15 Contoh Bank Sentral dan Kegiatan Yang Dilakukan

Posted on
pengertian, fungsi dan tugas bank sentral

Contoh Bank Sentral – Bank sentral sebagai lembaga keuangan di suatu negara tentu memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu pembangunan perekonomian.

Jadi sangat penting juga untuk kita mengetahui tentang apakah bank sentral itu ? apa fungsi bank sentral ? dan apa tugas utama bank sentral ? 

Pengertian Bank Sentral

Pengertian Bank Sentral (Bank Indonesia) adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas serta wewenangnya, bebas dari campur tangan pihak pemerintah dan pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang telah secara tegas diatur dalam UU No. 3 Tahun 2004.

Berdasarkan UU No 13 Tahun 1968, Bank sentral yang ada di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI). Kemudian ditegaskan lagi dengan keluarnya UU No 23 Tahun 1999. Bank sentral pada mulanya adalah dari De Javasche Bank yang pada tahun 1951 dinasionalkan.

pengertian, fungsi dan tugas bank sentral

Tujuan dari Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai mata uang rupiah.

Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang dimaksud, Bank Indonesia harus melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan, serta harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian.

Baca Juga: Contoh Bank Garansi

Tugas Bank Sentral

Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2004, Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

Bank Indonesia mempunyai wewenang untuk menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi dan melakukan pengadilan moneter.

Tujuannya untuk mencapai kestabilan nilai uang, caranya dengan mengendalikan uang yang beredar dan suku bunga. Bank sentral selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah dan bekerja sama pada hal kebijakan moneter dan kebijakan fiscal. Serta kebijakan ekonomi makro lainnya.

2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

[su_note note_color=”#fdfd84″] Bank Indonesia berwenang dalam melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa system pembayaran serta mewajibkan seluruh penyelenggara jasa system pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya.[/su_note]

Tugas kedua mengendalikan kelancaran system pembayaran yang meliputi aturan, standar, kesepakatan, yang difungsikan dalam mengatur peredaran uang. sistem pembayaran itu meliputi tunai maupun nontunai.

[su_box title=”Note:” box_color=”#ffdc40″]

Apa itu system pembayaran tunai ? adalah yang meliputi pencetakan serta pengedaran uang supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam  melaksanakan berbagai aktvitas ekonomi, baik itu jumlah, kelayakan, jumlah, dan keamanan uang.

Bagaimana dengan non tunai ? adalah meliputi peredaran uang yang berbentuk giral dan produk perbankan lain. Non tunai biasanya melalui proses antar bank, kartu kredit, kliring atau anjungan tunai mandiri (ATM). 

3. Mengatur dan mengawasi bank

Bank Indonesia memiliki wewenang dalam menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, melakukan pengawasan bank dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.

Tugas ketiga adalah mengatur dan mengawasi perbankan. Dengan cara memobilisasi masyarakat dana masyarakat kemudian menyalurkan dalam bentuk kredit dan alternatif pembiayaan lain untuk dunia usaha.

Sebagian besar peredaran uang dalam perekonomian berlangsung melalui perbankan, sehingga perbankan sangat berperan penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

[su_quote cite=”Kesimpulan”] System pembayaran, tugas kebijakan moneter dan pengaturan perbankan saling terkait dan mendukung untuk mencapai nilai Rupiah yang stabil. 

Jadi wajar, jika seluruh kegiatan perbankan diawasi secara ketat oleh pemerintah.

Lalu apa saja bentuk peraturan itu ? aturan tersebut meliputi:

  1. Perizinan
  2. penerapan prinsip kehat-hatan,
  3. pengawasan, baik secara langsung di perbankan
  4. pengenaan sanksi atas pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Dengan proses tersebut, masuarakat bisa percaya dengan perbankan untuk mendukung perekonomian nasional yang terjaga dan terpelihara.

Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Deposito Bank 

Fungsi dan Peran Bank Sentral

Peranan bank sentral dalam struktur moneter adalah sebagai pengendali peredaran uang, Pembina dan pengawas bank-bank. Peranan bank sentral secara rinci diantaranya adalah:

1. Bank sirkulasi

Bank sentral adalah pemegang hak tunggal dalam pengedaran uang baik uang kertas maupun uang logam sebagai alat pembayaran yang sah.

2. Banker`s bank

Bank sentral berkedudukan sebagai salah satu sumber dana bagi bank lainnya, bank sentral juga disebut sebagai bankir dari bank-bank. Bank sentral dapat memberikan kredit likuiditas dan kredit likuiditas gadai ulang.

3. Lender of the last resort

Bank sentral dapat memberikan pinjaman pada tingkat terakhir, artinya bank sentral dapat memberi pinjaman kepada bank dalam bentuk fasilitas kredit likuiditas darurat.

4. Pelaksana kebijakan moneter

Sebagai pengawas sekaligus pelaksana kebijakan moneter, bank sentral berwenang mengeluarkan kebijaksanaan beberapa instrument moneter, contohnya:

  1. Cash ratio atau minimum reserve ratio requirement
  2. Operasi pasar terbuka (open market operation)
  3. Fasilitas diskonto (discount window)
  4. Pengawasan kredit selektif (credit allocation/selective credit controle)
  5. Tingkat nilai tukar mata uasng asing (foreign exchange rate)

5. Penjaga posisi likuiditas negara

Bank sentral memiliki kuasa dalam masalah pengaturan dan penatausahaan neraca pembayaran Indonesia.

Pelayanan yang diberikan oleh bank sentral melalui Bank Indonesia biasanya lebih banyak kepada pihak pemerintah dan dunia perbankan.

Dengan demikian, nasabah dari Bank Indonesia adalah lebih banyak kepada lembaga perbankan.

Fungsi Bank Sentral Menurut Singleton et al

Lebih lanjut dalam memahami pengertian bank sentral, menurut Singleton et al  (2006) bahwa bank sentral mempunyai 10 fungsi diantaranya:

  1. Penerbit uang atau alat pembayaran yang sah guna memenuhi kebutuhan masyarakat;
  2. Custodian dari cadangan bank umum dan pembantu penyelesaian akhir transaksi kliring antarbank;
  3. Pelaksana dan perumus kebijakan moneter;
  4. Pengelola pinjaman pemerintah, penyedia jasa perbankan, dana gen kepada pemerintah;
  5. Pengawas kehat-hatan perbankan, bertindak sebagai an emergency lender of last resort dan Penjaga keutuhan sistem keuangan;
  6. Membantu negara dalam mengelola cadangan devisa, pelaksana kebijakan pemerintah dalam bidang nilai tukar;
  7. Bank sentral sering diberi mandat lebih luas untuk memperkuat pembangunan ekonomi;
  8. Memberi layanan perbankan kepada publik, dan memberikan perlindungan  Tugas ini diberikan mengingat Bank Sentral memiliki hubungan erat dengan pemerintah.
  9. Penasehat pemerintah terkait dengan kebijakan ekonomi. Lembaga yang berpartsipasi dalam kerjasama penga turan moneter internasional karena Bank sentral dipandang memiliki keahlian mengenai bidang ekonomi dan keuangan.
  10. Pada negara berkembang, bank sentral membuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk memperkuat pembangunan ekonomi.

Sejarah Bank Sentral Indonesia

Awal mula banks sentral di Indonesia adalah ketika De Javasche Bank sebagai bank sirkulasi oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 24 Januari 1828.

Tugas De Javasche Bank adalah memberikan kredit kepada perusahaan-perusahaan, menerbitkan uang kertas (banknotes), bertndak sebagai kasir Pemerintah dan memperdagangkan logam mulia.

Pada tanggal 1 Juli 1953, De Javasche Bank dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia. Hal ini terjadi setelah kemerdekaan Indonesia.

Tugas Bank Indonesia pada saat itu untuk menjaga stabilitas Rupiah, melakukan pengawasan pada urusan kredit tersebut, memajukan perkembangan urusan kredit dan menyelenggarakan peredaran uang di Indonesia.

Ada usaha lain yang dijalankan oleh Bank Indonesia yaitu;

1. Usaha komersil (memindahkan uang (melalui surat atau pemberitahuan, dengan telegram, wesel tunjuk dan lain-lain),
2. mendiskonto surat wesel,
3. membayarkan kembali uang dalam rekening koran,
4. surat-surat utang,
5. surat order dan usaha-usaha lainnya.

Namun karena terjadi krisis yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998, usaha komersil itu diberhentikan dan selanjutnya hanya memelihara kestabilan nilai rupiah.

[su_box title=”Note:” box_color=”#ffdc40″]

Demikianlah artikel tentang Pengertian, 3 Tugas Dan 5 Fungsi Bank Sentral Menurut Para Ahli yang bisa kami berikan. Terima kasih banyak atas kunjungannya. Jangan lupa share jika dirasa bermanfaat, supaya kami lebih semangat lagi membuat konten-konten yang baru.

Silahkan tinggalkan komentar sobat di bawah ya ! 🙂 

[su_spoiler title=”Sumber:” open=”yes” style=”fancy” icon=”arrow-circle-1″]

Buku Panduan Guru, Muatan Kebanksentralan. Bank Indonesia. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Disusun Berdasarkan Kurikulum 2013

[/su_spoiler]

Contoh Bank Sentral dan Asal Negaranya

Berikut contoh bank sentral yang ada di Asia.

Nama Bank SentralAsal Negara
Bank Indonesia (BI)Indonesia
Bank of Japan (BoJ)Jepang
Central Bank of Egypt (CBE)Mesir
Reserve Bank of India (RBI)India
Bank of Thailand (BOT)Thailand
People’s Bank of China (PBoC)China
Central Bank of the Republic of ChinaTaiwan
Bank of KoreaKorea Selatan
The Monetary Authority of Singapore (MAS)Singapura
State Bank of Vietnam (SBV)Vietnam
Bank Negara Malaysia (BNM)Malaysia
Hong Kong Monetary AuthorityHongkong
Saudi Central BankArab Saudi
State Bank of PakistanPakistan
Bank of Lao PDR (BoL)Laos

Kunjungi Juga Artikel Lainnya:

  1. 5 Jenis Kantor Bank
  2. Jenis Bank Umum
  3. 20 Contoh Jasa Layanan Bank
  4. 15 Jenis Lembaga Keuangan Bank dan Bukan Bank
  5. Fungsi Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank
Gravatar Image
Semoga materi yang saya bagikan bisa membantu teman-teman yang sedang belajar akuntansi online.

Comments are closed.