Pengertian Standar Auditing (10 Point Penjelasan)

Posted on

Standar Auditing dapat dikatakan sebagai aturan (kriteria) yang di tetapkan sebagai pedoman khusus bagi auditor dalam menjalankan tugasnya yaitu menilai dan mengevaluasi laporan keuangan perusahaan.

Lalu, adakah pengaruh standar audit dengan auditing? Dan apakah tujuan dari standar auditing itu ?

Begini, auditing dapat dianggap sebagai proses pemeriksaan, penilaian dan evaluasi hasil laporan keuangan sebuah perusahaan/entitas yang dilakukan oleh seorang atau lebih auditor dari pihak (internal) manajemen perusahaan sendiri atau pihak luar perusahaan (eksternal).

Nah bagaimana cara auditor untuk menilai laporan keuangan tersebut ? Kasus ini menjelaskan bahwa diperlukan standar auditing untuk dijadikan acuan dalam pemeriksaan sebuah laporan keuangan perusahaan.

pengertian standar auditing 2

Pengertian Standar Auditing


Standar auditing adalah standar/aturan/kriteria yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), meliputi 3 bagian yaitu standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan beserta interpretasinya.

Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri dari 10 standar yang dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). PSA memberikan penjelasan lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum dalam standar auditing.

Di negara lain contohnya Amerika Serikat standar ini dikeluarkan oleh the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) dan standar auditnya bernama Generally Acceptef Auditing Standards (GAAS).

Pernyataan Standar Auditing (PSA)


Standar auditing dijelaskan di dalam PSA adalah ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diterapkan oleh Akuntan Publik dalam melaksanakan audit nantinya. Kepatuhan terhadap PSA yang disahkan oleh IAPI bersifat wajib bagi seluruh anggota IAPI.

Di dalam PSA terdapat Interpretasi Pernyataan Standar Auditing (IPSA) yang merupakan interpretasi yang resmi dikeluarkan oleh IAPI terhadap ketentuan yang ada di dalam PSA. IPSA dapat memberikan jawaban atas pernyataan atau keraguan dari penafsiran ketentuan yang dimuat dalam PSA yang artinya interpretasi ini lebih lanjut dan luas dari berbagai ketentuan di dalam PSA.

Standar auditing terbagi menjadi 3 bagian diantaranya Standar Umum, Standar Pekerjaan Lapangan dan Standar Pelaporan.

Standar Umum


Standar umum berkaitan dengan persyaratan auditor dan mutu pekerjaannya sehingga bersifat pribadi. Standar ini mencakup tiga bagian diantaranya:

1. Audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang mempunyai keahlian dan pelatihan teknis yang memadai sebagai auditor.

2. Auditor harus mempertahankan mental dari segala hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi.

3. Auditor wajib menggunakan keahlian profesionalnya dalam melaksanakan pelaksanaan audit dan pelaporan dengan cermat dan seksama.

Standar Pekerjaan Lapangan


Standar ini terdiri dari 3 point diantaranya:

4. Sebagai tenaga professional maka seharusnya seluruh pekerjaan dapat direncanakan dengan sebaik-baiknya dan apabila menggunakan asisten maka harus disupervisi dengan semestinya.

5. Tak hanya memperhatikan standar auditing saja, pemahaman yang memadai atas pengendalin intern sangat dibutuhkan untuk merencanakan audit dan menentukan sifat

6. Bukti audit yang kompeten harus diperoleh melalui inspeksi pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk dapat memberikan pernyataan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.

Standar Pelaporan


Standar pelaporan terdiri dari empat item, diantaranya:

7. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

8. Hasil Laporan auditor harus menunjukkan, apabila ada ketidak konsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dengan penerapan pada periode sebelumnya.

9. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.

10. Laporan auditor harus memuat pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan yang demikian tidak bisa diberikan.

Demikianlah tadi pengertian standar akuntansi keuangan dan prinsip yang telah dijelaskan diatas semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Sekian dan terimakasih.

Artikel Terkait:

Kunjungi Artikel Lainnya:

Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.