9 Pengertian Audit Menurut Ahli : & Tujuan Audit

Posted on
9 Pengertian Audit Menurut Ahli : & Tujuan Audit
1.6 (31.43%) 7 vote[s]

pengertian audit dan tujuan audit

Akuntansilengkap.com – Dimana terdapat hasil pastilah merupakan buah dari suatu proses, dan segala proses  takkan lepas dari pemeriksaan baik oleh pihak intern maupun ekstern entitas/organisasi/perusahaan demi mewujudkan dan membuktikan hasil yang baik dan kompeten, selengkapnya silahkan simak pendapat para ahli berikut ini.

1. Menurut Sukirsno Agoes (2004)

Audit adalah pemeriksaan laporan keuangan dan catatan akuntansi serta bukti pendukung yang disusun oleh manajemen entitas/organisasi/perusahaan, yang dilakukan secara sistematis dan kritis oleh pihak yang independen dalam rangka memberikan pendapat atas keawajaran laporan keuangan.

2. Menurut Mulyadi (2002)

Auditing adalah proses sistematis demi memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti secara objektif atas kegiatan ekonomi suatu entitas dengan tujuan menetapkan kesesuaian antara laporan dengan kriteria yang telah ditentukan serta penyampaian hasil pemeriksaaan kepada pengguna yang bersangkutan.

3. Menurut Arens dan Lobbecke (2003)

Auditing sebagai proses pengumpulan, evaluasi bukti informasi yang dapat diukur pada suatu entitas ekonomi. Untuk dapat menentukan dan melaporkan informasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

4. Menurut Whittington, O. Ray and Kurt Pann (2012)

Audit adalah pemeriksaaan hasil laporan keuangan entitas/perusahaan oleh perusahaan akuntan publik yang independent.

Dengan mengamati, memeriksa dokumen dan asset, bertanya baik di dalam maupun luar perusahaan serta melakukan prosedur audit, auditor akan memperoleh data yang diperlukan untuk menentukan apakah laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan dan kegiatan perusahaan selama periode yang diaudit.

5. Menurut Konrath, (2002)

Audit adalah suatu proses yang sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti asersi mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi untuk meyainkan keterkaitan antara asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasil laporanya kepada pihak berkepentingan.

6. Menurut Sawyer (2005)

Audit adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor (orang yang melakukan audit) terhadap operasi dan control yang berbeda-beda dala suatu organisasi.

7. Menurut A Statement of Basic Auditing Concept (ASOBAC)

Audit adalah proses sistematis guna memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti secara obyektif mengenai pernyataan kejadian dan tindakan ekonomi dengan tujuan menentukan kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan dan untuk menyampaikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

8. Menurut PSAK – Tim Sukses UKT Akuntansi 2006

Audit adalah suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh serta mengevaluasi bukri yang dikumpulkan atas asersi atau pernyataan tentang kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi dan melihat bagaimana tingkat hubungan antara pernyataan dengan kenyataan yang terjadi.

9. Menurut William F. Meisser, Jr (Auditing and Assurance Service, A Systematic Approach)

Audit merupakan aktivitas independen, keyaknan obyektif dan konsultasi yang dirancang guna menambah nilai dan meningkatkan operasi entitas/organisasi/perusahaan. audit membentu suatu entitas mencapai tujuanya dengan melakukan pendekatan yang sisematis dan konsisten untuk mengevaluasi da meningkatkan efektifitas manajemen dan pengendalian maupun proses tata kelola.

Tujuan Audit

Setelah jelas mengenai gambaran umum audit, selanjutnya akan diuraikan tujuan audit berikut ini :

Kelengkapan (Completeness) untuk meyakinkan seluruh peristiwa transaksi sudah dicatat, dan dalam jurnal secara actual telah dimasukkan.

Ketepatan (Accurancy) untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan telah dicatat berdasarkan dengan jumlah, perhitungan, pengklasifikasian yang tepat.

Eksistensi (Existence) guna memastikan bahwa semua harta (asset) dan kewajiban yang dicatat memiliki keterjadian pada waktu dan tanggal tertentu (tidak fiktif).

Penilaian (Valuation) guna memastikan telah menerapkan prinsip-prinsip akutansi yang berlaku secara umum.

Klasifikasi (classification) guna memastikan seluruh transaksi yang dicantumkan dalam jurnal di kelompokkan dengan tepat berdasarkan golongan akun yang tepat pula.

Pisah batas (Cut-off) guna memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dekat dengan tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat, terkadang yang sesekali salah dalam pencatatan adalah transaksi yang mendekati akhir periode akuntansi.

Pengungkapan (Disclosure) guna meyakinkan bahwa saldo Akun dan seluruh persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikandan dijelaskan dengan wajar dalam laporan keuangan dan dalam isi catatan kaki laporan tersebut.

Demikian penjabaran mengenai pengertian audit dan tujuan audit semoga artikel ini dapat menambah khasanah wawasan pengetahuan.

Baca Juga :

Jenis – jenis Audit dan Auditor (3 Tinjauan)

Pengertian Pasiva : Akun dan Penjelasan Lengkap

Pengertian Aktiva : Aktiva Lancar & Aktiva Tidak Lancar

3 Pengertian Akuntansi Manajemen Menurut Ahli

 

Gravatar Image
Accounting Blogger, lulusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung.