19 Contoh Soal Rekonsiliasi Bank

Posted on

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah proses pencocokan data keuangan yang ada di perusahaan dan data keuangan di Bank karena sering terjadi perbedaan.

Sebabnya, terkadang ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan pencatatan laporan keuangan, tapi hal ini pun wajar terjadi. Contohnya seperti:

Adanya setoran dalam perjalanan, pihak perusahaan sudah mencatat dana tersebut sebagai kas keluar, namun karena masih dalam perjalanan dan belum sampai ke Bank tujuan, sehingga Bank belum mencatat adanya penambahan dana.

Maka sebaiknya rekonsiliasi bank rekonsiliasi bisa di lakukan minimal 1 bulan sekali, atau bisa juga dilakukan serutin mungkin.

Saat ini laporan keuangan di Bank bisa di akses di situs website Bank terkait, sehingga laporan akan lebih update.

Beberapa manfaat dilakukan secara rutin dan berkala adalah untuk menghindari kecurangan. Laporan keuangan yang dihasilkan juga akan lebih akurat.

Kumpulan "Contoh Soal" Rekonsiliasi Bank

 Contoh Rekonsiliasi Bank

Kasus #1

Bank ARTHA mengeluarkan rekening koran per tanggal 31 Desember 2017 yang dikirim untuk PT. BIMA menunjukkan saldo sebesar Rp. 1.550.000,- .

Bila dibandingkan dengan saldo kas di bank yang tercatat di buku besar PT. BIMA terdapat perbedaan saldo yaitu menunjukkan jumlah sebesar Rp. 1.035.000,-.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata perbedaan saldo tersebut disebabkan karena  adanya transaksi-transaksi berikut:

  1. Transfer (kiriman uang) dari langganan untuk pelunasan utangnya sebesar Rp.750.000,-
  2. Setoran Dalam Perjalanan (Deposit In Transit) sebesar Rp. 2.500.000,-
  3. Cek yang ditarik PT. BIMA sebesar Rp. 815.000,- untuk dicairkan ke Bank sudah dicatat dalam pembukuan perusahaan. Ternyata masih belum diuangkan ke Bank oleh pegawai PT. BIMA karena terlambat.
  4. Wesel tagih yang ditagihkan melalui Bank ARTHA telah dapat tertagih dan dikreditkan dalam rekening PT BIMA sebesar Rp. 500.000,-
  5. Setoran dana dari PT. BIMA ke bank sudah dibukukan sebesar Rp. 1.250.000,-namun belum disetorkan oleh petugas perusahaan.
  6. Cek dari pelanggan yang di kliringkan ke Bank sebesar Rp. 825.000,- ternyata kosong (Non Sufficient Cheque).
  7. Bank ternyata salah mencatat pada pembukuan atas transaksi penarikan dana melalui cek yang ditarik PT. BNTANG pada rekening PT. BIMA sebesar Rp. 525.000,-
  8. Cek-cek yang ditarik PT. BIMA sebagai berikut:
rekonsiliasi cek

Ternyata belum diuangkan oleh penerima cek tersebut.

  1. Bank telah mendebit rekening PT. BIMA untuk beban cetak buku cek sebesar Rp. 100.000,-
  2. Bank mengkredit rekening PT. BIMA atas pendapatan jasa giro bulan Agustus 2017 sebesar Rp. 250.000,-
  3. Beban administrasi bank telah dicatat oleh Bank sebesar Rp. 50.000 namun belum dicatat PT. BIMA.

Dari data di atas anda diminta:

  1. Buatlah laporan rekonsiliasi bank PT. BIMA pada tanggal 31 Desember 2017 untuk mengetahui saldo yang benar.
  2. Buatlah jurnal penyesuaian untuk mencatat transaksi yang terjadi dalam PT. BIMA.

Berikut ini laporan rekoniliasi. 

Kumpulan "Contoh Soal" Rekonsiliasi Bank
Kumpulan "Contoh Soal" Rekonsiliasi Bank

Berikut ini Jurnal Penyesuaiannya. 

