Pengertian Dan [4] Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Posted on
Pengertian Dan [4] Jenis-Jenis Laporan Keuangan
5 (100%) 2 votes

pengertian dan jenis jenis laporan keuangan

Pengertian Dan [4] Jenis-Jenis Laporan Keuangan | Akuntansilengkap.com – Laporan keuangan dapat diartikan sebagai posisi kemampuan serta kinerja keuangan perusahaan yang isinya berupa informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi akuntansi.

Pengertian Laporan Keuangan


Pengertian Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan, laporan keuangan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode atau tahun buku yang bersangkutan. Penyusunan Laporan keuangan ini bertujuan untuk mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas yang telah direncanakan dan pencapaian hasilnya.

Jenis Jenis Laporan Keuangan

Jenis Laporan Keuangan Menurut Psak dan yang disusun oleh manajemen biasanya terdiri dari 4 jenis yaitu Laporan keuangan neraca, Laporan laba rugi, Laporan perubahan modal dan Laporan perubahan posisi keuangan.

1.      Laporan Keuangan Neraca

Laporan neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan pada tanggal tertentu dalam suatu perusahaan.

AKTIVA = UTANG + MODAL”

Penggolongan Aktiva, Utang dan Modal pada neraca akan dijelaskan dengan istilah dalam akuntansi laporan keuangan dan susunan aktiva dan pasiva yang ada di dalam neraca yakni sebagai berikut:

Harta-harta/Aktiva (assets)Hutang-hutang (liabilities)
Aktiva Lancar (current assets)Hutang-hutang Lancar (current liabilities)
Investasi Jangka Panjang (investment)Pendapatan yang Diterima Dimuka (unearned income)
Aktiva Tetap Berwujud (fixed assets)Hutang-hutang Jangka Panjang (long term debt)
Aktiva Tetap Tidak Berwujud (intangible assets)Hutang-hutang lain (other liabilities)
Aktiva/Harta Lainnya (other assets)Modal Sendiri (capital)
 Modal Saham yang Disetor (capital stock)
 Agio/Disagio Saham (agio/disagio capital stock)
Cadangan-cadangan (reserve)
Laba Tidak Dibagi (retained earning)

Bentuk neraca yang umum dipakai dalam menyajikan suatu laporan neraca dibedakan menjadi dua yaitu

  1. Bentuk rekening (account form) yaitu dengan bentuk Aktiva dan pasiva sejajar (aktiva di sisi kiri, dan pasiva di sisi kanan).
  2. Bentuk laporan (report form) yaitu dengan bentukaktiva dan pasiva disusun ke bawah (aktiva di atas, dan pasiva di bawah).

Contoh neraca perusahaan jasa 3

Baca juga:

  1. Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI
  2. Bentuk Neraca Staffel dan Skontro “Mudah”
  3. “4” Contoh Laporan Neraca Perusahaan (Dagang dan Jasa)

Aktiva

Aktiva adalah bisa dikatakan sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan yang berupa uang, barang ataupun hak-hak yang dijamin oleh undang-undang yang timbul dari transaksi / peristiwa di masa yang lalu dan diharapkan akan mendatangkan manfaat ekonomis di masa yang akan datang.

Aktiva Lancar

Aktiva Lancar adalah aktiva dan uang kas ataupun sumber-sumber yang diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas atau bisa dengan dijual/dikonsumsi selama siklus usaha perusahaan.

Yang termasuk dalam aktiva lancar adalah kas, persediaan barang dagang, piutang dagang, piutang pegawai, piutang wesel, surat-surat berharga dan biaya yang dibayar dimuka seperti asuransi dibayar dimuka, bunga sewa dan sebagainya.

Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah aktiva tidak lancar yang pada umumnya terdiri dari salah satu dari unsur berikut seperti:

  1. Investasi/Penanaman modal dalam surat berharga.
  2. Investasi yang bentuknya penyisihan dana untuk tujuan yang bersifat khusus (ex. Dana pensiun, dana pelunasan hutang obligasi dan dana ekspansi dll)
  3. Investasi dalam bentuk barang-barang berwujud

“Investasi jangka panjang dilakukan dengan tujuan untuk memiliki barang-barang tersebut dalam waktu lebih dari satu tahun / satu periode akuntansi perusahaan, artinya perusahaan tidak ada maksud untuk menjualnya kembali dalam waktu dekat.”

Hutang Lancar

Hutang adalah hutang pembayarannya dengan menggunakan aktiva lancar atau bisa juga dengan menciptakan hutang lancar yang baru. Yang termasuk dalam hutang lancar diantaranya:

  1. Hutang yang disebabkan pembelian barang dan jasa, contohnya Hutang dagang, hutang gaji & upah hutang Pph, dll.
  2. Penerimaan uang muka dari penjualan barang atau jasa, contohnya Pendapatan sewa diterima di muka, uang muka dari pembeli, dll
  3. Hutang yang pembayarannya dalam satu periode akuntansi perusahaan, contohnya hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo.

Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang adalah semua hutang perusahaan yang jatuh tempo pembayarannya melampaui batas waktu satu periode akutansi perusahaan atau satu tahun sejak tanggal neraca.

Modal Sendiri

Modal sendiri adalah kewajiban perusahaan kepada pemilik, modal berbeda dengan aktiva dan hutang. Modal dalam perusahaan perseorangan biasanya ditunjukkan dalam satu rekening yang bernama modal. Sedangkan modal dalam perusahaan yang berbentuk firma ditunjukkan dalam rekening modal masing-masing anggota. Modal dalam perusahaan yang berbentuk perseroan ditunjukkan dengan rekening modal dan terdiri dari elemen-elemen berikut ini:

1. Modal disetor, adalah jumlah uang yang disetor oleh pemegang saham dan umumnya dibagi dalam 2 kelompok, contohnya:

  1. Modal saham adalah jumlah nominal saham yang beredar.
  2. Agio/Disagio Saham adalah selisih nilai antara setoran pemegang saham dengan nilai nominal saham. Agio adalah selisih di atas nominal, sedang disagio adalah selisih di bawah nominal.

2. Laba Tidak Dibagi, adalah kumpulan laba dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi sebagai dividen. Sewaktu-waktu laba tidak dibagi dapat diminta sebagai dividen oleh pemegang saham. Jika ingin membatasi agar laba tidak dibagi tidak diminta sebagai deviden seluruhnya maka bisa dilakukan dengan membuat cadangan dari laba tidak dibagi.

2. Laporan rugi laba

Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan hasil dari usaha beserta biaya-biaya yang ditimbulkan selama periode akuntansi. Bentuk Laporan laba rugi dibedakan menjadi 2 yaitu Single Step (Satu Tahap) dan Multiple Step (bertahap). Baca selengkapnya tentang laporan laba rugi.

Laporan Laba Tidak Dibagi

Informasi dalam Laba Ditahan (Laba Tidak Dibagi) mempunyai hubungan langsung dengan laporan perhitungan rugi laba. Berbagai informasi tersebut antara lain:

  1. Koreksi Laba (rugi) tahun-tahun yang lalu.
  2. Dalam hubungannya dengan deviden yang dibagikan, atas Laba Tahun berjalan.
  3. Adanya transfer dari dan ke saldo laba tidak dibagi.
laporan laba rugi multiple step perusahaan jasa
Multiple step

Baca juga: 

  1. Pengertian dan Contoh Laporan Laba Rugi +Bentuk dan Format Penyusunan
  2. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap 
  3. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap

3. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan ekuitas/modal adalah laporan yang menunjukkan ringkasan perubahan modal dan penyebabnya yaitu jumlah pada awal periode menjadi jumlah modal pada akhir periode. Baca selengkapnya tentang Contoh Laporan Keuangan Perubahan Modal Perusahaan Dagang.

perubahan modal

4. Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Laporan Arus Kas)

Dalam laporan perubahan posisi keuangan /laporan arus kas akan menunjukkan arus dana beserta perubahan-perubahan dalam posisi keuangan selama periode akuntansi atau tahun buku yang bersangkutan. Laporan perubahan posisi keuangan dapat dikatakan sebagai pelengkap dari perubahan-perubahan yang terjadi dan diikhtisarkan pada laporan perhitungan rugi-laba.

Dari laporan perubahan posisi keuangan kita dapat memperoleh informasi tentang:

  1. Ringkasan dari pengaruh transaksi/kegiatan penanaman modal dan pembiayaannya.
  2. Keterangan secara lebih lengkap tentang berbagai faktor yang penyebab terjadinya perubahan keadaan finansial (keuangan) perusahaan, dalam periode akuntansi yang bersangkutan.

contoh laporan keuangan perusahaan jasa laporan posisi kas

Baca juga: “6” Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan (Dagang dan Jasa)

Itulah tadi penjelasan Pengertian Dan [4] Jenis-Jenis Laporan Keuangan. Semoga bermanfaat menambah wawasan pembaca. Terimakasih banyak atas kunjungannya. 🙂

Kunjungi juga artikel lainnya:

  1. [13 Bahasan] Cara Membuat Jurnal Umum Perusahaan Dagang Lengkap
  2. 20 (Transaksi) Contoh Soal Jurnal Umum Dan Jawabannya
  3. 5 + Teori Uang Beserta Permintaan Dan Penawaran Dengan Kurva
  4. 5 [Lima] Perbedaan Bank Syariah Dan Konvensional Dengan Tabel
  5. 3 [Tiga] Cara Menghitung Inflasi Dengan Indeks Harga Konsumen Dan Laju Inflasi