10 Sumber Keuangan Negara dan Contohnya

Posted on
10 Sumber Keuangan Negara dan Contohnya
Kasih bintang ya !

10 Sumber Keuangan Negara dan Contohnya

Akuntansilengkap.comSumber Keuangan Negara dan Contohnya | Keuangan negara akan selalu menarik untuk di perbincangkan, bagaimana tidak, keuangan negara digunakan untuk membiayai dan menjalankan setiap program-program pemerintahan. Artinya, keuangan negara akan digunakan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.

Sumber-sumber keuangan atau penerimaan Negara berasal dari dalam negeri dan luar negeri, serta berbagai sektor seperti, pajak (sebagai sumber keuangan negara terbesar), pinjaman, retribusi, keuntungan BUMN/BUMD.

10 Sumber Keuangan Negara dan Contohnya

Sumber keuangan negara dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu, sumber keuangan dari dalam negeri, dan dari luar negeri.

Penerimaan Dalam Negeri

sumber keuangan dan penerimaan negara dalam dan luar negeri

  1. Pajak

Pajak adalah pungutan yang dilakukan oleh pemerintah pusat atau daerah kepada wajib pajak. Peraturan pemungutan pajak sudah di atur dan berdasarkan Undang-Undang. Pemungutan pajak dapat dipaksakan dan tanpa ada imbalan langsung bagi si pembayarnya. (Baca juga: 7 Penerimaan Negara Bukan Pajak [Lengkap] 

Jenis pajak di Indonesia:

  • Pajak Pusat:
  • Pajak Penghasilan (PPh)
  • Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN)
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn-BM)
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Jenis-jenis Pajak Daerah:

  • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
  • Pajak Hotel dan Restoran (PHR)
  • Pajak Reklame
  • Pajak Hiburan
  • Pajak Bahan Bakar

Pajak juga menjadi salah satu instrumen fiskal yang berguna untuk membiayai pembangunan oleh pemerintah.  Pajak menjadi sumber utama keuangan negara. 
  1. Retribusi

Retribusi adalah pungutan yang dilakukan di daerah yang berdasarkan peraturan daerah. Pemungutan retribusi juga dapat dipaksakan, dan bagi pembayarnya diberikan imbalan secara langsung oleh pemerintah.

Contoh retribusi, pelayanan perpakiran oleh pemerintah, pelayanan medis di rumah sakit milik pemerintah, pembayaran uang sekolah, dll

Retribusi daerah digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu retribusi jasa usaha, retribusi jasa umum dan retribusi perizinan tertentu.

  1. Retribusi Jasa Usaha adalah jenis retribusi yang pungutan atas pelayanan yang disediakan oleh pemerintah daerah yang berprinsip komersial, diantaranya seperti:
  • Pelayanan dengan memanfaatkan/menggunakan kekayaan daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal.
  • Pelayanan oleh Pemerintah Daerah selama belum bisa di sediakan secara memadai oleh pihak swasta.
  1. Retribusi Jasa Umum adalah pungutan atas pelayanan yang diberikan atau disediakan oleh pemerintah.

Retribusi Jasa Umum bertujuan untuk kepentingan dan kemanfaatan umum, pada intinya pelayanan yang diberikan agar bisa dinikmati oleh orang pribadi atau badan.

  1. Retribusi Perizinan Tertentu adalah pungutan atas pelayanan perizinan tertentu yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau Badan.

Tujuan retribusi ini adalah untuk kegiatan pemanfaatan ruang publik yang meliputi pengaturan dan pengawasannya,  penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana, atau fasilitas tertentu.

Hal ini juga bertujuan untuk melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga: 10 Alat dan Cara Pembayaran Internasional (Tunai, Open Account) dan Lainnya

  1. Keuntungan BUMN/BUMD

Pemerintah berhak mendapatkan keuntungan atau bagian laba dari BUMN, karena pemerintah sebagai pemilik BUMN. Bagaimana dengan BUMD ? Sebagai pemilik BUMD, Pemerintah Daerah juga berhak memperoleh laba dari BUMD. (Baca juga: Ciri-Ciri BUMN dan BUMS )

Hal ini menunjukkan bahwa baik BUMN/BUMD merupakan usaha pemerintah dalam menyediakan barang atau jasa yang berhubungan dengan kebutuhan hidup orang banyak. Keuntungan BUMN/BUMD adalah untuk mengendalikan harga suatu komoditas,supaya tidak dikendalikan oleh pemilik modal.

