Standar Umum Audit (3 Point Penjelasan)

Posted on
Standar Umum Audit (3 Point Penjelasan)
3.5 (70%) 2 vote[s]

Standar auditing adalah standar/aturan/kriteria yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), meliputi 3 bagian yaitu standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan beserta interpretasinya.

Baca Selengkapnya Tentang Pengertian Standar Auditing (10 Point Penjelasan)

Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri dari 10 standar yang dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). PSA memberikan penjelasan lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum dalam standar auditing.

Standar auditing dijelaskan di dalam PSA adalah ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diterapkan oleh Akuntan Publik dalam melaksanakan audit nantinya. Kepatuhan terhadap PSA yang disahkan oleh IAPI bersifat wajib bagi seluruh anggota IAPI.

Berikut ini penjelasan Akuntansilengkap.com tentang Standar Umum.

Standar Umum


Standar umum berkaitan dengan persyaratan auditor dan mutu pekerjaannya sehingga bersifat pribadi. Standar ini mencakup tiga bagian diantaranya:

1. Audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang mempunyai keahlian dan pelatihan teknis yang memadai sebagai auditor.


Seorang auditor diharapkan senantiasa bertindak sebagai seorang yang ahli dalam bidang akuntansi dan pada bidang audit.

Keahlian auditor bisa didapat melalui pendidikan formal ditambah dengan pengalaman-pengalaman yang didapatkan saat mengikuti pelatihan teknis yang cukup.

Auditor junior atau asisten auditor yang baru memasuki karir bidang auditing harus mendapatkan pengalaman profesionalnya dengan mendapatkan supervisi yang memadai serta review atas pekerjaan yang diterima dari atasan yang lebih berpengalaman.

Pelatihan yang didapatkan maksudnya mencakup pelatihan kesadaran untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan yang terjadi pada bidang bisnis dan profesinya.

Auditor harus mempelajari, memahami dan menerapkan ketentuan baru dalam prinsip akuntansi dan standar auditing yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia.

2. Auditor harus mempertahankan mental dari segala hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi.


Pada standar ini mewajibkan bagi auditor bersikap independen dalam arti seorang auditor tidak boleh dipengaruhi oleh oknum tertentu karena pekerjaannya sangat berguna untuk kepentingan umum.

Masyarakat umum pun memberikan kepercayaan atas sikap independensi auditor yang sangat penting bagi perkembangan profesi akuntan publik.

Sikap intelektual dan jujur sangat dijunjung tinggi sebagai profesi auditor. Profesi akuntan publik telah menetapkan aturan yang disebut sebagai Kode Etik Akuntan Indonesia agar setiap anggota menjaga diri dari kehilangan kepercayaan dan persepsi independensi dari masyarakat.

Sebenarnya sikap independensi secara intristik adalah masalah mutu pribadi, sehingga bukan merupakan aturan yang dirumuskan untuk diuji secara objektif.

3. Auditor wajib menggunakan keahlian profesionalnya dalam melaksanakan pelaksanaan audit dan pelaporan dengan cermat dan seksama.


Penggunaan keahlian profesional menekankan tanggung jawab setiap professional yang bekerja dalam organisasi auditor. Seorang auditor juga harus memiliki tingkat keterampilan yang dimiliki oleh setiap auditor pada umumnya dan diharuskan menggunakan keterampilan yang dimiliki dengan kecermatan dan keseksamaan yang wajar. Oleh karena itu auditor dituntut untuk memiliki sikap professional dan keyakinan dalam mengevaluasi bukti audit.

Demikian lah penjelasan mengenai standar umum akuntansi semoga bermanfaat. Sekian dan terimakasih.

Artikel Terkait:

 

Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.