Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitung Break Even Point

Posted on
Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitung Break Even Point
3.4 (68.57%) 7 vote[s]

Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitung Break Even Point | Ukuran yang sering dipakai dalam menilai keberhasilan suatu manajemen perusahaan ialah tercapainya target penjualan, hal ini berarti terjadinya laba yang maksimal. Untuk mencapai laba yang maksimum di pengaruhi oleh tiga faktor pendukung, yaitu :

  • biaya produksi,
  • harga jual, dan
  • banyaknya penjualan.

Biaya akan menentukan berapa harga jual, harga jual ini akan mempengaruhi banyaknya yang akan dijual, banyaknya penjualan akan mempengaruhi banyaknya produksi ,dan banyaknya yang akan produksi akan mempengaruhi biaya.

Tujuan utama  dari  suatu  perusahaan adalah  untuk  memperoleh  laba  sebesar-besarnya agar perusahaan tersebut terus  berjalan dengan baik. Dalam pencapaian untuk memperoleh laba, manajemen perusahaan memerlukan pendekatan. Pendekatan dalam  perencanaan  laba  ini adalah  Analisis Titik  Impas  atau Break  Even  Point.

Pengertian Break Event Point (BEP)

Break Even Point disebut juga analisis titik impas. Break Even Point diartikan sebagai suatu keadaan atau titik dimana  perusahaan dalam kegiatan operasinya tidak  memperoleh keuntungan dan tidak mengalami  kerugian juga.

Atau dengan kata lain Break Even Point (BEP) ialah suatu titik impas antara besarnya jumlah laba dan biaya suatu perusahaan dalam posisi yang sama atau seimbang, sehingga dalam prosesnya tidak mendapatkan keuntungan dan kerugian.

Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis produksi berapa banyak jumlah barang yang diproduksi atau berapa banyak uang atau laba yang harus diterima untuk mencapai titik impas atau kembalinya modal.

Dalam suatu perusahaan sebelum memproduksi suatu produk, pertama perusahaan merencanakan seberapa besar laba yang ingin didapatkan. Ketika menjalankan usaha maka akan mengeluarkan biaya produksi, maka dengan menggunakan BEP untuk mengetahui waktu dan tingkat harga penjualan yang dilakukan tidak menempatkan usaha tersebut merugi dan mampu menetapkan penjualan dengan harga pasar tanpa melupakan laba yang ditetapkan.

Hal ini terjadi karena, biaya produksi merupakan hal yang paling berpengaruh terhadap penentuan harga jual dan sebaliknya, sehingga dengan penentuan BEP ini dapat diketahui berapa jumlah barang dan harga pada penjualan. Analisis BEP digunakan untuk hal yang lain contohnya seperti analisis laporan keuangan.

Dalam penentuan BEP atau titik impas ini perlu diketahui terlebih dulu hal-hal dibawah ini agar dapat ditentukan dengan tepat, yaitu:

  • Tingkat laba yang menjadi target dalam suatu periode
  • Kapasitas produksi yang tersedia
  • Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, seperti biaya tetap dan biaya variable.

Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitung Break Even Point

Komponen Break Even Point

Dalam menghitung berapa besar BEP atau titik impas tentu saja memerlukan komponen-komponen. Berikut ini merupakan komponen dari BEP, yaitu:

1. Fixed Cost

Komponen ini termasuk dalam biaya tetap atau konstan, jika adanya kegiatan produksi ataupun tidak sedang berproduksi.

2. Variabel Cost

Komponen ini bersifat dinamis. Variabel cost disebut biaya per unit, yang bergantung pada tingkat volume produksinya. Jika produksi meningkat, maka variabel cost juga akan meningkat. Contohnya yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dan sebagainya.

3. Selling Price

Pengertian selling price adalah harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi.

Rumus Break Even Point

Rumus yang digunakan untuk analisis Break Even Point ini terbagi menjadi dua macam yaitut:

Rumus Break Even Point

1. Dasar Unit

Cara menghitung berapa unit jumlah barang atau jasa yang harus diproduksi untuk mendapatkan titik impas:

BEP = FC /(P-VC) 

Rumus Break Even Point

2. Dasar Penjualan

Cara menghitung berapa rupiah nilai penjualan yang harus diterima untuk mendapat titik impas:

FC/ (1 – (VC/P))*

Penghitungan (1 – (VC/P)) biasa juga disebut dengan istilah Margin Kontribusi Per Unit.

Keterangan:

BEP     : Break Even Point

FC       : Fixed Cost

VC      : Variabel Cost

P          : Price per unit

S          : Sales Volume 

Cara Menghitung Break Even Point

Contoh Soal
Diketahui:

Total Biaya Tetap (FC) bernilai Rp 100 juta

Total Biaya Variabel (VC) per unit bernilai Rp 60 ribu

Harga jual barang per unit bernilai Rp 80 ribu

Penghitungan BEP Unit
BEP = FC/ (P – VC)
BEP = 100.000.000/ (80.000 – 60.000)
BEP = 5000

Penghitungan BEP Penjualan
BEP = FC/ (1 – (VC/P))
BEP = 100.000.000/ (1 – (60.000/80.000))
BEP = Rp 400.000.000

Dari analisis perhitungan diatas, perusahaan dapat mengetahui laba yang akan diperoleh berdasarkan besarnya penjualan minimum. Berikut merupakan rumus untuk menghitung target laba sebagai berikut:

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)

FC, VC, dan P mengikuti contoh sebelumnya, dengan tambahan perusahaan ini memiliki target laba sebesar Rp 80 juta per bulan.

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)
BEP – Laba = (100.000.000 + 80.000.000) / (80.000 – 60.000)
BEP – Laba = 180.000.000 / 20.000
BEP – Laba = 9.000 unit atau
BEP – Laba = Rp 720 juta (didapat dari: 9000 unit x Rp 80.000) 

Demikianlah, penjelasan mengenai Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitung Break Even Point. Semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya.

Kunjungi juga artikel lainnya:

  1. Cara Menghitung SHU Beserta Contoh Soal Dan Pembagiannya
  2. 3 [Tiga] Cara Menghitung Inflasi Dengan Indeks Harga Konsumen Dan Laju Inflasi
  3. Pengertian Obligasi [Jenis-Jenis, Rumus dan Perhitungan]
  4. “Harga Pokok Produksi” Pengertian, Unsur-Unsur dan Contoh Perhitungan
  5. 3 Metode Perhitungan Pendapatan Nasional Beserta Contohnya
  6. 20 Prosedur Stock opname: Fungsi dan Teknik Perhitungan Persediaan Barang Dagang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *