Pengertian dan Ciri Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal) Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Posted on

Pengertian, Ciri Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis (Pasar Bebas) Serta Kelebihan dan Kekurangannya  | Mari kita sedikit ulas tentang sistem ekonomi itu sendiri. Sistem ekonomi menurut Gregiry Grossman (Pakar Ekonomi Universitas California) adalah sekumpulan lembaga-lembaga ekonomi dan unit-unit yang tidak hanya saling berinteraksi atau berhubungan, melainkan sampai tingkat tertentu saling menopang dan mempengaruhi.

Dalam praktiknya  sistem ekonomi digolongkan menjadi beberapa jenis diantaranya:

  1. Perekenomoian Tradisional
  2. Sistem Ekonomi Kapitalis/Pasar Bebas (Liberal)
  3. Sistem Ekonomi Sosialis/Komando
  4. Sistem Ekonomi Campuran
  5. Sistem Ekonomi Pancasila/Indonesia

Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis atau (Liberal)

Sistem ekonomi pasar bebas, awal mulanya berkembang pada pertengahan abad XIX di Inggris dengan semboyan “laissez faire” yang artinya “Biarlah”.

Sistem ekonomi pasar bebas memberikan kebebasan untuk mengatur dan menentukan sendiri kegiatan ekonomi kepada masyarakatnya yang ingin mereka lakukan sesuai dengan kemampuannya masing-masing kebebasan yang dimaksud adalah semua kegiatan pokok perekonomian meliputi produksi konsumsi dan distribusi.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal)

Semua alat dan sumber produksi murni dimiliki oleh masyarakat perorangan ataupun perusahaan sehingga setiap orang bebas mengalokasikan sumber daya sesuai bakat keahlian dan keinginan yang dimiliki.

  1. Terdapat pembagian kelas dalam masyarakat kelas pekerja buruh dan pemilik modal. Kaum pekerja pada umumnya akan tergantung dengan keberadaan pemilik modal sebagai pihak yang menggerakkan perekonomian dengan mendirikan usaha dalam sistem pasar bebas.
  2. Persaingan antar pengusaha sangat ketat ketat untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya (proffit motive). Motifnya bahwa Laba adalah sumber pengumpulan akumulasi modal bagi para pengusaha. Artinya laba yang tinggi akan membuka kesempatan untuk memperluas usaha.
  3. Penentuan harga murni terjadi karena mekanisme pasar yaitu hubungan antara permintaan (demmand) dan penawaran (Supply). Dengan kata lain pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan pasar. Bentuk Campur tangan negara hanya sebatas pada hal-hal yang tidak dapat diusahakan swasta dengan catatan masih menjadi syarat terselenggaranya pasar bebas, contohnya adalah keamanan negara.

Pengertian, Ciri Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal) Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Baca juga:  8 Konsep Pendapatan Nasional Serta Contoh dan Manfaatnya

Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal)

  1. Setiap individu (perorangan/perusahaan) bebas dan mempuyai hak untuk memiliki kekayaan dan sumber daya produksi pribadi.
  2. Inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam ekonomi bisa dikembangkan.
  3. Tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi sehingga efesiensi dan efektivitas tinggi.
  4. Adanya persaingan antar produsen (perusahaan) untuk menghasilkan barang yang bermutu.

Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal)

  1. Kebebasan ini seringkali disalah gunakan oleh pihak yang dari segi ekonomi nya kuat untuk memeras pihak yang lemah
  2. Persaingan untuk merebut pasar bisa menimbulkan mendorong terbentuknya monopoli, kolusi usaha dan konglomerasi sehingga mengancam pengusaha yang lemah.
  3. Mendorong munculnya kesenjangan antara golongan ekonomi kuat dengan ekonomi yang lemah semakin besar.
  4. Perekonomian mudah terguncang ketidakstabilan.

Baca juga:  8+ Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran Suatu Barang

Negara yang Menganut Perekonomian Kapitalis (Liberal)

Pada benua Amerika: Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Uruguay, Venezuela, Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Panama, Paraguay, Peru, Puerto Riko, dan Suriname.

Pada benua Eropa : Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina, Kroasia, Cyprus,Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, dan United Kingdom.

Pada benua Asia : India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki. Negara Asia lainnya yang mulai menganut sistem ekonomi liberal diantaranya Malaysia, Myanmar, Kamboja, Hong Kong, dan Singapura, Australia dan Selandia Baru.

Pada benua Afrika : Mesir, Senegal dan Afrika Selatan, hingga sampai kepada negara Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde, Côte DIvoire, Equatorial Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik, Seychelles, Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.

Bagi perusahaan yang lemah atau kalah dalam persaingan, sistem pasar bebas memang terkesan sangat kejam. namun dalam perjalanannya hingga saat ini, sistem pasar bebas yang modern telah mampu mengurangi sebanyak mungkin kelemahan-kelemahannya.

Sistem pasar bebas telah melunak dalam pelaksanaannya akibat adanya asas asas demokrasi. Pemerintah melalui undang-undang antimonopoli dapat melindungi masyarakat dari penyalahgunaan kekuasaan monopoli.

Disamping itu buruh diberi hak dan kebebasan oleh pemerintah untuk mengorganisasi diri dan membela hak-hak nya terhadap majikan. Sistem jaminan sosial diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi ketimpangan pendapatan bagi penduduk miskin.

Itulah tadi Pengertian, Ciri Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis (Pasar Bebas) Serta Kelebihan dan Kekurangannya. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan terimakasih atas kunjungannya. Jangan lupa vote and share yaa ! 🙂

Kunjungi juga artikel lainnya:

  1.  Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna [Lengkap]
  2. Pengertian Dan Contoh Pasar Persaingan Monopolistik Beserta Ciri-Cirinya
  3. Pengertian Pasar Monopoli, Ciri Ciri Dan Contohnya Serta Kelebihan Dan Kekurangan
  4. Pengertian Pasar Oligopoli, Ciri-Ciri dan Contohnya [Lengkap]
  5. [Lengkap] Pengertian Mudharabah, Syarat, Rukun Dan Contohnya