlah barang i pada periode dasar o

Contoh perhitungan IHK

IHK 2012 = (967500/767500) ×100%

IHK 2012 = 1,2605

Biasanya angka indeks pada tahun dasar dimulai dari angka 100. Maka IHK pada tahun 2012 = 100 + 1,2605 = 101.2605.

Dalam menghitung IHK tahun dasar yang digunakan selalu berganti setiap 5 tahun. Contohnya bila ingin menghitung IHK tahun 2003-2006, jadi tahun dasar yang digunakan adalah tahun 2002. Dalam menghitung IHK 2008-2011, maka tahun dasar yang digunakan adlah tahun 2007. Jadi jika nilai awal IHK di tahun 2003 hampir sama dengan nilai IHK pada awal tahun 2008.

Menentukan serta Menghitung Tingkat Inflasi

Umumnya tingkat inflasi menunjukkan persentase suatu perubahan pada tingkat harga rata-rata tertimbang atas barang dan jasa dalam perekonomian suatu negara. Berikut merupakan formula dama menentukan tingkat inflasi:

Indeks Harga Konsumen [Pengertian, Rumus Serta Cara Menghitung

Keterangan:

IHKt = IHK pada tahun t

IHKt-1=IHK sebelum tahun t

Contoh perhitungan menentukan tingkat inflasi

Indeks harga konsumen di akhir tahun 2010 adalah 125,17 sedangkan indeks harga konsumen di tahun 2011 naik menjadi 129,91. Maka berapakah tingkat inflasi di tahun 2011?

Tingkat inflasi pada tahun 2011 adalah :

Tingkat inflasi = {(126,46 – 126,29)/126,29} × 100

Tingkat inflasi = 3,787 %

Jadi pada akhir tahun 2011 harga barang yang dikonsumsi oleh konsumen telah mengalami kenaikan dari tahun 2010 sebesar 3,787 %. Jika ingin menghitung tingkat inflasi di bulan Januari dan Febuari di tahun 2011, yaitu:

Tingkat inflasi = {(129,91- 125,17)/129,91} × 100

Tingkat inflasi = 0,134%

Tahukah Kamu?
Berikut ini merupakan kriteria dan interpretasi terhadap hasil perhitungan IHK: IHKn < 100 Merupakan tingkat harga suatu barang yang dikonsumsi oleh konsumen pada periode berjalan yang lebih kecil dibandingkan tanhun dasar. IHKn = 100 Merupakan tingkat harga suatu barang yang dikonsumsi oleh konsumen pada periode berjalan yang sama IHKn > 100 Merupakan tingkat harga suatu barang yang dikonsumsi oleh konsumen pada periode berjalan lebih besar dibandingkan dengan tahun dasar

Demikianlah penjabaran mengenai Indeks Harga Konsumen Pengertian, Rumus Serta Cara Menghitung. Semoga artikel ini bermanfaat serta memperluas wawasan para pembaca. Terimakasih atas kunjungannya.

Kunjungi artikel terbaru:

  1. 10 Alat dan Cara Pembayaran Internasional (Tunai, Open Account) dan Lainnya
  2. [Terbaru] Pengertian Letter of Credit (L/C) + Dokumen, Proses dan Jenisnya
  3.  3 Karakteristik Administrasi Perkantoran Dan Contohnya
  4. Unsur Unsur Administrasi Perkantoran [Contoh dan Penjelasan] Menurut Ahli
  5. 10 Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *