Perbedaan Saham dan Obligasi Secara Umum

Posted on
Perbedaan Saham dan Obligasi Secara Umum dan Contohnya

Beberapa perbedaan umum antara saham dan obligasi bisa kita lihat seperti berikut ini :

  1. Saham merupakan hak kepemilikan pada perusahaan, sedangkan Obligasi adalah bentuk hutang jangka panjang dimana perusahaan penerbit berjanji untuk membayar jumlah pokok pada tanggal tertentu.
  2. Saham membayar dividen kepada pemiliknya, namun hanya jika perusahaan tersebut menyatakan dividennya. Dividen adalah distribusi keuntungan perusahaan. Sedangkan Obligasi membayar bunga kepada pemegang obligasi. Umumnya, kontrak obligasi mengharuskan pembayaran bunga tetap dilakukan setiap enam bulan.
  3. Setiap perusahaan memiliki saham biasa . Beberapa perusahaan menerbitkan saham preferen disamping saham biasa. Sedangkan untuk obligasi, banyak perusahaan tidak menerbitkan obligasi.
  4. Saham dan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terbesar sering diperdagangkan di bursa saham dan obligasi. Saham dan obligasi perusahaan kecil sering dipegang oleh investor dan tidak pernah diperdagangkan di bursa.

Tabel Perbandingan Saham Dan Obligasi

Berikut adalah tabel perbandungan saham dan obligasi :

IndikatorSaham Obligasi
Deskripsi singkat Surat kepemilikan perusahaan Surat hutang
Badan yang dapat mengeluarkan Perusahaan terbuka (Tbk.) Perusahaan dan pemerintah
Pembagian keuntungan Deviden, diambil dari keuntungan bersih perusahaan Harga pokok dan bunga
Jangka waktu Tidak terbatas, selama perusahaan itu masih ada Terbatas, jangka waktu pembayaran telah ditentukan
Kewajiban badan untuk membayar Hanya jika perusahaan untung Sangat wajib untuk dibayar
Resiko investasi Cukup Besar, karena bisa saja perusahaan mengalami kerugian atau bahkan bangkrut. Kecil, karena berapapun keuntungan atau kerugian, perusahaan tetap wajib membayar sejumlah bunga yang telah di tentukan.
Keuntungan investasi High riskhigh reward.
Jika untung, dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar, lebih besar daripada obligasi.
Low risklow reward.
Pemegang obligasi mendapatkan keuntungan secara pasti setiap tahunnya.
Apa yang terjadi jika perusahaan bangkrut (likuidasi) ? Kepemilikan saham menjadi tidak berharga. Perusahaan hanya akan membayar laba terakhir, itu pun kalau ada. Pemegang obligasi di dahulukan atau di prioritaskan untuk dibayar. Bahkan, untuk membayar pemegang obligasi bisa menggunakan asset perusahaan.
Contoh Saham PT Sampoerna Tbk.
Saham Bank Central Asia (BCA)
Surat Utang Negara (SUN)
Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Saham dan Obligasi

Saham dan obligasi mewakili dua cara yang berbeda bagi suatu entitas untuk mengumpulkan uang guna mendanai atau memperluas operasinya. Ketika sebuah perusahaan mengeluarkan saham, perusahaan itu menjual “dirinya” sendiri dengan imbalan uang tunai. (Baca juga: Mengenal pasar uang )

Ketika entitas/perusahaan menerbitkan obligasi, ia mengeluarkan hutang dengan kesepakatan untuk membayar bunga atas penggunaan uang tersebut.

Saham hanyalah saham perusahaan perorangan. Begini cara kerjanya: Katakanlah perusahaan telah berhasil melewati tahap start up dan telah menjadi sukses. Pemilik ingin memperluas, tapi mereka tidak dapat melakukannya hanya melalui pendapatan yang mereka dapatkan melalui operasi/bisnis mereka.

Akibatnya, mereka bisa beralih ke pasar keuangan untuk pembiayaan tambahan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah, dengan membagi perusahaan menjadi “saham-saham”, dan kemudian menjual sebagian dari saham ini di pasar terbuka, dalam sebuah proses yang dikenal sebagai penawaran umum perdana “Initial Public Offering” atau IPO.

Seseorang yang membeli Saham, secara otomatis membuatnya menjadi pemilik sebagian perusahaan, berapapun saham yang dimiliki.

Inilah sebabnya mengapa saham juga disebut sebagai “ekuitas”.

Contoh Saham

Perusahaan XYZ mengeluarkan 1000 lembar saham, dengan nilai Rp 25.000,-/lembar saham. Tuan Budi membeli 200 lembar saham seharga Rp 5.000.000,-. Sekarang Tuan Budi telah “memiliki” 20%  dari Perusahaan XYZ dan berhak mendapatkan 20% keuntungan bersih perusahaan XYZ. Perusahaan XYZ juga memiliki tambahan modal sebesar Rp 5.000.000,- dari Tuan Budi.

Obligasi, di sisi lain, mewakili hutang. Pemerintah, korporasi, atau entitas/perusahaan lain yang perlu mengumpulkan uang tunai, meminjam uang di pasar umum dan selanjutnya membayar bunga atas pinjaman tersebut kepada investor.

Contoh Obligasi

Setiap obligasi memiliki nilai nominal tertentu (katakanlah, $ 1000) dan membayar kupon kepada investor. Misalnya, obligasi $ 1000 dengan kupon 4% akan membayar $ 20 kepada investor dua kali setahun ($ 40 per tahun) sampai jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo, investor mengembalikan jumlah keseluruhan pokok aslinya kecuali untuk kejadian langka ketika obligasi default (yaitu, penerbit tidak dapat melakukan pembayaran). 

Baca juga:

  1. 7 Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal
  2. Pengertian, Jenis-Jenis dan Contoh Pasar Input Serta Teorinya [Lengkap]
  3. 7 Jenis Produk Pasar Modal [Manfaat dan Fungsinya]

Perbedaan Saham dan Obligasi untuk Investor

Karena setiap saham merupakan bagian kepemilikan di perusahaan  (yang berarti pemilik saham baik dalam keuntungan atau kerugian perusahaan), seseorang yang berinvestasi di saham dapat memperoleh keuntungan jika perusahaan berjalan dengan sangat baik dan nilainya meningkat dari waktu ke waktu.

Pada saat yang sama, dia menanggung risiko bahwa perusahaan dapat berkinerja buruk dan sahamnya bisa turun – atau, dalam skenario terburuk (kebangkrutan) – hilang sama sekali.

Saham individu dan keseluruhan pasar saham, cenderung berada pada posisi investasi yang sangat berisiko . Artinya, bisa beriesiko kapan saja seorang investor kehilangan uangnya.

Namun, mereka juga cenderung memberikan keuntungan jangka panjang. Oleh karena itu saham sangat disukai oleh orang-orang yang mempunyai peluang investasi jangka panjang dan bisa dimaklumi saat menghadapi resiko jangka pendek.

Obligasi tidak memiliki potensi pengembalian saham jangka panjang yang kuat, namun lebih disukai oleh investor yang pendapatannya menjadi prioritas.

Selain itu, obligasi kurang berisiko dibandingkan saham. Sementara harga mereka berfluktuasi di pasar, sebagian besar obligasi cenderung membayar kembali jumlah pokok pada saat jatuh tempo, dan ada risiko kerugian yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan saham.

Sumber:
  1. https://www.accountingcoach.com/blog/stocks-bonds
  2. https://www.thebalance.com/the-difference-between-stocks-and-bonds-417069

Demikianlah pembahasan Perbedaan Saham dan Obligasi Secara Umum dan Contohnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca. Terima kasih banyak atas kunjungannya.

Kunjungi artikel terbaru:

  1. Pengertian Dumping Adalah [Contoh dan Jenisnya] Dalam Perdagangan Internasional
  2. 3 Karakteristik Administrasi Perkantoran Dan Contohnya
  3. Unsur Unsur Administrasi Perkantoran [Contoh dan Penjelasan] Menurut Ahli
  4. Pengertian, Segmentasi Pasar [Strategi dan Contoh]
  5. Pengertian Stakeholder [Teori Analisis dan Contoh]
Gravatar Image
Accounting Blogger, Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Materi artikel, penulis rangkum dari berbagai sumber. Kritik dan saran, silahkan dikirimkan melalui halaman kontak website.

Comments are closed.