Stakeholder: Pengertian,Teori Analisis dan Contoh

Posted on
pengertian Stakeholder
Tahukah Kamu ?
StakeholderTanpa disadari, kita adalah bagian dari stakeholder perusahaan yang ada di sekeliling kita. Baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Jadi apa itu stakeholder? apa contoh stakeholder?  bagaimana macam-macam stakeholder? Berikut penjelasan dari Akuntansilengkap.com kali ini. Selamat membaca. ๐Ÿ™‚  

Pengertian Stakeholder Adalah

Stakeholders adalah โ€œsuatu kelompok ataupun individu yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pencapaian tujuan perusahaan. Freeman.

Stakeholder adalah suatu pihak maupun kelompok yang berkepentingan secara langsung / tidak langsung bisa mempengaruhi atau dipengaruhi atas aktivitas dan eksistensi perusahaan. Wibisono (2007)

Jadi, apa itu stakeholders? Stakeholders secara umum diartikan sebagai sekelompok manusia atau komunitas yang terdiri dari masyarakat yang memiliki hubungan dan kepentingan dengan perusahaan baik secara menyeluruh atau parsial.

Dari berbagai definisi tersebut bisa kita pahami bahwa stakeholders sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan atau dengan kata lain bisa mempengaruhi kelangsungan hidup (going corncern) perusahaan.

Baca juga: Perusahaan Firma

Jenis Jenis Stakeholder

Ada dua jenis stakeholder yaitu stakeholder internal dan stakholder eksternal:

1. Stakeholder internal

Stakeholder internal adalah pihak yang bertanggung jawab pada keberlangsungan bisnis, seperti investor.

Perusahaan A menyalurkan modal sejumlah 1 Milliar ke perusahaan swasta B untuk pengembangan bisnis startup bidang pembiayaan dan keuangan.

Dengan besarnya jumlah modal usaha tersebut, perusahaan A tersebut termasuk pemangku kepentingan perusahaan startup tersebut.

Pengembalian modal perusahaan A adalah berasal dari keuntungan perusahaan startup B. Jadi keberhasilan atau kegagalan perusahaan startup B tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan A.

2. Stakeholder Eksternal

Stakeholder eksternal adalah pihak yang tidak memiliki hubungan langsung dengan perusahaan.

Namun stakeholder eksternal adalah pihak / organisasi yang terpengaruh akibat kegiatan sebuah perusahaan, seperti pemerintah atau organisasi lingkungan.

Contoh kasus, akibat limbah perusahaan yang melampaui batas, atau sudah mengganggu masyarakat sekitar, pihak stakeholder eksternal berperan untuk mengingatkan perusahaan untuk memperbaiki sistem limbah di perusahaan.

Pemerintah akan bertindak berdasarkan peraturan tentang limbah pabrik.

Masalah Umum dengan Stakeholder

Menjalankan bisnis perusahaan tentu menimbulkan dampak ke lingkungan. Dampak positif adanya perusahaan adalah mengurangi jumlah pengangguran, meningkatkan taraf ekonomi di lingkungan dan keuntungan lain.

Terlepas dari itu, terkadang ada masalah umum yang sering dialami perusahaan dengan stakeholder.

Contoh masalah dengan stakeholder adalah untuk menghemat biaya produksi, biasanya perusahaan akan menggunakan mesin otomatis.

Kelebihannya, meminimalisir kesalahan, dan bisa meningkatkan produksi sehingga akan menambah keuntungan perusahaan.

Alhasil, tenaga manusia/karyawan akan digantikan oleh mesin, sehingga akan terjadi pemberhentian karyawan.

Teori Stakeholders

Stakeholder theory bahkan mengatakan bahwa suatu perusahaan dapat sukses atau hidup matinya sangat bergantung kepada kemampuannya menyeimbangkan berbagai macam kepentingan dari para pemangku kepentingan (stakeholders). Andreas Lako.

Teori stakeholder yang dikatakan oleh Indrawati mengasumsikan bahwa eksistensi perusahaan sangat ditentukan oleh para stakholder. Dengan kata lain, pengungkapan sosial harus dianggap sebagai wujud dialog antara manajemen dengan stakeholder. (Baca juga: fungsi manajemen sumber daya manusia )

Teori Legitimasi

Menurut Lindbolm (penggagas teori legitimasi), legitimasi adalah sebuah kondisi yang menggambarkan sistem nilai pada sebuah entitas adalah sama dengan sistem nilai dari sistem sosial masyarakat yang mana suatu entitas menjadi bagian dari masyarakat.

Menurut Andreas Lako , Perusahaan dan komunitas di sekitarnya seharusnya memiliki relasi sosial yang erat dikarenakan keduanya terikat pada suatu social contact sesuai perspektif teori legitimasi. (Baca juga: teori pertumbuhan ekonomi klasik dan non klasik )

Bahkan dalam teori legitimasi, secara khusus mengakui bahwa suatu bisnis perusahaan dibatasi oleh kontrak sosial, yang mengharuskan perusahaan untuk menunjukkan atau melaksanakan aktivitas sosial perusahaan kepada masyarakat.

Tujuannya supaya kelangsungan hidup perusahaan akan terjamin dikarenakan perusahaan akan memperoleh penerimaan masyarakat.

Contoh Stakeholders Bersama Ruang Lingkupnya

Contoh Stakeholder

Menurut Henriques, contoh dari stakeholders bisa dikelompokkan menjadi beberapa ruang lingkup diantaranya:

  1. Pemerintah (Governmental)

Pemerintah dan peraturan yang dikeluarkan menjadi aspek terpenting yang juga harus mendapat perhatian dari perusahaan.

  1. Kelompok masyarakat (Community)

Kelompok masyarakat sebagai elemen konsumen yang akan mengkonsumsi hasil produksi dari perusahaan harus pula diperhatikan.

  1. Organisasi Lingkungan (Environmental Organization)

Di era yang sudah maju ini, organisasi lingkungan sangat dibutuhkan sebagai kekuatan kontrol sosial yang berfungsi mengawasi aktifitas perusahaan.

Organisasi lingkungan ini secara umum berorientasi dalam menghindari eksplotasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup oleh perusahaan demi keuntungan perusahaan semata.

  1. Media massa (Mass Media)

Dewasa ini media masa sangat berperan dalam membentuk opini masyarakat terhadao aktivitas perusahaan.

Media dapat digunakan perusahaan sebagai alat publikasi dan sosialisasi untuk membangun kepercayaan (image) publik tentang aktivitas sosial yang dijalankan.

Dalam contoh yang lain, Kasali membagi stakeholders kedalam beberapa kelompok berikut ini:

  1. Stakeholders Internal dan Stakeholders Eksternal.

Stakeholders internal adalah stakeholder yang berada dalam lingkungan organisasi perusahaan.

Contoh stakeholder internal: pemegang saham, manajer dan karyawan.

Pengertian stakeholder ekternal adalah stakeholder yang berada diluar organisasi/entitas/perusahaan.

Contoh stakeholder eksternal:

  • pemerintah,
  • media massa (pers),
  • masyarakat,
  • konsumen atau pelanggan,
  • kelompok social responsible investor,
  • penyalur dan pemasok,
  • licensing partner dan yang lainnya

Baca juga:10 strategi pemasaran produk

  1. Stakeholders Primer, Sekunder dan Marjinal.

Stakeholder memiliki tingkatan primer, skunder dan marjinal. Jadi perusahaan tidak perlu memperhatikan seluruh elemen stakholder. Skala prioritas harus disusun oleh perusahaan.

Stakeholder primer bisa dikatakan sebagai stakeholder yang terpenting, urutan yang kedua adalah stakeholder sekunder dan yang terakhir adalah stakeholder marjinal.

Urutan ini bisa berbeda bagi setiap perusahaan dan bisa berubah dari waktu kewaktu.

  1. Stakeholders Tradisional dan Stakeholders Masa Depan.

Stakeholder tradisional adalah karyawan dan konsumen yang sudah berhubungan dengan organisasi.

Stakeholder masa depan adalah mahasiswa, peneliti dan konsumen potensial dan lainnya yang diperkirakan dapat memberikan pengaruh positif terhadap organisasi.

