15 Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Posted on

Ilmu akuntansi pada dasarnya memiliki sifat yang sederhana, namun ilmu akuntansi mempunyai peran yang sangat penting. Akuntansi bukan hanya tentang penyediaan informasi keuangan dan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan, namun sebagai alat untuk mengambil keputusan dan kebijakan.

Seiring berkembangnya ilmu akuntansi sehingga saat ini bisa kita pilah menjadi dua. Mungkin sebagian besar orang sudah mengetahui atau belum tentang kedua sistem ini.

Sebenarnya sistem informasi akuntansi pada suatu perusahaan atau organisasi memiliki dua subsistem yaitu akuntansi keuangan (financial accounting system) dan sistem akuntansi manajemen (managerial accounting system).

Keduanya memiliki tujuan, sifat dan jenis proses input dan output yang berbeda.

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Perbedaan sistem akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan bisa dilihat dari table berikut ini:

Perbedaan Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajemen
Jenis Pelaporan.Laporan akuntansi keuangan memberikan hasil dari keseluruhan bisnis.Akuntansi manajemen lebih sering memberikan laporan yang lebih rinci seperti, laba berdasarkan produk, lini produk, pelanggan, dan wilayah geografis.
Efisiensi.Akuntansi keuangan melaporkan tentang profitabilitas (dan efisiensi) bisnis,Akuntansi manajemen melaporkan secara spesifik penyebab masalah dan bagaimana cara memperbaikinya.
Informasi yang terbukti.Akuntansi keuangan menyimpan catatan dengan cukup jelas dan lengkap, karena diperlukan untuk pembuktian bahwa laporan keuangan benar adanya.Akuntansi manajemen sering berkaitan dengan perkiraan / estimasi, bukan fakta yang terbukti dan dapat diverifikasi.
Fokus pengguna laporan.Akuntansi keuangan berorientasi pada pembuatan laporan keuangan, yang didistribusikan baik di dalam maupun di luar perusahaan.Akuntansi manajemen lebih mementingkan laporan operasional, yang hanya didistribusikan dalam suatu perusahaan.
Standar.Akuntansi keuangan harus mematuhi berbagai standar akuntansi,Akuntansi manajemen tidak harus mematuhi standar apa pun ketika mengumpulkan informasi untuk konsumsi internal.
Sistem,Akuntansi keuangan tidak memperhatikan keseluruhan sistem yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan laba, hanya hasilnya.Akuntansi manajemen lebih fokus pada cara untuk meningkatkan laba dengan menyelesaikan masalah.
Waktu pelaporan.Akuntansi keuangan mengeluarkan laporan keuangan setelah akhir periode akuntansi.Akuntansi manajemen mungkin lebih sering menerbitkan laporan, karena informasi yang diberikannya paling relevan jika manajer dapat melihatnya langsung.
Jangka waktu pelaporan.Akuntansi keuangan berkaitan masa lalu karena memberikan hasil keuangan yang telah dicapai perusahaan / bisnis.Akuntansi manajemen berorientasi di masa depan karena  membahas anggaran dan perkiraan.
Penilaian.Akuntansi keuangan membahas penilaian aset dan liabilitas yang tepat, dan demikian pula halnya dengan penurunan nilai, penilaian kembali, dan sebagainya.Akuntansi manajemen lebih memperhatikan produktivitas sehingga kurang peduli dengan nilai barang-barang.

Di bawah ini kami uraikan tentang perbedaan kedua sistem:

1. Pengguna Laporan

Akuntansi keuangan bertujuan menyajikan informasi keuangan perusahaan bagi pihak di luar perusahaan (pihak eksternal).

Yang fungsinya untuk pengambilan keputusan tentang jenis serta sifat hubungan yang seperti apa yang akan dijalani dengan perusahaan tersebut dimasa mendatang contohnya investor.

Sedangkan Akuntansi Manajemen menyediakan informasi keuangan untuk keperluan pihak manajemen atau pihak internal perusahaan.

Informasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberi manfaat bagi manajemen perusahaan sebagai dasar pertimbangan evaluasi dan strategi yang akan dijalankan. Contohnya manajer, eksekutif, karyawan.

2. Ruang Lingkup

Laporan akuntansi keuangan menyajikan informasi keuangan mengenai perusahaan secara keseluruhan. Contohnya Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Ekuitas.

Informasi yang dihasilkan dan disajikan merupakan ringkasan serta  gambaran kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Sedangkan ruang lingkup Akuntansi manajemen, memberikan informasi yang bertujuan untuk melaporkan hanya pada suatu bagian yang ada dalam perusahaan. Misalnya bagian pemasaran, bagian produksi dan yang lain.

3. Fokus formasi

Akuntansi Keuangan berfokus kepada informasi historical (masa lalu). Akuntansi Keuangan memberikan gambaran pertanggungjawaban manajemen perusahaan atas pengelolaan dana perusahaan.

Sedangkan dalam hal fokus informasi, Akuntansi Manajemen cenderung berorientasi kepada masa yang akan datang.

4. Rentang Waktu

Dari sudut rentang waktu, Akuntansi Keuangan menghasilkan laporan keuangan hanya bisa mencakup rentang jangka waktu tertentu sehingga dirasa kurang fleksibel. contohnya periode satu tahun, kwartalan atau bulanan.

Akuntansi Manajemen memiliki rentang waktu yang lebih fleksibel dibanding dengan Akuntansi Keuangan. Penyebabnya adalah karena adanya tuntutan dari manajemen yang harus mengambil keputusan penting secara cepat dan tepat, baik yang terstruktur, semi terstruktur, hingga tidak terstruktur sekalipun.

Rentang waktu yang diberikan bersifat variatif, bisa harian, mingguan, bulan, bahkan hingga 10 tahun periode.

5. Kriteria Informasi

Kriteria informasi akuntansi keuangan adalah seluruh prinsip akuntansi yang lazim digunakan dan diterima secara umum.

Prinsip akuntansi tersebut adalah hasil dari perumusan oleh lembaga yang berwenang seperti IAI (Ikatan Akuntan Indonesia).

Laporan keuangan merupakan satu satu media komunikasi antara manajemen dengan pihak eksternal perusahaan. Maka laporan keuangan memerlukan suatu standarisasi bentuk laporan keuangan.

Fungsinya supaya pemakai laporan keuangan dari eksternal perusahaan dapat membandingkannya dengan laporan keuangan dari perusahaan yang berbeda.

Kriteria informasi dari Akuntansi Manajemen TIDAK TERBATASI oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum.

artinya praktek praktek yang sudah terbukti berhasil dan bermanfaat pada perusahaan biasanya akan ditiru oleh perusahaan lainnya dan kemudian akan menyebar secara luas didalam dunia industri dan akan menggunakan praktek tersebut.

6. Sifat Informasi

Sifat informasi dari Akuntansi Keuangan membutuhkan tingkat ketepatan yang tinggi, obyektif, bisa diuji kebenarannya, serta akurat.

Dalam mendapatkan tingkat ketepatan yang tinggi, pihak manajemen perusahaan terkadang wajib mempergunakan layanan jasa dari pihak ketiga yang independen dan bebas dari berbagai kepentingan bentuk apapun biasa disebut dengan auditor.

Sedangkan Akuntansi Manajemen memberikan informasi yang bisa membantu manajemen dalam pengambilan suatu keputusan baik keputusan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian.

Oleh karenanya akuntansi manajemen tak hanya mengandalkan satu disiplin ilmu akuntansi saja tetapi juga mengambil disiplin ilmu yang lain seperti disiplin ilmu manajemen. Tujuannya untuk mengatur sumber daya serta waktu perusahaan.

Bahkan terkadang akuntansi manajemen juga memakai disiplin ilmu psikologi sosial ketika melakukan peramalan (estimasi) dalam penjualan produk, pengendalian SDM.

Demikianlah artikel tentang Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Kunjungi Artikel Lainnya Juga”

Gravatar Image
Accounting Blogger, Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.