 Contoh BUMN/BUMD: Telkom, Perusahaan Air Daerah, Bulog

  1. Denda dan Sita

Denda dan Sita asset milik masyarakat diberlakukan kepada masyarakat baik individu, kelompok, organisasi yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan pemerintah.

Contoh denda dan sita seperti, denda ketentuan peraturan perpajakan, penyitaan jaminan atas hutang yang tidak tertagih, denda pelanggaran lalu lintas, dan penyitaan barang-barang illegal.

  1. Pencetakan Uang

Tahukah sobat dampak pencetakan uang ? dengan pencetakan uang, pemerintah dapat menutup deficit anggaran. Langkah ini ditempuh, bila tida ada alternative lainnya.

Jumlah uang yang di cetak juga harus diperhatikan loh, supaya tidak menimbulkan inflasi, lalu apakah inflasi itu ? (Baca juga: Pengertian dan dampak inflasi )

  1. Pinjaman

Kapan pinjaman itu dilakukan ? pinjaman menjadi sumber penerimaan negara, ketika terjadi deficit anggaran.

Kelemahannya, pinjaman akan menjadi beban pemerintah di kemudian hari, karena tentu harus di bayar beserta bunganya.

Darimana sumber pinajaman di dapatkan ?  Pinjaman bisa diperoleh dari pemerintah, institusi non bank, institusi perbankan, maupun individu.

  1. Sumbangan, hadiah, dan hibah

Pemerintah mendapat Sumbangan, hadiah, dan hibah dari individu, pemerintah, dan institusi, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Bagaimana perbedaan sumbangan dengan pinjaman ? Jika pinjaman harus di kembalikan di kemudian hari, namun untuk sumbangan tidak ada kewajiban untuk di kembalikan, begitupun hadiah atau hibah.

Sumbangan, hadiah, dan hibah bersifat tidak bisa dipastikan jumlah perolehannya, mengapa ? alasannya, tergantung kepada pihak yang memberi sumbangan, hadiah, atau hibah tersebut.

Contoh Sumbangan, hadiah, dan hibah: Sumbangan dana bencana alam dari luar negeri kepada negara.

  1. Penyelenggaraan Undian Berhadiah

Pemerintah bisa memperoleh tambahan keuangan dengan menyelenggarakan undian berhadiah. Proses ini dengan cara dengan menunjuk suatu institusi tertentu sebagai penyelenggara.

Darimana perolehan pendapatan yang di terima pemerintah ?

Jumlah yang diterima pemerintah adalah hasil dari selisih penerimaan uang undian –  biaya operasi dan besarnya hadiah yang dibagikan

Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang, Jerman dan Indonesia, merupakan beberapa negara yang menyelenggarakan undian berhadiah.

Baca juga: [Lengkap] Pengertian, Faktor Pendorong, Hambatan Perdagangan Internasional [Contoh di Indonesia]

Penerimaan Luar Negeri

8 point sebelumnya adalah sumber keuangan yang berasal dari dalam negeri, lalu bagaimana dengan penerimaan luar negri ?

Suatu negara bisa memperoleh penerimaan keuangan yang berasal dari pinjaman program dan pinjaman proyek, berikut penjelasannya:

  1. Pinjaman program

Pinjaman Program, merupakan pinjaman yang seluruhnya berasal dari pinjaman luar negeri yang segera dapat dicairkan.

  1. Pinjaman proyek

Pinjaman Proyek adalah pinjaman yang sebagian besar berasal dari reaksi komitmen pinjaman proyek tahun-tahun sebelumnya.

Sumber:
Sumber: Opissen Yudisyus, Muhammad Nur Syamsi, Desyana Enra Sari. 2012 : Makalah Penerimaan Negara. UMY. Yogyakarta

Comments are closed.