  1. Proponents, Opponents, dan Uncommitted.

Stakeholder berdasarkan sifatnya bisa dibedakan menjadi 3 yaitu kelompok yang memihak organisasi (proponents), kelompok yang menentang organisasi (opponents) dan kelompok abai (uncommitted) atau yang tidak perduli.

Mengenali stakeholder berguna untuk menyusun rencana dan strategi dan melakukan tindakan prodorsional saat menghadapi permasalahan.

  1. Silent Majority dan Vokal Minority.

Selanjutnya dilihat dari bentuk dukungannya bisa dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu yang mendukung atau melakukan pertentangan dengan perusahaan secara vokal (aktif)  namun ada juga yang menyatakan secara silent (pasif).

Peran Stakeholder Adalah

Semua stakeholder punya peran penting dalam kegiatan bisnis. Namun tujuan utama steakholder adalah mengembangkan sebuah bisnis. Berikut peran stakeholder:

  1. Pemilik atau pemegang saham

Berperan sebagai penyedia modal sekaligus pengawas demi kelangsungan usaha perusahaan.

  1. Karyawan

Karyawan dalam perusahaan berperan dalam proses produksi, sehingga kondisi yang nyaman kepada sesama karyawan harus dijaga untuk menghasilkan kerjasama yang baik.

  1. Pemasok (Supplier)

Supplier atau pemasok akan menyediakan bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi.

  1. Konsumen

Peran konsumen adalah sebagai pengguna hasil produk suatu perusahaan.

  1. Bank

Lemaga keuangan, bank, akan menyalurkan kredit atau pinjaman kepada pengusaha, dengan syarat tertentu, misalnya jaminan.

  1. Pesaing

Kompetitor adalah pelaku usaha yang mempunyai produk/jasa yang sama, sehingga persaingan akan semakin kompetitif.

  1. Pemerintah

Pemerintah berperan mengeluarkan perjanjian usaha, untuk menghindari perilaku curang, misalnya korupsi, atau menghalangi rencana perusahaan.

Tanya Jawab tentang Stakeholder

  1. Apa yang dimaksud dengan stakeholder?

Stakeholder adalah pihak yang berpengaruh dan bertanggung jawab terhadap entitas bisnis dan kegiatan bisnisnya.

  1. Siapa saja yang termasuk stakeholder?
  • Pemilik atau pemegang saham,
  • Karyawan,
  • Pemasok,
  • Konsumen,
  • Bank,
  • Pesaing,
  • Pemerintah
  1. Apa peran stakeholder?

Peran stakeholder baik internal maupun eksternal adalah untuk mengembangkan bisnis. Sekaligus kontrol terhadap bisnis dan perusahaan seperti membuat kebijakan dan aturan, supaya bisa membawa pengaruh positif baik untuk perusahaan maupun lingkungan.

  1. Apa perbedaan pemangku kepentingan (stakeholder) dan pemegang saham?
Pemangku kepentingan (stakeholder)Pemegang saham
Stakeholder sangat terikat dengan suatu perusahaan, karena bertanggung jawab terhadap bisnis perusahaan dalam jangka panjang.Pemegang saham punya kepentingan terhadap keuangan/keuntungan perusahaan akibat kepemilikan sahamnya di perusahaan.
Sedangkan stakeholder harus memperjuangkan kegiatan bisnis perusahaannya.Pemegang saham bisa sewaktu-waktu menjual sahamnya untuk memenuhi kebutuhannya atau ketika kinerja perusahaan sedang buruk.

Itulah tadi pembahasan tentang Stakeholder, Teori, Peran, Klasifikasi dan Contoh. Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Terimakasih banyak atas kunjungannya. Jangan lupa share ya ! ๐Ÿ™‚

Kunjungi artikel menarik lainnya:

  1. Fungsi Lembaga Ekonomi
  2. Fungsi Lembaga Sosial di Indonesia
  3. Pengertian Administrasi Perkantoran
  4. Bentuk Komunikasi Pemasaran
  5. Sisa Hasil Usaha Koperasi
Gravatar Image
Accounting Blogger, Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.

Comments are closed.