Tujuan Jurnal Umum Dibuat Dalam Akuntansi di Perusahaan

Posted on

Setiap kali terjadi transaksi keuangan di perusahaan, biasanya akan dicatat pada jurnal umum dan jurnal khusus. Tujuan jurnal umum dibuat adalah untuk mencatat semua transaksi keuangan perusahaan dengan lengkap, mulai dari tanggal, nomor bukti transaksi, keterangan hingga nominal.

Pembuatan jurnal umum merupakan langkah awal dalam pembuatan laporan keuangan. Jurnal umum dapat membuat keuangan menjadi jelas dan transparan, sehingga bisnis perusahaan akan bertahan dan terhindar dari kebangkrutan.

Simak pembahasan tujuan jurnal umum berikut ini.

Definisi Jurnal Umum

Pengertian jurnal umum adalah buku/media/alat untuk menyimpan catatan kronologis transaksi keuangan. Proses akuntansi membutuhkan jurnal umum untuk menyiapkan data mentah transaksi untuk diolah hingga menjadi laporan keuangan yang final.

Jenis Transaksi Yang Dicatat Jurnal Umum

Jurnal umum dan jurnal khusu memiliki perbedaan pencatatan jenis transaksinya. Jurnal umum mencatat hal yang tidak dilaporkan dalam jurnal khusus, seperti transaksi piutang, hutang, peralatan, beban, pendapatan bunga, pencatatan biaya dan akumulasi penyusutan.

Baca juga : Contoh Jurnal Umum 34+ Transaksi

Tujuan Jurnal Umum

Melalui jurnal umum, transaksi seperti pembelian, penjualan, peralatan dan perlengkapan perusahaan, kas keluar dan kas masuk pada periode tertentu dapat dilihat dengan mudah. Sehingga memudahkan akuntan atau bagian keuangan untuk mem-bukukannya di buku besar.

Berikut tujuan pembuatan jurnal umum bagi perusahaan dan pencatatan akuntansi:

Pelacakan Aset

Aset merupakan harta perusahaan yang bisa mendatangkan manfaat di kemudian hari. Aset terdiri dari aset tetap dan aset lancar. Aset tetap seperti gedung yang punya masa manfaat lebih dari 1 tahun, sedangkan aset lancar seperti perlengkapan yang masa manfaatnya kurang dari 1 tahun.

Semua transaksi yang berhubungan dengan aset dicatat melalui jurnal umum. Yang termasuk aset diantaranya kas, piutang, peralatan, perlengkapan, persediaan, gedung, kendaraan dan mesin.

Aset tersebut akan dicatat pada kolom jurnal umum sebelah debit jika bertambah dan dicatat di kredit jika berkurang. 

Misalnya transaksi pembelian perlengkapan kantor, seperti botol tinta printer, tinta pena, spidol, perangkat sparepart komputer dan perlengkapan lainnya.

Maka akan dicatat:

Perlengkapan (D)    Rp…

Kas (K) Rp…

Penentuan kolom debit dan kredit sesuai dengan rumus jurnal umum berdasarkan persamaan dasar akuntansi.

Jadi ketika mengalami transaksi seperti aset di atas, kamu tidak perlu bingung lagi. Karena cukup menerjemahkan transaksi kedalam akun-akun jurnal umum.

Pelacakan Kewajiban

Kewajiban merupakan hutang perusahaan yang wajib dibayar kemudian hari, sehingga perlu dicatat karena berhubungan dengan pihak lain dan beberapa kewajiban memiliki denda jika terlewatkan pembayarannya.

Yang termasuk kewajiban atau hutang diantaranya hutang sewa, utang gaji dan utang usaha.

Cara mencatat kewajiban di jurnal umum adalah jika bertambah di kredit, sedangkan jika berkurang diletakkan di debit.