Kumpulan "Contoh Soal" Rekonsiliasi Bank

Kasus #2

PT. AKUN telah menerima rekening koran dari Bank DEBET per 31 Juli 2016 yang menunjukkan jumlah saldo sebesar Rp. 1.220.000.

Pada tanggal 1 Juli 2016 perkiraan bank di buku besar PT. AKUN  menunjukkan saldo sebesar Rp. 2.303.000. Pada bulan Juli 2016 buku penerimaan kas menunjukkan jumlah sebesar Rp. 4.730.000. sedangkan buku pengeluaran kas menunjukkan jumlah sebesar Rp. 6.572.725. Data yang berhubungan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:

  1. Cek-cek yang beredar :
Kumpulan "Contoh Soal" Rekonsiliasi Bank
  1. Telah dikredit oleh bank, jasa giro bulan Juli 2016 sebesar Rp. 7.425
  2. Cek Nomor 10203 sebesar Rp. 157.000 dicatat dalam laporan buku pengeluaran sebesar Rp.175.000.
  3. Sedangkan cek nomor 10217 sebesar Rp. 240.000 dibukukan sebesar Rp.24.000. Seluruhnya untuk pembelian barang dagangan.
  4. Setoran kas sebesar Rp.925.000 pada tanggal 31 Juli 2016 belum dicatat dalam rekening koran bank karena kas bank sudah tutup.
  5. Bank telah membebankan biaya administrasi bulan Juli 2016 sebesar Rp. 1.000 dan ongkos buku cek sebesar Rp, 650. Jumlah tersebut belum dibukukan oleh PT. AKUN .
  6. Bank telah mengkredit rekening PT. AKUN atas kiriman uang sebesar Rp.
  7. 199.950 yang diterima dari pelanggan untuk melunasi hutangnya.
  8. Setoran cek yang diterima dari PT. AKUN sebesar Rp. 120.000 pada tanggal 28 Juli 2016 telah ditolak karena saldo tidak mencukupi.

Diminta :

  1. Buatlah Bank Rekonsiliasi per 31 Juli 2016 untuk menyesuaikan/ mencocokkan saldo menurut rekening koran dengan saldo menurut perkiraan bank.
  2. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan.

Berikut laporan rekonsiliasi nya

PT. AKUN telah menerima rekening koran dari Bank DEBET per 31 Juli 2016 yang menunjukkan jumlah saldo sebesar Rp. 1.220.000. Pada tanggal 1 Juli 2016 perkiraan bank di buku besar PT. AKUN menunjukkan saldo sebesar Rp. 2.303.000. Pada bulan Juli 2016 buku penerimaan kas menunjukkan jumlah sebesar Rp. 4.730.000. sedangkan buku pengeluaran kas menunjukkan jumlah sebesar Rp. 6.572.725. Data yang berhubungan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut: 1. Cek-cek yang beredar : 2. Telah dikredit oleh bank, jasa giro bulan Juli 2016 sebesar Rp. 7.425 3. Cek Nomor 10203 sebesar Rp. 157.000 dicatat dalam laporan buku pengeluaran sebesar Rp.175.000. Sedangkan cek nomor 10217 sebesar Rp. 240.000 dibukukan sebesar Rp.24.000. Seluruhnya untuk pembelian barang dagangan. 4. Setoran kas sebesar Rp.925.000 pada tanggal 31 Juli 2016 belum dicatat dalam rekening koran bank karena kas bank sudah tutup. 5. Bank telah membebankan biaya administrasi bulan Juli 2016 sebesar Rp. 1.000 dan ongkos buku cek sebesar Rp, 650. Jumlah tersebut belum dibukukan oleh PT. AKUN . 6. Bank telah mengkredit rekening PT. AKUN atas kiriman uang sebesar Rp. 199.950 yang diterima dari pelanggan untuk melunasi hutangnya. 7. Setoran cek yang diterima dari PT. AKUN sebesar Rp. 120.000 pada tanggal 28 Juli 2016 telah ditolak karena saldo tidak mencukupi. Diminta : a. Buatlah Bank Rekonsiliasi per 31 Juli 2016 untuk menyesuaikan/ mencocokkan saldo menurut rekening koran dengan saldo menurut perkiraan bank. b. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan.
Kumpulan "Contoh Soal" Rekonsiliasi Bank

Berikut ini adalah Jurnal Penyesuaiannya.

