Pengertian Jurnal Penyesuaian + Contoh Soal Dan Jawaban Lengkap

Pengertian Jurnal Penyesuaian + Contoh Soal Dan Jawaban Lengkap
4.3 (85.79%) 38 votes

pengertian jurnal penyesuaian

Fungsi Jurnal penyesuaian – Digunakan untuk mencatat transkasi yang sudah terjadi namun belum dicatat. Ayat jurnal penyesuaian juga digunakan untuk mencatat transaksi yang sudah dicatat namun memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di akhir periode. Jurnal penyesuaian baik perusahaan dagang atau perusahaan jasa dibuat pada akhir periode akuntansi. Contoh jurnal penyesuaian dibuat untuk transaksi-transaksi berikut ini seperti:

  1. Beban dibayar di muka,
  2. Pendapatan diterima dimuka,
  3. Pemakaian perlengkapan,
  4. Pendapatan yang masih harus diterima,
  5. Beban yang belum dibayar dan
  6. Penyusutan aktiva tetap.

Pengertian Jurnal Penyesuaian


Pengertian jurnal penyesuaian adalah proses penyesuaian tentang catatan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari neraca saldo dan data (informasi) penyesuaian akhir periode.

Ayat jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam beberapa akun sehingga saldo mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya.

Baca Juga: “5 BESAR” Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Fungsi dan Tujuan Jurnal Penyesuaian


Fungsi jurnal penyesuaian berdasarkan informasi diatas adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode sehingga setiap perkiraan saldo riil, khususnya perkiraan harta dan kewajiban menunjukkan jumlah yang sebenarnya.
  2. Menghitung setiap perkiraan nominal (perkiraan pendapatan dan beban) yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan.

Baca juga: 17 Macam-Macam Software Akuntansi

Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Dan Jawabannya


Cara membuat jurnal penyesuaian sebenarnya mudah kok, yang perlu diperhatikan adalah mengetahui perilaku transaksi yang terjadi. Dan mengetahui aturan debet kredit dalam akuntansi juga penting sebagai dasar menyusun ayat jurnal penyesuaian ini.

  1. Beban/Biaya Dibayar di Muka

Seringkali perusahaan telah membayar beban untuk beberapa periode mendatang, beban ini dinamakan beban/biaya yang dibayar dimuka. Jadi, bila menemukan beban yang seharusnya dibayarkan pada periode mendatang, maka harus dihitung beban mana yang dilaporkan pada periode yang bersangkutan (sekarang).

Contoh Kasus
Neraca saldo akun asuransi menunjukkan nilai Rp. 3.600.000. dan pada akhir periode, informasi saldo akun menunjukkan tersisa sebanyak Rp. 3.000.000. artinya premi asuransi yang sudah menjadi beban adalah Rp. 3.600.000 – Rp. 3.000.000 = Rp. 600.000 (yang harus diakui sebagai beban asuransi dan mengurangi asuransi dibayar dimuka).

TanggalKeteranganRef.DebitKredit
2017Beban Asuransi600.000
Desember          Asuransi Dibayar Dimuka600.000

  1. Beban Sewa Gedung Dibayar Dimuka

Kasus ini sama dengan kasus nomer 1.

Contoh Kasus
Saldo akun sewa dibayar dimuka berjumlah Rp. 19.200.000 tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya, karena sudah terpakai sewa sebesar Rp. 3.200.000. jadi beban sewa bertambah dan sewa dibayar dimuka berkurang sebesar Rp. 3.200.000.

TanggalKeteranganRef.DebitKredit
2017Beban Sewa3.200.000
Desember          Sewa dibayar dimuka3.200.000

Baca Juga: Contoh Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa dan Contoh Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang + Soal Dan Jawabannya

  1. Pendapatan Yang Masih Harus Diterima (Piutang Pendapatan)

Pendapatan yang masih harus diterima adalah apabila suatu pendapatan sudah menjadi hak perusahaan namun belum diterima, maka hak tersebut harus dicatat sebagai pendapatan pada periode tersebut.

Contoh Kasus
Perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan yang berjumlah Rp. 550.000. Jumlah ini belum termasuk yang terdapat pada neraca saldo sebesar Rp. 15.600.00 (piutang pendapatan perusahaan). Jadi dicatat sebagai menambah piutang pendapatan dan pendapatan jasa sebesar Rp. 16.150.000.

TanggalKeteranganRef.DebitKredit
2017Piutang Pendapatan550.000
Desember           Pendapatan Jasa550.000
  1. Pendapatan Diterima Dimuka

Pendapatan diterima dimuka tidak boleh dicatat sebagai pendapatan, namun sebagai utang, sebab perusahaan belum merealisasikan pendapatan tersebut untuk apa jadi belum menjadi hak perusahaan.

Contoh Kasus
Saldo pendapatan diterima dimuka berjumlah Rp. 10.000.000. dan sampai akhir periode perusahaan baru mengerjakan sebesar Rp. 2.600.000. Jadi dicatat sebagai pendapatan sewa bertambah dan pendapatan diterima dimuka berkurang sebesar Rp. 2.600.000. Artinya masih ada Rp. 7.400.000 yang masih menjadi utang pendapatan perusahaan.

TanggalKeteranganRef.DebitKredit
2017Pendapatan Diterima Dimuka2.600.000
Desember           Pendapatan Sewa2.600.000
  1. Penyusutan Peralatan

Penyusutan peralatan harus dicatat sebagai pengakuan beban depresiasi atau beban penyusutan oleh perusahaan.

Contoh Kasus
Informasinya menunjukkan bahwa beban penyusutan/depresiasi untuk periode Desember 2017 adalah sebesar Rp. 1.400.000. Jadi akan menambah beban penyusutan dan menambah akumulasi penyusutan sebesar Rp. 1.400.000.

TanggalKeteranganRef.DebitKredit
2017Beban Penyusutan Peralatan1.400.000
Desember       Akm Penyusutan Peralatan1.400.000
  1. Pemakaian Perlengkapan / Perlengkapan Yang Tersisa

Perlengkapan adalah bahan-bahan yang dibeli untuk kepentinfan operasi perusahaan dan tidak untuk dijual kembali. Perusahaan harus mencatat pemakaian perlengkapan atau dilakukan perhitungan fisik terhadap jumlah perlengkapan yang telah terpakai atau yang masih tersisa.

Contoh Kasus
Contohnya : saldo akun perlengkapan di neraca saldo sebesar Rp. 4.400.000. Pada akhir periode informasi menunjukkan perlengkapan yang masih tersisa sebesar Ro. 2.700.000. artinya perusahaan telah melakukan pemakaian perlengkapan sebesar Rp. 4.400.000 – Rp. 2.700.000 = Rp. 1.700.000. jadi dicatat menambah beban perlengkapan dan mengurangi perlengkapan sebesar Rp. 1.700.000.

TanggalKeteranganRef.DebitKredit
2017Beban Perlengkapan1.700.000
Desember       Perlengkapan1.700.000

Cara Mengerjakan Jurnal Penyesuaian


Gambar berikut ini adalah cara untuk menyelesaikan dan mengerjakan kasus untuk jurnal penyesuaian.

contoh soal dan jawaban jurnal penyesuaian (2)

Demikianlah artikel pembahasan tentang Pengertian Jurnal Penyesuaian Beserta Contoh Soalnya.
Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Kunjungi Juga Artikel Lainyya:

  1. Contoh Laporan Keuangan Perubahan Modal Perusahaan Dagang
  2. Pengertian Leasing (Akuntansi, Jenis-Jenis dan Manfaat) Menurut Para Ahli
  3. Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung + Contoh dan Penjelasan
  4. “6” Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan (Dagang dan Jasa)
  5. “4” Contoh Laporan Neraca Perusahaan (Dagang dan Jasa)