5 Contoh Jurnal Khusus Perusahaan Dagang Lengkap

Posted on
contoh jurnal khusus perusahaan dagang

Manfaat jurnal khusus perusahaan dagang adalah memudahkan perusahaan dalam mencatat transaksi yang sejenis dan mencari data transaksi yang sesuai jika diperlukan.

Perusahaan dagang membutuhkan jurnal khusus, karena mereka memiliki banyak sekali transaksi yang sama.

Dengan membuat jurnal khusus perusahaan dagang, transaksi berulang tadi tidak memenuhi buku besar. Akan sulit juga pemindahannya, jika semua transaksi perusahaan dagang dicatat dalam jurnal umum.

Dalam proses pencatatan transaksi untuk perusahaan biasanya menggunakan jurnal umum. Namun bagi perusahaan besar dengan jumlah transaksi yang banyak dan beragam maka proses pencatatan tidak mungkin hanya menggunakan jurnal umum yang biasa di kerjakan oleh satu orang saja.

Pengertian Jurnal Khusus

Pengertian jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang dan dibuat secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi berulang-ulang pada perusahaan.

Manfaat Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

  1. Memungkinkan pembagian pekerjaan.

Lain halnya dengan jurnal umum yang mencatat semua transaksi pada satu jurnal sehingga cukup sulit dalam membagi pekerjaan secara baik.

Pada jurnal khusus pembagian pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik karena terdapat beberapa jurnal yang sesuai dengan jenis transaksinya.

Jadi, bagi perusahaan yang besar kemungkinan menugaskan  satu orang khusus untuk menangani satu jurnal.

Seperti halnya mencatat jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas. Hal ini akan mendorong hasil yang baik karena adanya spesialisasi dalam penanganan suatu pekerjaan.

  1. Memudahkan posting ke akun buku besar.

Manfaat kedua adalah lebih praktis dan mudahnya melakukan posting ke dalam buku besar

  1. Memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik.

Dengan adanya spesialisasi pencatatan, pengendalian internal akan lebih baik dalam menangani satu atau dua jurnal khusus. Dibandingkan dengan satu orang yang menangani lebih dari satu bahkan untuk semua jurnal.

Jenis Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

Jurnal khusus (special journal) yang digunakan di perusahaan dagang pada umumnya terdiri dari 4 macam, diantaranya :

  1. Jurnal penerimaan kas
  2. Jurnal pengeluaran kas
  3. Jurnal pembelian
  4. Jurnal penjualan
  5. Jurnal umum

Selain daripada empat jurnal khusu tersebut, perusahaan dagang tetap harus memiliki jurnal umum untuk mencatat sejumlah transaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus yang tersedia.

Cara Membuat Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

1. Jurnal Khusus Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)

Pengertian jurnal penerimaan kas adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi yang berhubungan dengan penerimaan uang atau uang tunai. Penerimaan uang tunai berasak dari berbagai sumber.

Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas diantaranya adalah:

  1. Penjualan tunai
  2. Penerimaan pelunasan piutang
  3. Retur pembelian secara tunai
  4. Penerimaan pendapatan
bentuk jurnal penerimaan kas

Bentuk Jurnal Penerimaan Kas

2. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)

Pengertian jurnal pengeluaran kas adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang/pembayaran uang tunai.

Transaksi yang termasuk pengeluaran kas diantaranya:

  1. Pembelian secara tunai
  2. Pembayaran atau pelunasan utang dagang
  3. Retur penjualan
  4. Pembayaran beban-beban
  5. Pengambilan uang tunai untuk pribadi (prive).
bentuk jurnal pengeluaran kas

Bentuk jurnal pengeluaran kas

3. Jurnal Khusus Pembelian (Purchaces Journal)

Pengertian jurnal pembelian adalah buku jurnal yang digunakan nuntuk mencatat seluruh transaksi pembelian secara kredit, baik pembelian barang dagang ataupun bukan barang dagang.

Transkasi yang akan dicatat dalam jurnal pembelian diantaranya:

  1. Pembelian barang dagang secara kredit
  2. Pembelian perlengkapan, peralatan dan aktiva lain secara kredit

Cara membuat jurnal pembelian :

  • Kolom tanggal adalah tanggal kejadian transaksi
  • Kolom keterangan berisi nama kreditor
  • Kolom no ref diisi nomor rekening buku besar pembantu (apabila telah diposting)
  • Kolom pembelian atau bisa menggunakan persediaan, diisi barang dagang yang dibeli.
  • Ref diisi nomer rekening aktiva lain sesuai kolom akun
  • Kolom akun/pembelian diisi aktiva lain selain barang dagang
  • Jumlah diisi nominal aktiva lain pada saat pembelian kredit
  • Kolom kredit utang dagang diisi jumlah nominal barang yang dibeli baik barang dagang atau aktiva lain.
bentuk jurnal pembelian

4. Jurnal Khusus Penjualan (Sales Journal)

Pengertian jurnal penjualan adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penjualan barang dagang secara kredit.

Cara Membuat Jurnal Penjualan

  1. Kolom tanggal diisi tanggal transaksi.
  2. Kolom keterangan diisi nama debitur.
  3. Kolom ref diisi nomer rekening saat posting buku besar.
  4. Kolom piutang diisi jumlah piutang dari penjualan barang dagang.
  5. Kolom harga pokok penjualan diisi harga pokok perolehan dari penjualan barang dagang.
  6. Kolom persediaan barang dagang diisi nominal harga perolehan (nilainya sama dengan kolom harga pokok penjualan).
  7. Kolom penjualan diisi nominal penjualan barang (nominalnya sama dengan kolom piutang usaha).
bentuk jurnal penjualan

5. Jurnal Umum (General Journal)

Pengertian jurnal umum adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak bisa dicatat dalam jurnal khusus diatas.

Artinya ada beberapa transaksi yang tidak bisa dicatat dalam jurnal khusus, maka perlu dibuatkan jurnal umum. Transaksi-transaksi yang dicatat dalam jurnal umum tersebut diantaranya:

  1. Transaksi retur pembelian kredit dan retur penjualan kredit.
  2. Ayat jurnal penyesuaian (adjustment entry)
  3. Ayat jurnal koreksi (correcting entry)
  4. Ayat jurnal penutup (closing entry)
  5. Ayat jurnal pembalik (reversing entry)

Bentuk jurnal umum adalah

bentuk jurnal umum

Contoh Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

Berikut contoh soal dan jawaban jurnal khusus.

Contoh Jurnal Khusus Pembelian

Pada bulan September terjadi transaksi pembelian barang dagang kredit berikut ini:

  1. Membeli jagung secara kredit sejumlah 400kg dari Tn Maruf seharga @Rp. 3.500.
  2. Membeli kacang hijau sejumlah 300kg seharga @Rp. 1.500 dari Tn Makmur secara kredit.
  3. Membeli ketan hitam secara kredit seberat 130kg dari Tn Joko seharga @Rp. 6.000.

Maka jurnal pembeliannya adalah:

(dalam Rp.)

contoh jurnal khusus pembelian 2

Contoh Jurnal Khusus Penjualan

Pada bulan September terjadi transaksi penjualan kredit berikut ini:

  1. Menjual jagung secara kredit kepada Tn Anwar sebanyak 300kg seharga @Rp. 5.000.
  2. Menjual kedelai secara kredit kepada Tn Budi sebanyak 250kg seharga @Rp. 3.000.
  3. Menjual kacang tanah secara kredit kepada Tn Anwar sebanyak 400 kg seharga @Rp. 5.800.

Maka jurnal penjualannya adalah:

(dalam Rp.)

contoh soal jurnal penjualan dan jawaban

Ada beberapa akuntan yang tidak menyertakan Harga Pokok Penjualan dan Persediaan Barang Dagang.

Seperti tabel berikut:

(dalam Rp.)

contoh soal jurnal penjualan 2

Contoh Jurnal Khusus Penerimaan Kas

Pada bulan September terjadi transaksi penerimaan kas berikut ini:

  1. Menjual tunai kacang tanah sebanyak 200 kg seharga @Rp. 3.000. Tn Anwar melunasi utang dagangnya sebesar Rp. 4.500.000.
  2. Menjual jagung secara tunai kepada Tn Agus sebanyak 130kg seharga @Rp. 3.000.
  3. Tn Budi melunasi utang dagangnya sebesar Rp. 3.200.000 dengan potongan 2%.

Maka jurnal penerimaan kasnya adalah sebagai berikut:

contoh soal jurnal penerimaan kas

Contoh Jurnal Khusus Pengeluaran Kas

Pada bulan September terjadi transaksi pengeluaran kas berikut ini:

  1. Membeli perlengkapan toko di UD Asia sebesar Rp. 300.000 dan membayar hutang dagang sebesar Rp. 2.850.000 kepada Tn Hanum.
  2. Membeli jagung tunai sebanyak 200kg seharga @Rp. 5.400 kepada Tn Doni.
  3. Membayar angsuran kepada Tn Irsal sebesar 1.200.000.

Maka jurnal pengeluaran kasnya adalah sebagai berikut:

contoh soal jurnal pengeluaran kas

Contoh Jurnal Memorial

Tanggal 4 September terjadi pengembalian barang dagang karena rusak sebesar Rp. 45.000.

Berikut jurnal memorialnya:

contoh soal jurnal memorial

Perbedaan Jurnal Umum dengan Jurnal Khusus

  1. Jurnal khusus untuk mencatat transaksi khusus, sedangkan jurnal umum untuk pencatatan yang lebih umum atau menyeluruh.
  2. Fungsi jurnal khusus adalah mencatat pembelian barang secara kredit, penjualan barang secara kredit, pengeluaran kas dan penerimaan kas. Fungsi jurnal umum adalah fungsi historis, fungsi pencatatan, fungsi analisis, fungsi instruksi, fungsi informatif.
  3. Jumlah kolom. Jurnal umum hanya memiliki 5 kolom seperti tanggal, keterangan, ref, debit dan kredit. Sedangkan jurnal khusus punya banyak jenis kolom.

Itulah tadi pembahasan Contoh Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan untuk menambah manfaat silahkan share artikel ini. Sekian dan terimakasih.

Gravatar Image
Semoga materi yang saya bagikan bisa membantu teman-teman yang sedang belajar akuntansi online.