Kumpulan "Contoh Soal" Rekonsiliasi Bank

Prosedur Rekonsiliasi Bank

Jika di atas adalah beberapa contoh dari transaksi rekonsiliasi Bank. Berikut prosedur yang bisa kamu lakukan saat melakukan rekonsiliasi Bank.

  1. Masuk ke software akuntansi dan buka data laporan rekonsiliasi bank. Lihat data simpanan atau cek yang belum disesuaikan.
  2. Tandai semua cek dan simpanan bank yang telah di proses kliring ke bank.
  3. Catat semua mutasi biaya yang sudah di catat oleh bank namun belum dicatat oleh perusahaan.
  4. Hitung saldo akhir apakah sesuai dengan laporan keuangan yang ada di bank. Jika sudah sesuai maka catat semua perubahan pada laporan rekonsiliasi bank. Kasus selesai.
  5. Namun jika belum sesuai lanjutkan rekonsiliasi.
  6. Jumlahkan semua cek dan simpanan yang berbeda dari catatan di bank dengan perusahaan.
  7. Catat cek dan simpanan yang di catat di bank, namun belum tercatat oleh perusahaan.
  8. Cek sumber pengiriman cek dan simpanan, supaya bisa terlihat darimana asal jumlah tersebut.

Masalah Yang Terjadi Saat Rekonsiliasi Bank

Berikut adalah masalah yang umum terjadi saat adanya rekonsiliasi bank diantarnya:

  1. Adanya cek yang tidak jelas. Hal ini terjadi akibat adanya cek yang tidak dicairkan di bank oleh pemilik cek. Solusinya ada 2, yang pertama, kamu harus tetap menyimpan di buku catatan atau software pencatatan akuntansi data-data cek yang tidak terpakai. Supaya cek tersebut akan tetap menjadi akun yang harus di rekonsiliasi terus menerus.
    Solusi kedua, silahkan hubungi penerima pembayaran atau pemilik cek, tanyakan apakan mereka benar memegang cek atau tidak.
    Selanjutnya anda bisa menentukan apakah sebuah cek bisa dibatalkan (expired) atau anda harus meneribkan cek yang baru.
  2. Jika cek yang tidak jelas dicairkan oleh pemilik atau penerima pembayaran, maka yang harus anda lakukan adalah: mencatanya sebagai kredit rekening kas dan debit untuk keterngan pembayarannya.
  3. Penolakan penyetoran cek oleh bank. Hal ini biasanya disebabkan oleh cek yang diambil ternyata dari rekening bank di negara lain.

Demikian contoh soal dari rekonsiliasi bank, semoga bermanfaat bagi pembaca lainnya. Sekian dan terimakasih.

Artikel terkait:

  1. 7 Peran Bank Sentral Indonesia
  2. Sistem Bagi Hasil Bank Syariah
  3. Cara Menghitung Bunga Deposito Bank
  4.  Unsur-Unsur Kredit Perbankan
  5. Definisi Bank Garansi
Gravatar Image
Accounting Blogger, Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.

5 thoughts on “19 Contoh Soal Rekonsiliasi Bank

  1. saldo menurut perusahaan yg 910.000 dapat dari mana?

  2. Maaf boss..
    Kasus yg pertama.. mengenai saldo menurut perusahaan yg 910.000 dapat dari mana..?

  3. mau tanya,,, untuk saldo kas senilai Rp.457.275 didapat darimana ya?

  4. mau tanya dong untuk contoh soal yang kedua saldo kas senilai Rp457.275 didapat dari mana?

  5. trimsz…

Leave a Reply