Mencatat utang usaha

Misalnya perusahaan mendapatkan hutang usaha dari PT ADS, maka dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut:

Kas (D) Rp…

Hutang Usaha (K) Rp… 

Mencatat utang gaji

Sedangkan jika perusahaan memiliki hutang gaji dan upah, maka dicatat jurnal umum sebagai:

Gaji dan Upah (D) Rp…

Utang Gaji dan Upah (K) Rp…

Kemudian ketika dilunasi, maka akan dicatat seperti berikut:

Utang Gaji dan Upah (D) Rp…

Kas (K) Rp…

Mencatat utang pembelian persediaan

Ketika perusahaan membeli persediaan dengan cara hutang, maka akan dicatat dalam jurnal umum seperti berikut:

Persediaan Barang Dagang (D) Rp…

Utang Dagang (K) Rp…

Saat pelunasan akan dicatat :

Utang Dagang (D) Rp…

Kas (K) Rp…

Baca juga : Bentuk Jurnal Umum 5 Kolom Yang Benar

Alokasi Biaya dan Pengeluaran

Tujuan jurnal umum berikutnya adalah mencatat biaya dan beban selama periode akuntansi berjalan. Biaya atau beban merupakan pengorbanan yang ditanggung perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. 

Biaya bisa timbul akibat pengorbanan usaha, contohnya biaya listrik, gaji dan upah, beban sewa. Sedangkan ada juga biaya diluar usaha, contohnya biaya bunga.

Pengorbanan biaya ini akan menyebabkan kas perusahaan berkurang. Maka untuk mencatat biaya dalam jurnal umum adalah jika bertambah maka dicatat pada debit dan jika berkurang dicatat pada kredit.

Misalnya perusahaan membayar biaya listrik, maka jurnalnya:

Biaya Listrik (D) Rp…

Kas (K) Rp…

Bahan Untuk Posting Buku Besar

Data transaksi dalam jurnal umum nantinya akan dibuat sebagai bahan untuk posting ke buku besar. Informasi yang dipindahkan adalah keterangan dan nominal kolom debit atau kredit.

Cara posting ke buku besar juga masih berdasarkan kronologis atau sesuai tanggal kejadian transaksi.

Buku besar akan mengelompokkan transaksi sejenis ke dalam akun tertentu, supaya bisa dibuatkan total masing-masing akun dan akan dibuat untuk neraca saldo sebelum penyesuaian.

Pelacak Pendapatan 

Pendapatan merupakan aktivitas yang menambah harta perusahaan. Pendapatan biasa diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa kepada customer atau klien. Pendapatan murni berasal dari usaha, bukan dari penanaman modal investor.

Namun pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan di luar usaha. Pendapatan usaha diantaranya penjualan barang dan jasa, sedangkan pendapatan di luar usaha seperti pendapatan investasi dan pendapatan komisi / pendapatan bunga.

Transaksi pendapatan dicatat dalam jurnal umum pada kolom kredit jika bertambah dan kolom debit jika berkurang.

Contohnya perusahaan menerima pendapatan bunga, maka dicatat dalam jurnal umum seperti berikut:

Kas (D) Rp…

Pendapatan Bunga (K) Rp…

Rekonsiliasi Akun

Tujuan pembuatan jurnal umum diantaranya untuk rekonsiliasi akun. Rekonsiliasi akun adalah penyelarasan catatan akun dalam proses akuntansi. Rekonsiliasi dilakukan pada akhir bulan maupun akhir periode, untuk memastikan data keuangan sudah benar.

Contohnya rekonsiliasi bank adalah untuk memastikan informasi kas perusahaan dan yang ada di bank sudah sesuai. 

Karena ada beberapa kejadian yang menyebabkan saldo tersebut tidak seimbang, diantaranya setoran dalam perjalanan, cek masih beredar, salah pencatatan dan sejenisnya.

Baca juga :  Contoh Jurnal Umum Akuntansi Perusahaan Jasa

Membuat Laporan Keuangan

Tujuan jurnal umum yang terakhir adalah memudahkan proses pembuatan laporan keuangan. Pasalnya semua laporan keuangan berawal dari pencatatan transaksi dalam jurnal.

Akan sulit melihat nominal langsung dari bukti transaksi, karena informasi yang belum diolah. Berbeda jika telah dicatat di jurnal umum, karena menampilkan informasi yang singkat dan jelas.

Kesimpulan

Tujuan pembuatan jurnal umum adalah bagian dari proses akuntansi untuk membuat laporan keuangan, sehingga bisa dibaca dan dimanfaatkan dengan baik.

Gravatar Image
Semoga materi yang saya bagikan bisa membantu teman-teman yang sedang belajar akuntansi online.

Leave a Reply