Contoh Laporan Neraca Perusahaan (Dagang dan Jasa)

Posted on
contoh neraca perusahaan

Contoh Laporan Keuangan Neraca Perusahaan – Laporan Neraca adalah laporan yang disusun untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu.

Umumnya, neraca disiapkan pada akhir periode akuntansi yaitu pada akhir bulan atau akhir tahun.

Neraca perusahaan dagang dan perusahaan jasa sama-sama mencantumkan aktiva, kewajiban dan modal.

Namun, karena kedua jenis perusahaan ini menjual produk yang berbeda, ada sedikit perbedaan pada laporan neracanya.

Neraca perusahaan dagang mencantumkan akun persediaan barang dagang pada kelompok aktiva lancar, sedangkan neraca perusahaan jasa tidak.

Perbedaan lainnya, perusahaan dagang mungkin punya akun hutang pembelian barang dagang dan piutang dagang.

Sedangkan perusahaan jasa memungkinkan punya akun piutang usaha berupa layanan jasa yang belum terbayar oleh klien.

Pengertian Neraca

Pengertian neraca secara harfiah adalah timbangan. Dalam Bahasa inggris adalah Balance sheet atau lembar keseimbangan. Artinya, laporan neraca adalah jumlah aktiva harus seimbang dengan jumlah kewajiban ditambah dengan modal.

Akun-Akun Neraca

Laporan neraca terdiri dari akun-akun riil seperti:

Kelompok Harta/Aset

Harta (aktiva) adalah sumber kekayaan perusahaan yang digunakan untuk menjalankan usahanya. Bentuk harta bisa berupa benda (berwujud, punya bentuk fisik) atau hak (tidak berwujud).

Harta/aset nantinya akan memberikan manfaat ekonomi untuk perusahaan.

Kelompok harta/aset terdiri dari

  • Aset lancar
  • Investasi jangka panjang
  • Aset tetap
  • Aset yang tidak berwujud
  • Aset lain-lain
  1. Aset lancar

Aset lancar adalah uang tunai atau saldo bank atau sumber ekonomi perusahaan lainnya yang mudah dicairkan. Aset lancar biasanya digunakan untuk membiayai operasional perusahaan, dalam jangka pendek.

Contoh aset lancar seperti;

  • Kas,
  • Piutang,
  • Persediaan,
  • Saldo Bank,
  • Surat berharga jangka pendek,
  1. Investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang merupakan aset perusahaan yang tidak mudah dicairkan atau lebih dari 1 tahun. Contoh investasi jangan panjang berupa saham, obligasi, tanah dll.

  1. Aset tetap

Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan untuk membantu operaional perusahaan. Contoh aset tetap adalah;

  • gedung
  • mesin
  • kendaraan
  • tanah lokasi usaha
  • peralatan kantor
  1. Aset tak berwujud

Aset tak berwujud adalah hak istimewa perusahaan. Dengan kata lain hak kepemilikan sebuah nama, merek, ide atau penemuan. Contoh aset tak berwujud adalah hak paten, goodwill, merk dagang, logo dan hak cipta.

Kelompok Hutang/Kewajiban

Hutang/kewajiban adalah tunggakan perusahaan yang harus dilunasi. Kewajiban digolongkan menjadi 2 yaitu kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.

Kewajiban lancar (current liabilities) adalah hutang yang jatuh temponya dalam jangka waktu yang pendek, jangka 1 tahun atau 1 siklus bisnis perusahaan.

Contoh kewajiban lancar yang dilaporkan dalam neraca perusahaan dagang atau jasa adalah:

  • hutang pajak
  • hutang bunga
  • hutang usaha
  • beban yang masih harus dibaya
  • pendapatan diterima di muka

Kewajiban jangka panjang adalah hutang yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun atau 1 periode akuntansi perusahaan.

Contoh kewajiban jangka panjang adalah hutang obligasi dan hutang hipotik.

Kelompok Modal/Ekuitas

Modal adalah harta pemilik perusahaan. Modal bisa dihitung dari selisih antara aset dan kewajiban.

Jenis jenis modal berdasarkan bentuk perusahaan adalah:

Bentuk PerusahaanJenis Modal/Ekuitas
Perusahaan PerseoranganModal Pemilik
Perusahaan PersekutuanModal Sekutu
Perusahaan PerseroanModal Saham

Cara Menyusun Neraca

Jika dilihat pada neraca lajur, maka sumber data neraca diperoleh dari neraca saldo setelah penyesuaian.

Contoh neraca perusahaan jasa 4

Dan modal di peroleh dari hasil perhitungan pada laporan perubahan modal (ekuitas).

Contoh neraca perusahaan jasa 5

Format Neraca

Format penyusunan laporan neraca ada 2 yaitu bentuk neraca staffel dan neraca bentuk skontro.

Neraca Bentuk Staffel

Bengkel Mobil Putra
Neraca
Per 31 Desember 2020

(dalam Rp. 000)

Aktiva
Aktiva Lancar
Kas500
Piutang Usaha1.400
Perlengkapan Servis160
Persekot Asuransi250
Jumlah Aktiva Lancar2.310.000
Aktiva Tetap
Peralatan Servis1.500
Akm Penyusutan Peralatan130
Jumlah Aktiva Tetap1.370
Jumlah Aktiva3.680
Kewajiban
Utang Usaha700
Utang Gaji140
Jumlah Kewajiban840
Modal
Modal Putra2.840
Jumlah Kewajiban dan Modal3.680

Neraca Bentuk Skontro

Bengkel Mobil Putra
Neraca
Per 31 Desember 2020

(dalam Rp. 000)

AktivaKewajiban
Aktiva LancarUtang Usaha700
Kas500Utang Gaji140
Piutang Usaha1.400Jumlah Kewajiban840
Perlengkapan Servis160
Persekot Asuransi250
Jumlah Aktiva Lancar2.310.000
Aktiva Tetap
Peralatan Servis1.500
Akm Penyusutan Peralatan130
Jumlah Aktiva Tetap1.370
Jumlah Aktiva3.680

Rumus Neraca

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa laporan neraca harus menggambarkan keseimbangan antara jumlah aktiva dengan jumlah kewajiban dan modal.

Aktiva = Kewajiban + Modal

Contoh Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Dagang

Neraca Usaha Dagang Tn. Andika

Diketahui neraca lajurnya sebagai berikut:

UD. Andika
Neraca Lajur
Per 31 Desember 2020

cara menyusun neraca dari neraca lajur
neraca lajur perusahaan dagang Tn. Andika

UD. Andika
Laporan Perubahan Modal

Per 31 Desember 2020

Modal AwalRp. 100.000.000
LabaRp. 1.010.600
Modal AkhirRp. 101.010.600

Maka laporan neracanya adalah sebagai berikut:

UD. Andika
Neraca

Per 31 Desember 2020

(dalam Rp.)

Nama RekeningJumlahNama RekeningJumlah
Kas25.099.600Utang usaha5.770.000
Piutang15.170.000Utang bunga75.000
Persediaan barang dagang2.911.000Utang bank49.585.000
Perlengkapan760.000Modal, Tn. Andika101.010.600
Tanah40.000.000
Gedung60.000.000
Akm. Peny Gedung(3.375.000)
56.625.000
Peralatan18.000.000
Akm. Peny Peralatan(2.125.000)
15.875.000
Jumlah156.440.600Jumlah 156.440.600

Neraca Perusahaan UD Sejahtera

UD Sejahtera
Neraca
Per 31 Desember 2017

Contoh neraca perusahaan dagang dan perusahaan jasa

Neraca Mayesti Komputer

laporan keuangan neraca 1

Contoh Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Jasa

Neraca Brawijaya Konsultan

Detail Transaksi

Berikut ini adalah transaksi pada Perusahaan Jasa yang bernama Brawijaya Konsultan yang terjadi pada tanggal 1 Desember 2020.

  1. Menyerahkan uang tunai untuk modal sebesar Rp. 20.000.000.
  2. Membayar sewa kantor bulan November sebesar Rp. 1.600.000.
  3. Membeli peralatan kantor sebesar Rp. 6.000.000 secara kredit.
  4. Memberikan jasa kepada klien sebesar Rp. 3.000.000.
  5. Meminjam uang dari bank Mandiri sebesar Rp. 1.400.000 dengan menandatangani wesel.
  6. Memberikan jasa ke klien sebesar Rp. 4.000.000 secara kredit.
  7. Membayar biaya-biaya seperti biaya listrik Rp. 600.000, biaya gaji pegawai Rp. 1.000.000. Biaya telepon Rp. 200.000.

Instruksi

  • Mencatat transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi.
  • Menyusun laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan neraca per 31 Desember 2020.

Penyelesaian Persamaan Dasar Akuntansi

contoh persamaan dasar akuntansi perusahaanjasa

Brawijaya Konsultan
Laporan Laba Rugi
Untuk Bulan 31 Desember 2020

(dalam .000)

Pendapatan jasa7.000
Beban:
Beban sewa1.600
Beban gaji1.000
Beban listrik600
Beban telepon200
Jumlah beban (3.400)
Laba bersih3.600

Brawijaya Konsultan
Laporan Perubahan Modal
Untuk Bulan 31 Desember 2020

(dalam .000)

Modal 1 Desember 202020.000
Tambah laba bulan Desember3.600
Modal 31 Desember 202023.600

Brawijaya Konsultan
Neraca
Per 31 Desember 2020

(dalam .000)

AssetKewajiban
Kas21.000Utang Wesel 1.400
Piutang Usaha4.000Utang Usaha6.000
Peralatan6.000Jumlah kewajiban7.400
Modal
Modal Tn. Jaya 23.600
Total Aset 31.000Total31.000

Neraca Salon Aster Indah

Contoh neraca perusahaan jasa 6

Demikianlah Contoh Laporan Neraca Perusahaan Dagang dan Jasa. Semoga bermanfaat bagi pembaca Akuntansilengkap.com.

Kunjungi Juga Artikel Lainya:

  1. Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa
  2. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap Beserta Transaksinya
  3. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya
  4. Cara Membuat Neraca Lajur (Worksheet) Perusahaan
  5. Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang