Harga Pokok Penjualan (HPP) Definisi ,Manfaat dan Contoh Lengkap

Posted on
Harga Pokok Penjualan (HPP) Definisi ,Manfaat dan Contoh Lengkap
4.4 (88%) 10 votes

Sahabat Akuntansi – pasti setuju kalau dalam menentukan harga dari suatu barang tidaklah bisa dilakukan secara sembarangan. Penentuan harga suatu produk juga berdasarkan perhitungan juga loh. Harga Pokok Penjualan merupakan metode yang digunakan perusahaan untuk menentukan harga pokok dari produk yang dijual oleh perusahaan dagang.

Definisi Harga Pokok Penjualan


Harga Pokok Penjualan adalah biaya yang muncul dari barang yang diproduksi  dan dijual dalam kegiatan bisnis. Harga Pokok Penjualan pada umumnya ada pada perusahaan dagang. Karena kegiatan utama perusahaan dagang adalah memperjualbelikan barang dagangan.

Harga Pokok Penjualan mempunyai beberapa komponen diantaranya :

  • Persediaan Awal Barang Dagangan
    Persediaan awal barang dagangan adalah persediaan barang dagangan yang sudah tersedia pada awal periode tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal barang dagangan bisa dilihat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.
  • Persediaan Akhir Barang Dagangan
    Persediaan akhir barang dagangan adalah persediaan barang dagangan yang tersedia di akhir periode tahun buku berjalan. Saldo persediaan ini bisa diketahui pada data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.
  • Pembelian bersih
    Pembelian bersih adalah seluruh pembelian barang dagang, baik pembelian secara tunai maupun pembelian secara kredit yang dilakukan perusahaan, ditambah lagi dengan biaya angkut pembelian, serta dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi.

Manfaat Harga Pokok Penjualan


Harga Pokok penjualan setidaknya memiliki dua manfaat diantaranya:

  • Sebagai patokan untuk menentukan harga jual.
  • Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. harga jual yang lebih besar dari harga pokok penjualannya akan memperoleh laba, dan sebaliknya harga jual yang lebih rendah dari harga pokok penjualan akan mengalami kerugian.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan


Secara sederhana Harga pokok penjualan adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dagang atau bisa juga disebut harga perolehan dari barang yang dijual.

Penghitungan HPP merupakan perbandingan seluruh biaya yang di keluarkan untuk mendapatkan barang yang di jual  dengan hasil dari barang-barang yang di jual (nilai-nilai dan harga jual).

Unsur yang mempengaruhi Laporan Harga Pokok Penjualan adalah

  • persediaan barang dagangan awal (+)
  • pembelian barang dagangan (+)
  • beban angkut pembelian (+)
  • retur pembelian dan pengurangan harga (–)
  • potongan pembelian (–)
  • persediaan barang dagangan akhir (–)

1. Menghitung Pembelian Bersih

Unsur-unsur menghitung pembelian bersih diantaranya adalah:

– pembelian kotor,

– biaya angkut pembelian,

– retur pembelian dan pengurangan harga,

– retur pembelian,

– potongan pembelian.

Rumus pembelian bersih : (Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian) – (Return Pembelian + Potongan Pembelian) = Pembelian Bersih

2. Menghitung Persediaan Barang

Rumus persediaan barang : Persediaan Awal + Pembelian Bersih = Persediaan Barang

3. Menghitung Harga Pokok Penjualan

Unsur-unsur Harga Pokok Penjualan diantaranya adalah:

– persediaan awal barang dagangan;

– pembelian;

– biaya angkut pembelian;

– retur pembelian dan pengurangan harga;

– potongan pembelian

Rumus HPP : Persediaan Barang – Persediaan Akhir = Harga Pokok Penjualan

Contoh Harga Pokok Penjualan


harga pokok penjualan, definisi dan contoh lengkap

harga-pokok-penjualan-definisi-dan-contoh-lengkap

Demikian penjelasan secara ringkas tentang Harga Pokok Penjualan. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi para pembaca. Sekian dan terimakasih

Kunjungi Juga Artikel Lainnya:

Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.