Modal Kerja : Pengertian, Jenis dan Contoh

Posted on

Modal merupakan unsur penting untuk menggerakkan kegiatan ekonomi organisasi dan individu. Jenis modal diantaranya ada modal kerja, modal hutang dan modal trading.

Pengertian Modal Kerja

Modal kerja adalah modal yang dimiliki perusahaan untuk membiayai kebutuhan jangka pendek perusahaan. Dengan kata lain modal kerja merupakan modal yang menunjukkan kemampuan dan kesehatan keuangan perusahaan.

Modal kerja perusahaan bernilai positif jika harta lancar perusahaan lebih besar dari jumlah kewajiban lancarnya. Sebaliknya jika kewajiban lebih besar daripada harta perusahaan, maka keuangan perusahaan dinyatakan kurang baik atau modal kerjanya negatif.

Baca juga laporan perubahan modal.

Unsur Modal Kerja

Aset Lancar

Yang termasuk harta lancar perusahaan adalah aset perusahaan yang mudah dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari 12 bulan. Contoh aset lancar adalah :

Kewajiban Lancar

Kewajiban lancar adalah semua hutang perusahaan yang harus dilunasi dalam jangka waktu 1 tahun. Contoh kewajiban lancar adalah hutang sewa, gaji karyawan, hutang pajak dan pinjaman bank jangka pendek.

Cara Menghitung Modal Kerja

Rumus modal kerja adalah : harta lancar – kewajiban lancar.

Perusahaan Bumi Jaya memiliki aset lancar sebesar 100 jt dan kewajiban lancar 80 jt, maka modal kerja perusahaan adalah sebesar :

Rp. 100 jt – Rp. 80 jt = Rp. 20 jt.

Berdasarkan informasi di atas, rasio modal kerja Bumi Jaya adalah :

Rp. 100 jt / Rp. 80 jt = 1.25

Modal kerja yang wajar adalah jumlah aset lebih besar dari kewajibannya. Jika jumlah kewajiban lebih besar dari aset, perusahaan bisa beresiko gagal bayar (bangkrut).

Membaca Modal Kerja Perusahaan

Kita bisa lihat, seberapa sehat perusahaan dari hasil rasio modal kerja. Nilai lebih dari 1, berati aset perusahaan bisa dicairkan untuk memenuhi kewajibannya.

Nilai yang lebih tinggi juga menunjukkan kalau perusahaan bisa membiayai kegiatan bisnis sehari-hari. Perusahaan juga bisa menghindari hutang karena modal kerja yang cukup.

Nilai rasio yang kecil atau kurang dari 1, menunjukkan perusahaan berpotensi gagal bayar hutangnya. Berarti kreditor dan investor bisa kehilangan piutang dan sahamnya.

grafik rasio modal kerja indofood
Sumber : http://www.indofoodcbp.com/uploads/file/9_ICBP%20_Financial%20highlights.pdf

Fungsi Modal Kerja

Fungsi modal kerja adalah membuat bisnis terus beroperasi. Fungsi lain dari modal kerja adalah :

  • Untuk membayar kewajiban perusahaan
  • Membeli persediaan baik persediaan bahan baku atau persediaan barang dagang
  • Sebagai syarat untuk mengajukan pinjaman. Modal kerja yang positif menjadi syarat utama dalam pengajuan pinjaman

Sumber Modal Kerja

Hasil laba operasi

Perusahaan mendapatkan laba dari hasil kegiatan bisnisnya. Pendapatan laba ini akan menambah modal kerja perusahaan.

Penjualan surat berharga

Surat berharga merupakan dokumen yang mempunyai nilai untuk transaksi. Contoh surat berharga adalah wesel, cek, saham dan surat utang.

Penerbitan saham

Saham merupakan surat tanda kepemilikan perusahaan. Dengan menerbitkan saham, publik bisa membeli saham perusahaan, sehingga perusahaan mendapat tambahan modal dari masyarakat.

Penjualan aktiva tetap

Aktiva tetap bisa dijual untuk menambah modal perusahaan. Contoh aktiva tetap adalah gedung, kendaraan dan mesin. Meskipun nilai jual barang-barang tersebut akan mengalami penurunan atau penyusutan nilai dari harga belinya, tapi opsi ini sering digunakan oleh perusahaan yang mencari tambahan modal.

Pinjaman

Perusahaan bisa menambah modal dengan meminjam dana kepada kreditor seperti lembaga keuangan (bank) atau pihak swasta lain.

Dana hibah

Dana hibah merupakan pemberian uang atau barang dari pemerintah ke perusahaan. Syarat penerima dana hibah adalah mempunyai struktur dan kepengurusan badan usaha yang jelas.

Manajemen Modal Kerja

Manajemen modal kerja adalah kebijakan untuk mengelola modal kerja secara baik dan efisien. Manajemen modal kerja memastikan bahwa perusahaan punya modal yang cukup untuk mendanai bisnis dan membayar kewajiban jangka pendeknya. Contoh manajemen kerja adalah :

  • Pengelolaan uang tunai. Uang tunai perusahaan harus selalu dipantau untuk membiayai kegiatan bisnis perusahaan.
  • Manajemen inventaris. Manajemen inventaris adalah proses identifikasi persediaan untuk memenuhi kebutuhan produksi perusahaan atau ketersediaan barang dagang. Jumlah persediaan harus dipantau supaya tidak kekurangan dan tidak kelebihan. Kelebihan persediaan bisa beresiko, karena persediaan akan disimpan dalam jangka waktu lama, khawatir rusak.
  • Manajemen debitur. Manajemen ini mengelola kebijakan kredit kepada pelanggan, supaya banyak pelanggan lebih banyak memakai pinjaman atau kredit dari perusahaan. Keuntungan diperoleh dari bunga kredit dan pengembalian modal.

Demikian pembahasan tentang modal kerja : pengertian, unsur, fungsi dan cara menghitungnya. Semoga menambah ilmu bagi para pembaca. Jangan lupa untuk share jika dirasa bermanfaat. Terimakasih.

Leave a Reply