Contoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan Dagang

Contoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan Dagang
3.7 (73.33%) 3 votes

contoh soal jurnal penerimaan kas

Contoh jurnal penerimaan kas | Akuntansilengkap.com – Jurnal khusus penerimaan kas digunakan untuk mencatat arus kas tunai yang masuk pada suatu perusahaan. Untuk lebih jelasnya contoh soal jurnal penerimaan kas dan jawabannya akan disajikan pada artikel ini. Semoga bermanfaat.

Pengertian Jurnal Penerimaan Kas


Pengertian jurnal penerimaan kas adalah catatan (jurnal) khusus sebagai tempat mencatat transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas, atau yang menimbulkan bertambahnya kas pada perusahaan.

Contoh dari penerimaan kas yang dimaksud adalah penerimaan uang tunai, transfer dari perusahaan lain, cek atau giro bilyet, dan penyetoran langsung dari debitur ke bank perusahaan.

Disaat melakukan transaksi apapun, tak terkecuali transaksi penerimaan kas, biasanya perusahaan menyiapkan bukti khusus atau bukti kas masuk.

bukti kas masuk jurnal penerimaan kas

** Keterangan
  1. Nomer bukti kas masuk diisi secara urut sesuai dengan penggunaan saat transkasi penerimaan kas.
  2. Nama diisi dengan nama pembayar/pengirim cek.
  3. Jumlah adalah jumlah uang atau nilai cek yang diterima perusahaan.
  4. Tanggal cek adalah tanggal jatuh tempo cek yang diterima.
  5. Keterangan diisi dengan keperluan atau tujuan sehubungan penerimaan kas. Contohnya untuk pelunasan utang.

Baca Juga: Contoh Jurnal Pengeluaran Kas Perusahaan Dagang

Contoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan Dagang


Contoh soal jurnal penerimaan kas ini adalah transaksi yang terjadi pada bulan Juli oleh UD. Cahaya.

Tgl Transaksi
Juli 4.Dijual barang dagang secara tunai seharga Rp.2.300.000. No bukti kas masuk 031.
Juli 8Transaksi No bukti 032, diterima penghasilan bunga sebesar Rp. 300.000.
Juli 11.No bukti 033. Penjualan tunai pada minggu ke dua, sebesar Rp.3.700.000.
Juli 15.Nomor bukti 034. Diterima cek dari Toko Bersama untuk pembayaran Faktur no 011 pada tanggal 6 Juli yang lalu sebesar Rp. 3.200.000 dikurangi 4%.
Juli 18.Bukti no 035. Penjualan tunai selama minggu ke tiga, manurut bukti perhitungan kas sebesar Rp.3.800.000.
Juli 20.Bukti no.036. Pemberian pinjaman aas permohonan Bank Buana disetujui dan kontrak kredit ditandatangani sebesar , Rp.10.000.000.
Juli 25Bukti no, 037. Selama minggu ke empat, penjualan tunai sebesar Rp.3.200.000.
Juli 28Bukti no. 038. Diterima cek sebesar Rp.1.344.000 dari Toko Family untuk pelunasan faktur no. 013 seharga Rp. 1.400.000, dan mendapat potongan 4%.
Juli 31Bukti no. 039. Penjualan tunai minggu terakhir di bulan Juli dihitung berjumlah Rp. 2.800.000.

Baca Juga:  Contoh Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang + Soal Dan Jawabannya

** Catatan

Perhatikan tanggal 15,20 dan 28, jika perusahaan mencatat bukti kas masuk sebagai penerimaan piutang, sebaiknya diteliti terlebih dahulu apakah saat pelunasan masih terdapat potongan (n/30 dsb) atau tidak.

  1. Transkasi tgl 15 menunjukkan potongan sebesar 4% dari Rp. 3.200.000 atau sejumlah Rp 128.000. Jadi cek yang diterima adalah sebesar 3.200.000 – Rp 128.000 = Rp 3.072.000. transkasi tgl 15 m3ngakibatkan pengurangan piutang perusahaan.
  2. Tanggal 20 Juli, menunjukkan bahwa UD. Cahaya menerima pinjaman uang dari bank sebesar Rp 10.000.000. transaksi ini tentu menambah kas dimbangi dengan utang bank.
  3. Transkasi tgl 28 menunjukkan piutang sebesar Rp. 1.400.000 dan mendapat pot. Penjualan 4% atau Rp. 56.000. Sehingga kas yang diterima adalah Rp. 1.400.000 – Rp. 56.000 = Rp. 1.344.000.

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Perubahan Modal Perusahaan Dagang

UD. CAHAYA
Jurnal Penerimaan Kas
Bulan Juli
contoh jurnal penerimaan kas
Demikianlah pembahasan Contoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan Dagang. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Bagikan juga artikel kami untuk menebar manfaat. Sekian dan terimakasih.

Kunjungi Juga Artikel Lainnya:

  1. “6” Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan (Dagang dan Jasa)
  2. “4” Contoh Laporan Neraca Perusahaan (Dagang dan Jasa)
  3. Contoh Neraca Lajur Perusahaan Jasa Beserta Laporan Keuangannya
  4. Pengertian, Prinsip Dan Landasan Hukum Bank Syariah Sesuai UU 10/98
  5. 11 Tahap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Beserta Contoh